Untuk Kamu yang Tak Terlihat Mata tapi Tetap dalam Jiwa

oleh Admin
15:11 PM on Dec 3, 2015

Hello, kamu

Rasanya ingin tertawa ketika teringat saat pertama kita harus menjalani hubungan jarak jauh, beberapa tahun yang lalu. Istilah kekiniannya, long distance relationship atau LDR. Aku yang biasanya bisa bertemu denganmu tiap hari, harus rela melepasmu berpindah ke kota lain yang jauh untuk mengejar mimpi-mimpimu. Saat mengantarkanmu ke bandara, air mataku mengalir tak ada habisnya.

Baca Juga
Inilah Fakta Di Balik Banyaknya Nama ‘Nguyen’ yang Melekat Pada Pemain Timnas Vietnam
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota

Iya, begitu takutnya aku melepasmu pergi jauh yang tak terjangkau pandangan mata. Aku resah, bagaimana jika LDR ini gagal dan aku harus kehilanganmu? Membayangkannya saja aku tak sanggup, apalagi jika harus mengalaminya.

Namun kamu begitu dewasa, menenangkan perempuan galau ini di dalam pelukan. Kamu bilang, ini semua hanya sementara, untuk kebaikan kita bersama. Dengan lembut, kamu membelai rambut panjangku dan berjanji bahwa distance means nothing when someone means everything. Apalagi ada berbagai aplikasi chatting dan video call, setidaknya bisa membendung rindu yang akan tak tertahankan.

Instead of looking at you, i look at laptop screen to see your video call
Instead of looking at you, i look at laptop screen to see your video call [via]
Begitulah, hari-hari pertama aku merasa sepi, sendiri. Biasanya ada kamu yang mengajakku menikmati es krim di sore hari, atau nonton di bioskop jika ada film terbaru. Sekarang semuanya harus aku lakukan tanpa ada kamu, walau ada banyak teman yang bisa menemani. Tapi feelingnya tetap beda, karena mereka bukan kamu.

Mereka bukan kamu yang biasanya mencubit pipiku saat aku membuatmu gemas. Mereka bukan kamu yang membantuku menyisir rambut saat mahkotaku ini kusut usai terkena angin. Dan mereka bukan kamu yang bisa membuatku tertawa, dengan segala tingkahmu yang lucu luar biasa.

Tapi aku bahagia, ketika mendengar cerita-ceritamu di sana. Kamu bilang bahwa inilah pekerjaan yang kamu inginkan, mimpimu perlahan jadi kenyataan. Meski kita hanya bisa bertukar curahan hati di malam hari, semuanya tetap terasa hangat dan istimewa.

Kini, hal terpenting yang kulakukan tiap hari adalah menghitung mundur waktu, dan segera bisa bertemu denganmu

Kita memang tak lagi bisa bertemu sesering dulu. Bahkan dalam hitungan bulan, belum tentu satu kali kamu datang. Hebatnya, semua itu tidak melunturkan cinta kita berdua. Bahkan, kita masih bisa melihat bulan purnama yang sama, seperti di buku Raditya Dika. Ditambah dengan ekspresi aneh-anehmu saat video call, membuatku lupa bahwa untuk bertemu denganmu, sudah tidak semudah menyalakan motor dan mengendarainya.

Iya, Sebahagia Ini Wajahku Saat Bisa Kembali Bertemu Denganmu
Iya, Sebahagia Ini Wajahku Saat Bisa Kembali Bertemu Denganmu [via]
Dulu, rasanya menabung bukanlah hal yang penting. Namun kini setiap rupiah menjadi berarti. Kita berusaha untuk punya cukup dana untuk membeli tiket pesawat, karena LDR memang mahal harganya. Tapi apalah arti lembaran ratusan ribu rupiah yang ditukar dengan sesobek tiket, ketika kita bertemu lagi di bandara dan kamu berlari ke arahku, kemudian memelukku erat seperti dulu kala?

Sayang, jarak memang membuat segalanya sulit. Saat kita saling membutuhkan dan yang bisa kita lakukan hanya telepon dan saling menguatkan, atau rasa kesepian sudah berada di puncaknya. Ketika ingin menyerah saja, mengaku kalah pada ribuan kilometer yang memisahkan kita. Ada kalanya aku diam, memandangi fotomu dan bulir-bulir air mata menetes begitu saja. Ada masanya kamu lelah luar biasa dan hanya bisa menyandarkan diri pada tembok, bukan padaku yang biasanya jadi tempat istirahatmu.

Because of you, my life full of happiness
Because of you, my life full of happiness [via]
Di saat titik terendah hubungan kita, saat pertengkaran demi pertengkaran terjadi membuat hati makin lelah dan penuh amarah, kita tahu bahwa tidak ada peperangan yang tak bisa dimenangkan. Aku tak pernah menyangka, saat kita merasa bahwa segalanya akan berakhir begitu saja, kamu tiba-tiba datang tanpa diduga. Kamu mengetuk pintu rumahku, membawakan sebuket bunga mawar putih yang kusukai.

I can’t life without you

Kamu bukan orang yang pintar berbicara apalagi menggombal dengan kata-kata manis luar biasa. Tapi sekali kamu mengutarakan isi hati, aku tahu itu benar adanya. Maaf ya sayang, jika selama ini aku masih belum bisa sebijaksana itu. Jika aku masih kerap terbawa suasana dan menuntutmu untuk segera kembali dan menjemputku.

Sekarang aku tahu, mencintaimu adalah hal terindah dalam hidupku. Walau kamu tak terjangkau pandangan mata, namun senyummu tersimpan rapi dalam jiwa. Aku yakin bahwa suatu hari, kita akan bersama kembali, tak lagi ada kilometer yang memisahkan. Sampai jumpa lagi, sayang. Aku juga sedang menghitung hari untuk bertemu denganmu, lagi.

Karena pada akhirnya, LDR hanya untuk mereka yang kuat hatinya dan teguh pendiriannya

Dari aku yang selalu merindukan candaanmu yang garing tapi ngangenin

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA