Unit 180, Tentara Perang Siber Korea Utara yang Membuat Negara-Negara di Dunia Panas Dingin

Unit 180 konon merupakan tentara perang di dunia maya yang ditakuti dunia

oleh Aini Boom
16:00 PM on May 30, 2017

Beberapa waktu belakangan masyarakat dikhawatirkan dengan serangan virus ransomeware wannacry yang melumpuhkan perangkat komputer dan mengancam data-data penting. Belum juga reda kekhawatiran ini, muncul lagi kabar tentang tentara siber milik Korea Utara yang bisa mengancam. Mengacu dari beberapa hal, diduga negara Korea Utara merupakan dalang dari serangan ransomware wannacry yang menyerang negara-negara di dunia.

Masyarakat pun dibuat ketar-ketir karena meski Korea Utara membantah serangan itu, tapi ada rekam jejak dugaan peretasan negara itu di masa lalu. Ditambah pengakuan seorang Korea Utara yang kini membelot dan mengaku bahwa negara tertutup itu memiliki unit khusus yang dibentuk untuk peperangan dunia maya. Sebutannya, Unit 180.

Baca Juga
Syeikh Hamdan, Putra Mahkota Uni Emirat Arab yang Ketampanannya Bak Pangeran Negeri Dongeng
4 Jasa Indonesia Pada Masjid Al Aqsa, Bukti Negara Kita Tidak Hanya “Bisu” Melihat Ketidakadilan

Unit 180 Dibuat untuk Menghasilkan Uang Tunai

Ilustrasi peretas [image: source]
Keberadaan  Unit 180 diketahui berdasarkan informasi dari Kim Heung-kwang, mantan professor ilmu komputer di Korea Utara yang sejak 2004 membelot ke Korea Seatan. Menurut Kim, Unit 180 kemungkinan dibentuk untuk mengumpulkan uang tunai. Kim juga menyatakan jika Unit 180 terlibat dalam peretasan lembaga keuangan dengan melanggar dan melakukan penarikan uang dari rekening bank. Diakui Kim, beberapa mantan muridnya diketahui telah bergabung dengan Komando Siber Strategis Korea Utara. Anggota peretas sengaja pergi ke luar negeri untuk mencari tempat dengan layanan internet lebih baik dari negaranya sendiri. Tujuannya, agar tindakan ini tidak meninggalkan jejak.

Peretas Menyamar Sebagai Pegawai di Luar Korea Utara

Ilustrasi pegawai [image: source]
Setelah keluar dari Korea Utara, Kim menjelaskan bahwa para peretas akan menyebar ke berbagai negara. Di negara tempatnya berlabuh, peretas biasanya menyamar seagai pegawai perusahaan perdagangan AS. Beberapa juga menjadi pegawai perusahaan cabang Korea Utara atau pegawai perusahaan Cina dan negara Asia Tenggara di AS.

Unit 180, Hanya Satu dari Banyak Kelompok Siber di Korea Utara

Suasana kampus di Korea Utara [image: source]
Michael Madden selaku pakar kepemimpinan Korea utara yang berbasis di AS menyatakan bahwa Unit 180 merupakan satu dari banyak kelompok siber dalam komunitas intelijen Korea Utara. Menurut Madden, personil kelompok siber ini direkrut dari sekolah menengah atas. Berikutnya, mereka diberikan latihan lanjutan di beberapa institusi pelatihan elite.

Peretasan Dinilai Lebih Efektif untuk Mengumpulkan Pundi-Pundi Uang

Militer Korea Utara berkonvoi dengan truk menjelang fajar [image: source]
James Lewis pakar Pusat Kajian Strategis dan Internasional Korea Utara yang berbasis di Washington, menyatakan jika Korea Utara pertama kali menggunakan peretasan sebagai alat untuk memata-matai (spionase) yang kemudian dijadikan senjata untuk pelecehan politik. Targetnya adalah Korea Selatan dan AS. Hal ini diduga berubah setelah kegiatan meretas ternyata menghasilkan uang bagi rezim. Selain itu peretasan dinilai lebih baik daripada mengumpulkan uang dari narkoba, pemalsuan, penyelundupan, dan semua tipuan lainnya.

Korea Utara Dipersalahkan atas Terjadinya Serangan Siber

Komputer terkena WannaCry [image: source]
Terkait serangan global ransomware WannaCry, periset keamanan siber mengatakan telah menemukan bukti teknis yang menunjukkan keterlibatan Korea Utara. Serangan yang telah menghantam 300 ribuan komputer di sekitar 150 negara itu dikaitkan dengan kelompok peretas Korut yang diduga telah melakukan pencurian keuangan di bank sentral Bangladeh dan studio Sony. Departemen Pertahanan AS pada tahun lalu mengatakan dalam sebuah laporan bahwa kemungkinan Korut memilih serangan siber untuk menghemat biaya. Selain itu, serangan siber juga memiliki resiko kecil untuk mendapat serangan balasan.

Mungkin banyak yang mengira kalau Korut adalah negara yang ecek-ecek soal teknologi. Namun kenyataannya, ditemukan fakta bahwa negara ini ternyata menyimpan begitu banyak hacker kelas atas. Agaknya meremehkan Korut memang kesalahan besar. Tanpa diketahui banyak orang, di balik tabir tertutupnya negara Kim Jong Un diam-diam memiliki hal-hal luar biasa. Ya, walaupun tak semuanya untuk tujuan kebaikan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA