Menguak 4 Fakta Panas Turin Papyrus, Teks Panduan Bercinta yang Lebih Greng dari Kamasutra

oleh Adi Nugroho
07:07 AM on May 26, 2016

Selama ini kita semua mengenal Kamasutra sebagai salah satu panduan bercinta yang konon berasal dari daratan India. Di dalam kamasutra, ragam posisi bercinta digambar dengan sangat jelas hingga siapa saja bisa mempraktikkannya. Selain Kamasutra yang sangat melegenda, dunia ini juga memiliki warisan lain yang telah dicatat sejak ribuan tahun yang lalu. Bangsa Mesir kuno telah menggambarnya secara jelas hingga diturunkan dari satu dinasti ke dinasti yang lain dalam bentuk Turin Papyrus.

Turin Papyrus sebenarnya berisi banyak aturan-aturan dari 19 dinasti yang berbeda. Semuanya ditulis dengan sangat rinci hingga pada Remesside atau tahun 1150 SM mulai digambarkan dengan jelas posisi-posisi bercinta yang melegenda. Berikut fakta-fakta tentang Turin Papyrus yang konon lebih greng dari Kamasutra meski terlupa.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Majalah Pria Pertama di Dunia

Selama ini kita mengenal banyak sekali majalah esek-esek yang menampilkan tubuh wanita dengan polos. Sebut saja Playboy dan kawan-kawannya. Di masa Jepang kuno ada juga yang dinamakan dengan Shuga yang merupakan majalah berisi ilustrasi bercinta dari para anggota kerajaan. Majalah ini laku keras hingga akhirnya dijadikan jimat untuk keselamatan. Di abad ke-19 majalah ini diperbanyak dan dijadikan sebagai panduan para putri-putri raja.

majalah pria dewasa
majalah pria dewasa [image source]
Ribuan tahun sebelum munculnya majalah pria dewasa atau majalah esek-esek di atas. Mesir kuno sudah mulai membuatnya. Akhirnya dibuatlah ilustrasi-ilustrasi tentang hubungan badan antara pria dan wanita pada sebuah papyrus dengan panjang 2,6 meter dan lebar sekitar 25 cm. Majalah pria dewasa pertama di dunia ini akhirnya ditemukan lagi meski dalam kondisi yang buruk.

2. Berisi Banyak Gambar Posisi Bercinta

Dalam papyrus atau kertas gulung ini setidaknya berisi 12 posisi bercinta yang telah ada sejak zaman Mesir kuno. Dua per tiga dari papyrus ini menjelaskan secara detail tentang posisi bercinta ini dengan gambar yang dilukis secara manual. Satu per satu, posisi bercinta digambarkan dengan organ kelamin yang tampak dengan jelas.

posisi bercinta [image source]
posisi bercinta [image source]
Posisi bercinta ini konon menjadi kanon atau aturan utama yang dipraktikkan oleh banyak pria di masa itu. Papyrus ini sengaja membukukan hal-hal seperti ini karena di masa itu, hubungan badan adalah sesuatu yang penting. Hidup, mati, dan terlahir kembali adalah siklus yang diberikan oleh Tuhan. Masa Mesir kuno, hubungan badan adalah sesuatu yang terbuka dan tak perlu ditutup-tutupi karena dianggap tabu.

3. Penggambaran Pria dan Wanita

Ada satu ciri khas atau keunikan dari teks kanon tentang posisi bercinta ala Mesir kuno ini. Pria-pria yang digambarkan dalam papyrus selalu pendek, tubuh tidak proporsional, dan cenderung botak. Selain itu, organ kelaminnya juga digambarkan dengan ukuran yang sangat besar, bahkan bisa dibilang tidak proporsional dan cenderung dilebih-lebihkan. Pria dalam papyrus ini digambarkan sebagai protagonis utama yang akan berganti-ganti wanita dalam petualangannya cinta.

penggambaran pria dan wanita [image source]
penggambaran pria dan wanita [image source]
Penggambaran dari wanita dalam papyrus ini seperti halnya kanon di panduan bercinta lain. Wanita ditampilkan dalam bentuk yang menggoda dengan beberapa riasan pada tubuhnya. Biasanya pada tubuh wanita juga terdapat daun colvolvus, lotus, keras, dan alat musik khas Mesir kuno seperti sistra. Papyrus ini hanya bisa dimiliki oleh kaum kelas atas seperti keturunan para raja.

4. Tradisi Mesir Kuno yang Akhirnya Terungkap

Banyak orang beranggapan kalau tradisi Mesir Kuno sangat tabu dalam kaitannya dengan seksualitas. Meski negeri ini mengenal perkawinan sedarah, dan bahkan mendewakan seorang wanita penghibur, dalam teks mana pun tidak pernah ditemukan adanya penggambaran posisi bercinta atau hal-hal terkait dengan sangat gamblang.

tradisi kuno [image source]
tradisi kuno [image source]
Penemuan Turin Papyrus mengubah semua anggapan itu. Dari teks yang sebagian besar sudah hancur ini, tergambar posisi-posisi bercinta kuno zaman Firaun. Yang lebih unik lagi, pria protagonis yang digambarkan dalam papyrus ini melakukan semua petualangan cintanya dengan wanita penghibur.

Inilah empat fakta tentang Turin Papyrus yang konon merupakan teks panduan bercinta yang lebih greng dari kamasutra. Meski teks ini tak banyak diselamatkan, namun dari gambar yang tersisa sudah membuktikan bahwa di masa lalu tradisi bercinta dengan ragam gaya sudah dipraktikkan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA