Kisah Tunanetra Penjual Kerupuk Kulit Ini Mengetuk Keikhlasan dan Kejujuran Manusia

oleh Savira soviana
11:00 AM on Sep 2, 2015

Penjual pastinya mencari cara agar dagangan yang ia jual menghasilkan untung. Berbagai cara ia lakukan agar mendapat laba yang lumayan di luar modal yang ia gunakan. Namun sayangnya, banyak sekali yang berbuat curang untuk mendapatkan uang yang banyak tanpa memperhatikan kepuasan pelanggan.

Keinginan mendapat laba yang tinggi dari penjualannya merupakan sifat manusia yang selalu tidak puas. Sifat manusia yang selalu diliputi rasa tidak puas inilah yang selalu menghantui tiap manusia yang kurang rasa ikhlas. Memunculkan rasa ikhlas dalam diri memang sulit dikala menerima rezeki yang tak sesuai dengan harapan. Namun, jika kita bisa menghindari sifat mengeluh dan tidak puas, maka akan muncul keikhlasan yang menuntun kita pada ketenangan hati.

Baca Juga
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik
Potret Menteri Imam Hibur Para Atlet yang Dicurangi di SEA Games 2017 Malaysia Bikin Netizen Terharu dan Bangga

Dengan kondisi yang kurang secara fisik dalam penglihatan tak lantas membuat salah seorang ini sering mengeluh ataupun protes. Ia adalah penyandang tunanetra penjual kerupuk kulit keliling. Ia berjalan sepanjang jalan kota bandar lampung untuk menjajakan kerupuknya. Dua toples besar ia pakai untuk tempat kerupuk yang selalu ia panggul. Ia berjalan dengan bantuan tongkat saat ia berkeliling menjual kerupuk kulit yang ia jual.

Pedagang kerupuk tunanetra
Pedagang kerupuk tunanetra [ImageSource]
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan adalah berteriak untuk menawarkan dagangannya di jalan.Tiga ribu rupiah adalah harga yang ia patok untuk tiap bungkus kerupuk kulit yang ia jajakan. Ketika terdapat pembeli ia langsung melayaninya dengan sigap. Namun, saat transaksi jual beli berlangsung, ia malah bertanya pada sang pembeli uang berapa yang ia berikan padanya. Lalu, ia meraba tas pinggangnya yang berisi uang yang hampir saja berjatuhan untuk ditunjukkan kepada pembelinya. Untuk apa? Agar pembelinya tersebut bisa mengambil sendiri uang kembaliannya. Dengan polos dan ikhlas, bapak ini mengatakan ‘silakan ambil, uang yang mana kembalian Anda?’ Hal tersebut sontak membuat si pembeli tersebut bengong dan penuh tanya.

Ia kemudian menanyakan bagaimana jika si pembeli mengambil kembalian yang jumlahnya lebih besar dari yang si bapak terima. Jawaban bapak ini membuat kagum sang pembeli. Apa jawabannya? Ia mengatakan bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, ia ikhlas jika memang saat itu ia harus rugi. Ia percaya bahwa rezeki seseorang tidak akan pernah tertukar. Jika ia harus menerima kerugian di hari itu, ia yakin bahwa akan ada rezeki lain yang disediakan sang kuasa untuk dirinya.

Kerupuk kulit dagangan Bapak keren ini..
Kerupuk kulit dagangan Bapak keren ini.. [ImageSource]
Dengan kondisi dan pendapatan yang kecil dari berjualan kerupuk kulit tak lantas membuatnya putus asa untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Ia yakin bahwa kegigihannya akan membuahkan hasil. Di lain sisi, dengan rasa ikhlas, sang pencipta akan memberikan rezeki yang lebih baginya.

Ketabahan dan keikhlasan seseorang akan membuat hati kita merasa tenang sehingga kita tidak akan menjadi manusia yang serakah. Namun sebaliknya, jika kita terus mengeluh dengan kondisi yang kita terima, maka kehidupan akan menjadi beban berat. Ingatlah bahwa masih banyak di antara kita yang kondisinya lebih memprihatinkan. Dengan rasa tulus dan ikhlas serta yakin akan takdir yang diberikan Tuhan-lah yang bisa membuat kita bangkit dari rasa malas dan optimis untuk bekerja keras mendapatkan tujuan hidup.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA