Tulisannya Viral Sampai Diundang Ketemu Jokowi, Afi Nihayah ‘Diduga’ Melakukan Copy Paste

Belum bisa dipastikan kebenaran tudingan tersebut, baiknya memang menunggu kebenaran terungkap

oleh Nikmatus Solikha
15:00 PM on Jun 1, 2017

Belakangan ini, nama remaja Afi Nihayah Faradisa kerap mewarnai laman media. Bagaimana tidak, tulisan bermuatan perdamaiannya tersebut banyak dipuji oleh masyarakat. Bukan cuma itu, akun Facebooknya juga sudah diikuti oleh ribuan netizen. Viralnya tulisan yang dibuat Afi bahkan sukses bikin remaja asal Banyuwangi tersebut diundang untuk bertemu dengan presiden Jokowi.

Namun sayangnya, baru-baru ini banyak netizen yang tak lagi mengagumi tulisan Afi. Bahkan, tak sedikit yang justru melakukan pembantaian lewat komentar pedas di bawah tulisan yang diposting olehnya. Hal tersebut dikarenakan dugaan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan Afi. Dan berikut ini kronologinya selengkapnya.

Baca Juga
Inilah 4 Bukti Pengorbanan Hebat Para Paskibraka Demi Mengibarkan Merah Putih
5 Fakta Gahar Pesawat Buatan Anak Bangsa N219 yang Bakal Bikin Negara Tetangga Iri

Memiliki tulisan yang sama persis dengan postingan orang lain

Postingan salah satu netizen bernama Pringadi Abdi Surya di Kompasiana langsung menjadi sorotan media. Berawal dari artikel berjudul ‘Drama “Dugaan” Plagiarisme Afi Nihaya Faradisa’ mengupas beberapa tulisan Afi yang ‘diduga’ melakukan plagiat.

Screenshot postingan di Facebook [image source]
Pasalnya, salah satu tulisan Afi yang berjudul “BELAS KASIH DALAM AGAMA KITA” yang dipostingnya pada tanggal 25 Mei 2017 lalu ‘diduga’ merupakan copy paste dari tulisan yang berjudul “AGAMA KASIH” Mita Handayani yang diposting 30 Juni 2016 lalu. Namun sayang, postingan tersebut tidak disetting publik, hingga tak semua orang bisa melihatnya.

Ada juga kalimat penutup yang juga dinilai tidak orisinil

Pringadi juga menyampaikan rasa janggal saat ia membaca kalimat penutup yang digunakan oleh Afi yang berbunyi, “Dengan pistol kita bisa membunuh teroris, tapi dengan pemahaman agama yang baik kita bisa membunuh terorisme.” Namun, diketahui jika kalimat tersebut sebelumnya pernah diucapkan oleh Malala, anak muda peraih nobel karena perjuangannya di bidang pendidikan. “With guns, you can kill terrorists. With education, you can kill terrorisme.

kutipan dari Malala [image source]
Saat dikonfirmasi mengenai kutipan tersebut, Afi memang mengakui jika ia sebagai fans Malala. Ia juga mengakui pernah menggunakan quote Malala sebagai penutup tulisannya. Namun, hal itu tentu tanpa niat melakukan plagiat.

Menampik tudingan plagiat

Adanya kabar miring tentang dugaan plagiat sontak membuat banyak netizen menghujani kolom komentar dengan kalimat pedas. Sebagian dari mereka menuding jika tulisan yang diposting Afi memang tak sesuai dengan usianya. Saat Bayu Sutiyoni menemuinya untuk mendapatkan konfirmasi, Afi dengan jelas mengatakan “tidak” saat ditanya tentang dugaan plagiarisme.

Ia juga mengaku tidak tahu menahu prihal tudingan tersebut, sebab ia juga tidak banyak menggunakan sosmed. Namun, ketika Bayu mulai membahas bahwa tulisan Belas Kasih Dalam Agama Kita yang diduga mengutip tulisan Mita Handayani, Afi mulai berkaca-kaca. Ia pun mengatakan agar lebih baik minta konfirmasi pemilik akun Mita Handayani.

Anehnya, tulisan Mita Handayani yang diposting 30 Juni 2016 lalu tidak lagi bisa ditemukan

Banyak yang merasa aneh dengan menghilangnya postingan Mita Handayani yang berjudul ‘Agama Kasih’. Beberapa pihak menyimpulkan jika Mita memang begitu berbesar hati karena lebih memilih diam. Seperti yang diterjemahkan oleh Pringadi, bahwa Mita memang merasa tidak masalah meski tak dikenal.

Afi Nihayah [image source]
Setidaknya Afi telah membuat pemikirannya dipahami banyak orang. Namun, ada juga yang menilai bahwa postingan Mita Handayani bisa saja diubah tanggalnya. Terlebih setelah menghilangnya postingan tersebut. Tak ada yang tahu pasti.

Adanya tudingan plagiat tersebut memang belum bisa dipastikan. Terlebih, tak adanya konfirmasi dari pihak Mita Handayani sendiri. Tak ada yang bisa memastikan siapa sebenarnya penulis aslinya, mungkin Afi atau memang benar Mita Handayani. Mungkin hanya mereka yang tahu. Namun baiknya, kita tak perlu melakukan bullying hanya dugaan yang belum pasti.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA