Tukang Jagal Cantik, Berhenti Kuliah Demi Bisnis Keluarga

oleh titi
15:50 PM on May 29, 2015

Wanita cantik menjadi tukang jagal? Bukan tukang jagal yang harus menyembelih sapi atau kambing ketika idul qurban loh. Tapi pemotong dan penjual daging di kios-kios pasar. Sebagian besar penjual daging adalah seorang bapak atau ibu-ibu yang sudah berumur dengan memakai celemek dan pisau di tangannya.

Namun bagaimana jika wanita muda nan cantik yang menjadi penjual daging di pasar? Pasti banyak pria yang mengantri untuk membeli di kiosnya. Wanita cantik ini salah satunya, yang rela melepas status mahasiswanya untuk menjadi seorang tukang jagal di pasar. Sebelum menjadi seorang tukang daging, Charlene Chang yang biasa dipanggil Chang merupakan mahasiswa psikologi di Fu Jen Catholic University.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Mantan Mahasiswa
Mantan Mahasiswa[imagesource]
Menjadi penjual daging memang diperlukan fisik yang kuat, karena harus menghandle pisau-pisau besar dan memotong daging maupun tulang dengan tenaga ekstra. Begitu juga dengan wanita yang berumur 25 tahun ini. Selain harus berkutat dengan berat daging yang dipotong, Chang juga harus mencium aroma ikan dan daging yang ada di dalam pasar. Tak jarang juga dia harus terluka karena pisau yang sudah menjadi bagian hidupnya dalam pekerjaan ini.

Terluka Ketika Bekerja
Terluka Ketika Bekerja[imagesource]
Keluarga Chang, terutama neneknya sangat bangga dengan niatan baik cucunya untuk berbakti keluarga. Ayahnya pun juga sama bangganya meskipun kekhawatiran masih menyelimuti perasaan bapak ini. Ayahnya khawatir jika ketika Chang terkena pisau atau parang ketika bekerja, mesikpun Chang sudah melihat bagaimana neneknya memotong daging dari kecil.

Meski bau ikan dan daging di pasar, tidak mengurungkan niat Chang untuk membantu keluarganya. Sejak kecil Chang sudah terbiasa menonton neneknya menjalankan bisnis kios daging ini. Karena adanya Chang di kedai membuat pasar semakin ramai. Bukan hanya para pria yang datang, namun ibu-ibu pun juga turut melihat seperti apa wajah Chang. Banyak dari mereka tidak sungkan dan tanpa berbasa-basi hingga meminta nomor telepon. Adapula dari ibu-ibu yang menawarkan Chang untuk menjadi calon menantu.

Menjadi Primadona
Menjadi Primadona[imagesource]
Tentu dengan banyaknya orang yang seperti ini membuat Chang lebih mudah beradaptasi meski agak canggung. Namun dia tetap rendah hati dan meminta maaf karena dia ingin menemukan pasangan hidupnya sendri.

Chang menjadi buah bibir di media sosial setelah mengunggah foto di kedainya bersama dengan pisau dan daging. Wanita cantik satu ini telah mengguncang pasar Dongmen dan menjadi primadona. Bahkan netizen dan teman-temannya memanggil Chang dengan sebutan Putri Babi atau Babi Sayang. Wah… selain mengguncang pasar, tampaknya ia juga mengguncang hati banyak orang ya?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA