10 Tren di Masa Lalu yang Justru Bisa Membunuh Pengikutnya

oleh Tetalogi
15:00 PM on Nov 21, 2015

Yang namanya trend memang selalu berubah setiap saat, tapi peminatnya juga tidak pernah berkurang. Apapun dilakukan oleh pecinta trend untuk selalu bisa tampil keren dan fashionable, meski tidak jarang trend yang diikuti cukup beresiko.

Meskipun beresiko, beberapa orang memang tetap setia mengikuti trend tertentu demi status mereka. Bahkan ketika trend tersebut berpotensi mematikan seperti berikut ini.

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. Obsesi Tampil Putih Pucat

Pada masa era Elizabeth, memiliki kulit putih pucat adalah trend yang sedang diminati. Kulit putih pucat dipercaya sebagai simbol kekayaan, karena hanya wanita berkulit putih yang tidak perlu bekerja di bawah sinar matahari. Beberapa cara yang dilakukan seperti menggosok kulit dengan campuran mematikan timah dan cuka.

Ratu Elizabeth I [Image Source]
Ratu Elizabeth I [Image Source]
Setelah diperingatkan bahaya campuran ini, mereka kemudian beralih ke putih telur, tawas, abu timah, kapur, hingga air kencing manusia atau binatang. Bahkan ada juga yang menggunakan lintah untuk menghisap darah mereka agar bisa mendapatkan kulit pucat.

Campuran yang dioleskan ke wajah menghasilkan lapisan yang sangat putih sehingga mereka harus menggambar garis nadi. Tidak hanya itu, mereka juga harus hati-hati untuk tidak tertawa agar lapisan tersebut tidak retak.

2. Rok Dengan Crinoline

Rok dengan bentuk menggembung juga pernah sangat populer. Untuk mendapatkan efek ini, maka di bagian dalam rok akan dipasangi crinoline, semacam kurungan penyangga yang terbuat dari besi, baja, dan sejenisnya demi mendapatkan ilusi bentuk tubuh seperti jam pasir.

Wanita dengan rok yang diberi crinoline [Image Source]
Wanita dengan rok yang diberi crinoline [Image Source]
Ukuran rok ini akhirnya bisa menjadi sangat lebar hingga mencapai hampir 2 meter. Masalahnya bukan hanya di ketidaknyamanan, tapi rok ini juga mudah terbakar. Ukurannya yang sangat lebar membuat si pemakai tidak sadar ketika ujung roknya terkena api sementara kain yang dipakai juga mudah terbakar. New York Times mencatat bahwa dalam 2 bulan, 19 wanita tewas setelah rok mereka terbakar.

3. Semir Sepatu Beracun

Semir sepatu dulu pernah mengandung zat kimia berbahaya nitrobenzen. Zat kimia ini bisa masuk ke tubuh melalui kulit dan meracuni pemakainya. Namun meskipun tahu efek berbahaya ini, ternyata masih banyak orang yang menggunakan semir sepatu dengan nitrobenzen. Bahkan setelah ada semir yang lebih aman.

Tukang semir sepatu [Image Source]
Tukang semir sepatu [Image Source]
Nitrobenzen menimbulkan efek yang bermacam-macam bagi korbannya. Ada yang hanya terkena gemetar, tapi korban yang lain mengalami koma, bahkan kematian. Efek paling buruk terjadi ketika beberapa orang minum alkohol setelah terkena nitrobenzen. Seorang pekerja dengan nitrobenzen pingsan setelah minum minuman beralkohol, sementara seorang sales yang baru saja menggunakan nitrobenzen meninggal 4 setengah jam kemudian.

4. Teknik Menghilangkan Bulu

Dulu, sinar X pernah digunakan sebagai teknik menghilangkan bulu. Cara ini efektif, tidak menimbulkan rasa sakit, murah, tapi juga mematikan. Efek buruk yang diakibatkan dari paparan sinar X ini antara lain kulit yang menebal, bersisik, muncul kerutan, luka, bahkan kanker yang baru muncul 21 tahun setelah terkena paparan.

Iklan jasa menghilangkan bulu [Image Source]
Iklan jasa menghilangkan bulu [Image Source]
Albert Geyser yang menentang sinar X untuk teknik menghilangkan bulu, ia kemudian menciptakan Cornell X-ray yang diklaim lebih aman. Tapi kenyataannya, para wanita yang menggunakan sinar X miliknya justru mengalami efek yang tidak diinginkan termasuk kerutan, dan kulit yang menebal. Tahun 1940an, banyak wanita akhirnya mengalami kanker karena kebiasaan menggunakan sinar X dulunya.

5. Chopin

Chopin adalah sepatu yang biasa digunakan oleh wanita Venesia, Italia pada abad ke-16. Sepatu ini begitu digemari karena menunjukkan kekayaan dan kelas sosial mereka. Sepatu model ini juga digunakan di China pada tahun 1600an sebagai ganti teknik mengikat kaki.

Sepatu Chopin [Image Source]
Sepatu Chopin [Image Source]
Sepatu ini terbuat dari kayu dengan tinggi 15 hingga 75 cm sehingga membuat wanita pemakainya terlihat sangat tinggi. Meski begitu, banyak dari wanita ini justru kesulitan berjalan hingga kadang butuh bantuan pembantu atau tongkat untuk menjaga keseimbangan. Chopin kemudian dilarang dan ilegal di Venesia setelah banyaknya wanita yang keguguran karena jatuh saat mengenakan sepatu ini.

6. Gaun dengan Arsenik

Pada era Victoria, Carl Wilhelm Scheele menciptakan cat berwarna hijau yang segera menjadi favorit masyarakat. Orang-orang menggunakannya di pakaian, wallpaper, serta lukisan. Hanya saja cat ini dibuat dari campuran tembaga dan arsenik yang beracun, berbahaya dan mematikan karena arsenik bisa masuk melalui kulit mereka yang mengenakan pakaian dengan cat ini.

Gaung dengan jejak arsenik yang ditemukan [Image Source]
Gaung dengan jejak arsenik yang ditemukan [Image Source]
Akibat dari penggunaan arsenik ini, para pemakainya menderita iritasi nasal, lambung, dan mata. Kaos kaki dengan arsenik juga mengakibatkan iritasi, keracunan, dan kematian pada anak. Ruangan yang dicat dengan cat mengandung arsenik diduga menjadi penyebab kematian anak-anak yang bernafas di ruangan tersebut.

7. Sengaja Sakit TBC

TBC pernah muncul dan menjadi epidemi pada abad ke-19 dan 20 di Eropa karena buruknya sanitasi. Gejala yang muncul adalah berat badan yang turun drastis, batuk berdarah kemudian berujung pada kematian. Tapi, banyak orang percaya bahwa mati karena TBC adalah hal yang keren dan fashionable.

Meninggal karena TBC dianggap sebagai hal yang romantis [Image Source]
Meninggal karena TBC dianggap sebagai hal yang romantis [Image Source]
Wanita mengagumi korban TBC karena tubuh mereka yang kurus, kulit pucat, mata terang, dan pipi memerah yang merupakan fitur fashion pada masa itu. Mereka juga menganggap meninggal karena TBC itu romantis karena mereka meninggal perlahan. Agar terlihat fashionable, mereka yang sakit TBC tidak merawat kondisi tubuhnya, sementara yang sehat melakukan apapun agar terlihat sakit. Tentu saja dua hal ini berakhir pada kematian mereka.

8. Kerusakan Gigi

Pengenalan gula ke Eropa meningkatkan masalah kerusakan gigi pada masyarakat terutama bangsawan. Bahkan Ratu Elizabeth I menderita kerusakan gigi sehingga giginya berwarna hitam dan beberapa diantaranya harus diambil. Ia harus meletakkan kain di mulutnya agar pipinya tidak kempong.

Ratu Elizabeth I ternyata juga memiliki kerusakan gigi [Image Source]
Ratu Elizabeth I ternyata juga memiliki kerusakan gigi [Image Source]
Jadi, gigi rusak dan hitam akhirnya justru menjadi trend fashion di masa itu karena hal ini menjadi bukti bahwa mereka cukup kaya hingga bisa beli gula. Bahkan mereka yang tidak memiliki kerusakan gigi justru mengecat giginya dengan warna hitam.

9. Fontange

Fontange adalah gaya rambut wanita yang ditata tinggi dan pertama kali muncul pada tahun 1680an di Perancis. Beberapa wanita menggunakan fontange yang begitu tinggi sehingga mereka kesulitan berdiri tegak dan terkadang harus dibantu seorang pembantu yang membawa tongkat untuk menyangga rambutnya. Tidak cuma itu saja, mereka juga menambahkan putih telur selama beberapa minggu agar tetap kaku berdiri. Akibatnya rambut mereka bau busuk dan seringkali banyak perfum digunakan untuk menyamarkan bau tersebut.

Fontange pernah menjadi trend di masa lalu[Image Source]
Fontange pernah menjadi trend di masa lalu [Image Source]
Beberapa orang lain menambahkan tepung yang berarti kutu dan serangga bersarang di rambut mereka. Karena gaya rambut ini butuh banyak waktu dan usaha, para wanita akhirnya membiarkan model rambut seperti ini selama beberapa minggu yang berarti rambut mereka akan terasa panas, gatal, dan berbau.

10. Sisir Celluloid

Sisir Celluloid digunakan wanita kelas bawah pada tahun 1870an hingga 1920an untuk meniru mahkota yang digunakan wanita kelas atas. Sisir ini dibuat dari bentuk awal plastik yang disebut celluloid yang ringan, lebih, murah, tapi sekaligus lebih mematikan dari mahkota yang ingin mereka tiru.

Sisir Celluloid [Image Source]
Sisir Celluloid [Image Source]
Masalahnya, plastik celluloid seringkali meleleh ke rambut pemakainya ketika terkena paparan sinar matahari dan terkadang akan terbakar atau meledak jika didekatkan dengan api. Tiga orang wanita di kota yang berbeda harus mengalami kulit kepala yang terbakar setelah sisir mereka meledak. Bahkan ada juga yang sampai terjadi kebakaran serius sehingga harus memanggil pemadam kebakaran.

Keinginan untuk bisa tampil cantik dan fashionable itu sebenarnya adalah hal yang lumrah. Tapi, mengorbankan diri hanya demi mendapatkan pengakuan bahwa kita itu fashionable, keren, atau cantik tentu tidak sepadan. Akan lebih baik jika kita mensyukuri apa yang kita miliki dan tidak perlu terlalu gila-gilaan dalam mengikuti trend. Apalagi trend yang akhirnya hanya mencelakai diri sendiri.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA