5 Tradisi Aneh Suku Di Afrika, Ada Yang Memotong Tenggorokan Jenazah!

oleh didi
09:02 AM on Nov 20, 2014

Afrika, sebuah benua terbesar kedua setelah Asia dan Amerika. Benua yang mayoritas penduduknya keturunan nergro ini merupakan benua termiskin dan berpenduduk terpadat kedua di dunia. Namun demikian, di benua inilah kehidupan umat manusia berawal. Benua yang juga disebut benua hitam ini, terkenal dengan kehidupan suku bangsanya yang masih primitif. Hal ini terlihat dari cara mereka berpakaian, tingkah laku sosial, kebutuhan sarana fisik sampai kebudayaan mereka.

Dari sifat primitif inilah, Afrika sangat kaya dengan budaya dan tradisi yang masih sangat terjaga sejak nenek moyang mereka. Tentunya ada saja budaya dan tradisi unik yang mungkin tidak ada di suku-suku benua lain. Berikut lima tradisi unik di Afrika yang masih sangat terjaga:

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

1. Tradisi Mentato Gusi Sebagai Simbol Kecantikan

Tato pada umumnya dilakukan pada tubuh bagian luar seperti lengan, kaki, bahu, leher, atau yang agak extrim adalah dibagian mata. Namun di Suku Senegal, Afrika bagian barat, tato justru dilakukan pada bagian gusi. Padahal gusi merupakan salah satu bagian tubuh kita yang paling sensitif. Uniknya, tradisi ini hanya dilakukan oleh para gadis dan dengan alasan untuk mendapatkan senyum yang lebih atraktif dan menawan.

Tatto gusi hitam (c) loexie.wordpress
Tatto gusi hitam (c) loexie.wordpress

Bahan yang digunakan merupakan campuran dari minyak panas dan Shea Butter yang akan menghasilkan warna hitam. Dengan menggunakan alat serupa jarum, proses ini dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 lapis. Meski harus menahan sakit yang luar biasa saat proses pentatoan, namun tradisi ini sudah dilakukan turun temurun dan merupakan lambang kecantikan gadis-gadis.

2. Tradisi Memotong Tenggorokan Jenazah di Suku Chewa

Suku Chewa di Afrika bisa kita temukan dibeberapa daerah seperti di Malawi, Mozambik, Zambia, dan Zimbabwe. Suku yang memiliki nama lain Nyanja ini sangat terkenal di dunia international terutama karena topeng mereka, teknik pertanian mereka, serta tradisi-tradisi unik lainnya. Salah satu tradisi unik yang juga bisa di bilang kejam adalah tradisi memotong tenggorokan jenazah. Ritual yang sangat mengganggu di Afrika ini, sangat populer di masyarakat Chewa.

Budaya-Chewa
Budaya-Chewa

Dalam tradisi ini ketika seseorang berbudaya Chewa meninggal, maka sanak saudaranya harus mengambil jenazah ke tempat suci, mengambil pisau, dan memotong tenggorokan. Mereka kemudian menuangkan air melalui lubang ini untuk membersihkan semua kotoran perut dengan cara menekan perut secara paksa. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang dan hanya akan berhenti jika air sudah bersih.

3. Tradisi Meminum Darah Segar Sapi

Tradisi suku afrika selanjutnya adalah tradisi meminum darah segar dari Sapi yang masih hidup. Meski terdengar begitu menjijikkan, namun tradisi ini terbilang unik karena memang sangat jarang bisa kita temui di suku-suku lainnya. Namun tradisi minum darah ini tidak serta merta dilakukan oleh seluruh penduduk, melainkan hanya kalangan prajurit saja. Cara yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari sapi pun sangat unik yaitu tidak dengan disembelih namun dengan cara melobangi pembuluh arteri karotid. Hasilnya, darah akan keluar layaknya air dari selang dan mereka tinggal menampung darah dengan menggunakan mangkuk dari kulit labu.

Minum-darah-(c)91lapcblogspotcom
Minum-darah-(c)91lapcblogspotcom

Darah segar ini dipercaya mengandung vitamin yang sangat tinggi serta akan baik untuk kesehatan tubuh para prajurit. Namun meski setiap prajurit diharuskan meminum darah segar tersebut sekitar dua liter, tetap saja di antara mereka ada yang tidak kuat dan akhirnya muntah. Anda mau coba?

4. Tradisi Rela Dipukuli Demi Seorang Gadis

Bersyukurlah bagi para pria yang bisa meminang gadis pujaannya tanpa harus melewati syarat-syarat atau tradisi yang rumit. Di salah satu suku Afrika, yaitu suku Sharo ada sebuah tradisi yang unik dalam hal pernikahan. Jika seorang pria ingin meminang gadis, mereka terlebih dahulu harus mengalahkan para penantang..

Sharo_(c)-gundargerm.wordpress
Sharo_(c)-gundargerm.wordpress

Pihak laki-laki akan dipukuli oleh para penantang dan mereka harus menahan rasa sakit yang ditimbulkan. Jika mereka berhasil, maka pria tersebut akan dinyatakan sebagai pria sejati dan berhak mengambil calon istrinya. Sebaliknya, jika mereka gagal, mereka harus memendam keinginan untuk menikah karena mereka tidak akan diperbolehkan mengambil para gadis sebagai istri.

Bukan hanya rasa kecewa dan malu yang akan didapat oleh para pria yang gagal ini. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus kehilangan nyawanya akibat pukulan yang terlalu berat. Meski terlihat tidak manusiawi, tapi inilah tradisi mereka. Ini bertujuan untuk menunjukkan kejantanan dan kepantasan seorang pria untuk meminang calon istri.

5. Tradisi Perjodohan Ala Suku Lobola

Masih tentang tradisi yang berhubungan dengan budaya pernikahan. Di Suku Lobola, Afrika, akan banyak kita jumpai gadis-gadis yang bernasib sama layaknya Siti Nurbaya. Dalam tradisi pernikahan di Lobola para gadis dijadikan seolah-olah sebuah objek jual-beli. Sebab jika seorang pria Lobola ingin menikah, maka pihak keluarga harus melewati negosiasi harga yang harus dibayar laki-laki untuk menikahi gadis tersebut.

lobola(c)mamanunungwordpresscom
lobola(c)mamanunungwordpresscom

Uniknya tradisi ini, kedua calon mempelai pria dan wanita dijodohkan sepenuhnya oleh tata aturan adat, yang mana satu sama lain tidak boleh saling mengenal sama sekali. Sehingga dapat dikatakan mereka menikah tanpa dasar cinta. Semua warga harus tunduk dengan tata aturan adat ini. Sebab apabila ada salah satu keluarga dari pengantin yang tidak setuju, maka mereka pasti akan dihukum.

Demikian 5 tradisi unik suku-suku yang terdapat di Afrika. Bersyukurlah bagi kita yang terlahirkan tanpa harus terikat dengan tradisi-tradisi rumit, menjijikan, dan juga tradisi kejam. Namun seperti apapun tradisi di daerah kita, kita tetap harus menjaganya sebagai sebuah warisan budaya nenek moyang.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA