Ngerinya Tradisi Setrika Payudara di Afrika yang Bikin Miris Hati

oleh Rizal
09:16 AM on Mar 15, 2016

Di saat kecantikan menjadi sesuatu yang paling dicari wanita di dunia, perempuan-perempuan di beberapa negara Afrika justru sepakat jika cantik hanyalah beban hidup yang sebisa mungkin harus dihilangkan. Cantik menurut mereka hanya akan membuat pria makin birahi, kemudian langsung berbuat jahat. Dan akhirnya, semuanya pun hancur. Masa depan, kehormatan dan juga mimpi-mimpi.

Hal seperti ini lah yang dipercaya oleh wanita-wanita di Kamerun, Nigeria, atau Afrika Selatan, yang konon jadi korban pelecehan para pria. Makanya, mindset ini pun kemudian diturunkan ke anak-anak perempuannya. Tak hanya itu, para orangtua, khususnya ibu, juga melakukan aksi nyata dengan menghilangkan atribut kecantikan wanita paling menarik di mata pria. Ya, payudara. Tak main-main, para ibu di negara-negara itu menyetrika payudara anaknya yang berusia remaja.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

Baca Juga : 6 Ritual Gila yang Masih Dilakukan Oleh Suku-Suku di Afrika Hingga Hari ini

Sangat ekstrem tentu saja. Bahkan terbayang dengan jelas rasa sakitnya seperti apa. Lalu, bagaimana hal ini terjadi?

Alasan Kuat di Balik Praktik Mutilasi Gila ini

Para ibu di beberapa negara Afrika ini begitu mengkhawatirkan nasib anak perempuannya. Terlebih dengan seringnya kasus pemerkosaan terjadi. Maka, tak pelak, para orangtua khususnya ibu, kemudian terpikirkan untuk menyiasati cara jitu agar anak-anak mereka bisa terhindar sebagai korban pemerkosaan. Lalu, akhirnya tercetuslah metode gila yang tidak rasional itu.

Praktik setrika payudara [Image Source]
Praktik setrika payudara [Image Source]
Menghilangkan payudara dengan cara disetrika, dipercaya para ibu akan mampu membuat identitas anak perempuan mereka samar. Tidak ada bagian yang menonjol, mereka pun dianggap laki-laki dan bakal selamat dari upaya pemerkosaan. Memang baik maksudnya, namun caranya sama sekali kurang beradab. Namun, para remaja wanita seakan tidak punya daya apa pun selain percaya dan menurut saja.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA