Petik Laut, Tradisi Larung Sesaji Termegah di Indonesia yang Diadakan Saat Bulan Suro

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Oct 11, 2016

Sebagai negara bahari yang besar, laut tidak bisa dipisahkan begitu saja dari negeri ini. Laut adalah sumber dari segala rezeki yang bisa dipanen kapan saja. Laut adalah gudang harta yang harus dijaga dan dihormati sampai kapan pun terutama bagi mereka yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

Sebagai wujud rasa syukur dan juga hormat kepada alam, beberapa warga di Indonesia kerap melakukan tradisi sesaji kepada laut. Pada bulan-bulan tertentu nelayan atau penduduk di pesisir pantai melakukan larung sesaji ke lautan. Salah satu tradisi larung sesaji yang cukup terkenal di Indonesia adalah Petik Laut yang diadakan di Muncar, Banyuwangi. Berikut cerita tentang sedekah bumi termegah di Indonesia itu.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

Sejarah Petik Laut

Tidak ada yang tahu kapan tradisi Petik Laut mulai diadakan di Muncar, Banyuwangi. Menurut penuturan para sesepuh yang ada di sana, tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Para nelayan yang berasal dari etnik Madura memulai tradisi ini dibantu oleh nelayan dari daerah lain yang kebetulan juga bekerja dan menangkap ikan di kawasan perairan Muncar dan sekitarnya.

Sejarah Petik Laut [image source]
Sejarah Petik Laut [image source]
Tradisi yang awalnya hanya untuk syukuran hasil laut yang melimpah mendadak berubah menjadi semacam pesat rakyat. Petik Laut adalah event tahunan yang digarap dengan sangat apik oleh warga lokal sana. Mereka akan mendedikasikan banyak waktunya untuk menghias perahu hingga menyiapkan segala keperluan yang ada hingga lengkap di hari Petik Laut berlangsung.

Tujuan Petik Laut

Tujuan utama dari Petik Laut adalah untuk bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan banyak rezeki kepada nelayan. Setiap tahun, nelayan bisa memanen banyak ikan seperti tidak ada habisnya. Sebagai wujud rasa syukur itu, warga melakukan sedekah laut dengan mengarak banyak kapal yang telah diberi hasil bumi dan beberapa sesaji lainnya.

Tujuan petik laut {[image source]
Tujuan petik laut {[image source]
Selain bersyukur kepada Tuhan, prosesi ini juga dilakukan untuk memberikan persembahan kepada penguasa laut selatan. Tidak bisa dimungkiri lagi, bagi pelaut atau nelayan, kekuatan tidak kasat mata di laut selatan masih dipercaya dengan kuat. Selain kepada penguasa laut selatan, upacara larung sesaji ini juga dilakukan untuk menghormati leluhur yang telah mengajarkan mereka cara menangkap ikan dengan benar di lautan.

Prosesi Petik Laut

Prosesi Petik Laut diadakan dengan mengumpulkan banyak barang sesaji. Benda yang harus ada untuk prosesi ini adalah kepala kambing hitam dengan badan yang berwarna putih. Kelak kepala kambing ini akan diberi pancing yang terbuat dari emas dan ditancapkan pada lidahnya. Saat prosesi dilakukan, kepala ini akan dilarung ke lautan sebagai wujud rasa syukur yang tiada batasnya.

Prosesi Petik Laut [image source]
Prosesi Petik Laut [image source]
Sebelum arak-arakan menuju kawasan lautan dilakukan, sesaji akan diarak keliling desa. Para penari gandrung akan menyambut arak-arakan itu sebelum akhirnya naik ke atas perahu. Setelah semua sesaji dinaikkan ke atas kepal, mereka akan segera menuju tengah lautan yang berarus tenang. Satu per satu sesaji yang dibawa akan dilemparkan ke lautan. Oh ya, dalam prosesi ini biasanya ada warga yang terjun ke lautan untuk mengambil barang-barang yang telah dilemparkan itu.

Nilai Budaya dalam Petik Laut

Nilai budaya yang terkandung dalam ritual Petik laut ini sangatlah besar. Warga menjunjung tinggi dan menjaga laut mereka yang memberikan rezeki tanpa batas. Dengan adanya tradisi ini, mereka akan menjaga lautan dari perusakan agar terus mendapatkan banyak limpahan rezeki. Tanpa laut, hidup mereka tidak akan berjalan dengan baik.

nilai budaya dalam Petik Laut [image source]
nilai budaya dalam Petik Laut [image source]
Selain unsur budaya, unsur kekeluargaan juga terlihat dengan sangat besar pada prosesi ini. Semua warga bahu-membahu dalam menyiapkan acara. Mereka akan bersama-sama menyukseskan acara yang sangat penting bagi mereka. Tidak ada si kaya atau si miskin, semua melakukan pekerjaan bersama-sama demi kemakmuran.

BACA JUGA:  Penggila Wisata Air? Kepulauan Terbaik di Indonesia Ini Wajib Kamu Jelajahi Luar Dalam

Inilah tradisi petik laut yang ada di Muncar, Banyuwangi. Tradisi ini biasanya diadakan pada bulan Suro saat bulan purnama datang dengan sempurna. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda terkait budaya asli yang ada di Indonesia.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA