Ironis, 7 Tradisi Super Brutal ini Dilakukan Untuk Kebaikan Banyak Orang!

oleh Adi Nugroho
11:05 AM on Sep 1, 2015

Tradisi adalah kegiatan tertentu yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kurun waktu yang sangat lama. Tradisi seperti tari, kesenian, dan lain sebagainya dilakukan untuk kebaikan banyak orang. Biasanya merupakan doa atau persembahan bagi sesuatu yang dianggap berkuasa dan kerap memberikan perlindungan.

Namun, tak semua tradisi dilakukan dengan cara yang baik dan benar. Pun tak semua tradisi merupakan sebuah tarian atau upacara tradisional. Beberapa justru merupakan kegiatan yang sangat brutal hingga kita akan miris jika melihatnya. Di bawah ini ada tujuh video tentang tradisi brutal yang ternyata dilakukan untuk kebaikan banyak orang. Monggo!

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

1. Festival Puasa Sampai Mati – Santhara (Sallekhana)

Bagi orang luar, Santhara mungkin diartikan sebagai bunuh diri. Bagaimana mungkin ada orang yang rela berpuasa hingga tubuhnya tak bernyawa. Namun, bagi pengikut Jainism, Santhara adalah jalan menuju keabadian. Tubuh yang mereka miliki sekarang tak ubahnya sebuah penjara yang mengkungkung jiwa yang suci.

Bagi pengikut Jainism, Santhara bukanlah hal yang mengerikan. Bukan pula hal yang dihubungkan dengan kekerasan. Mereka hanya melakukan puasa, tanpa tidur hingga akhirnya tiada. Pada tanggal 10 Agustus 2015 kemarin, kegiatan ini dianggap ilegal dan dilarang untuk dilakukan. Meski demikian, pengikut Jainism tetap melakukannya terutama kaum wanita.

2. Tradisi Saling Lempar Batu – Gotmar Mela

Setiap tahun, setidaknya selama satu abad penduduk dari desa Pandhurna dan Sawargon, di India melakukan tradisi mengerikan ini. Mereka akan saling melempar batu selama seharian penuh dengan sungai Jam sebagai pemisahnya. Tradisi ini dilakukan oleh semua pria untuk merebut sebuah bendera putih yang diletakkan di tengah sungai. Warga desa yang berhasil menurunkan bola adalah pemenangnya.

Tradisi ini telah memakan 17 jiwa orang tak berdosa. Pihak pemerintah setempat telah menyuruh warga mengganti batu dengan bola karet, namun mereka menolak. Tradisi lempar ini dilakukan untuk mengenang kisah cinta pemuda Pandhurna dengan gadis dari Sawargon. Dulu Pandhurna pernah dilempari batu oleh warga Sawargon hingga timbul bencana. Akhirnya muncullah tradisi di mana setiap batu yang dilempar akan dikembalikan. Semacam win-win solution, agar tidak ada dendam meski sangat cara yang berbahaya.

3. Festival Banteng di Costa Rica

Berbeda dengan festival Banteng di Meksiko dan Spanyol di mana banteng bisa mengalami kematian di akhir acara. Costa Rica menghadirkan sesuatu yang lebih brutal. Orang-orang akan di tempatkan di tengah lapangan di mana banteng berlarian dan siap menyeruduk. Satu saja peraturannya. Setiap orang tak boleh melukai banteng. Yang mereka lakukan hanya berlarian terus sampai banteng dimasukkan ke kandang.

Banteng adalah simbol tradisi bagi semua orang di sini. Jadi memiliki banteng yang kuat akan meningkatkan status sosial. Selain itu, olahraga mengerikan ini juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar warga. Semua orang yang ada di dalam arena memiliki derajat yang sama. Well, jika terseruduk atau tertancap tanduk banteng artinya anda belum kuat untuk ikut tradisi berdarah ini.

4. Diinjak Oleh Sapi Untuk Keberuntungan – Hari Ekadashi

Hampir semua tradisi dilakukan untuk mendapatkan suatu keberkahan. Namun caranya saja yang berbeda-beda. Seperti yang dilakukan oleh orang-orang di daerah Ujjan, India. Setiap tahun, para pria akan membiarkan sapi menginjak tubuh mereka. Para pria termasuk suami dan anak akan tidur tengkurap di sebuah tempat yang berisi banyak sapi. Jika tubuh mereka diinjak artinya keberkahan akan menyertainya.

Tradisi ini dilakukan satu hari setelah festival Diwali. Dan telah dilakukan selama lebih dari seratus tahun. Warga Ujjan percaya jika sapi yang suci akan mengirimkan keberkahan pada injakan kakinya. Terdengar aneh dan sangat berbahaya. Bagaimana jika sapi itu menginjak bagian yang vital. Apa enggak bikin sakit?

5. Kepala Dipukul dengan Kelapa Untuk Merayakan Kesehatan

Di Tamil Nadu, daerah selatan India, terdapat tradisi yang bisa dibilang sangat berbahaya. Para lelaki yang berumur 18 tahun ke atas akan berkumpul di Kuil Mahalaksmi untuk melakukan perayaan tahunan ini. Para pendeta akan datang dan memukulkan kelapa utuh ke kepala para peserta tradisi dengan sangat keras. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya kan?

Jika kelapa bisa pecah tak masalah karena akan membuat kepala jadi sehat. Namun jika kelapa tak bisa pecah artinya bencana datang. Tradisi yang telah dilakukan selama 200 tahun ini banyak memakan korban jiwa. Beberapa orang dilaporkan mengalami memar di kepala hingga gegar otak. Niatnya buat merayakan kesehatan, tapi kepala malah hancur!

6. Tarian Hujan Berdarah dari Meksiko – La Esperanza Rain Ceremony

Tidak ada orang yang menginginkan kekeringan selama setahun. Terlebih mereka yang bekerja di ladang sebagai petani. Untuk itu, setiap tahun festival pemanggil hujan selalu ada untuk membuat hujan selalu datang dan membuat tanah jadi subur. Di Indonesia mungkin ada upacara tradisional dan beberapa persembahan. Di Meksiko dilaksanakan dengan pertarungan.

Para wanita mulai dari remaja hingga ibu-ibu akan ke tengah sawah dan saling pukul. Mereka tak peduli siapa saja lawannya. Yang diinginkan adalah sebanyak mungkin darah keluar dari wajah dan jatuh ke tanah. Darah ini dianggap akan memberikan kesuburan pada tanah dan membuat hujan turun lebih deres. Ngeri!

7. Festival Pembantaian Babi Untuk Keberkahan

Setiap tahun di desa Nem Thuong, Vietnam selalu diadakan festival pembantaian babi yang sangat mengerikan. Dua babi super gemuk akan ditali hingga tak bisa bergerak. Lalu beberapa orang akan membawa pedang, tombak atau senjata lain untuk menusuk dan mengiris babi hidup-hidup hingga darahnya bercucuran di mana-mana.

Tradisi mengerikan ini dilakukan untuk mendapatkan keberkahan. Setiap tetes darah babi yang mengenai tanah dianggap pertanda kebaikan. Tradisi ini diprotes oleh banyak orang karena kebrutalannya dalam membunuh hewan. Namun nyatanya festival ini tetap dilakukan, dan pemerintah Vietnam tetap membiarkannya!

Tradisi atau festival yang memohon keberkahan seharusnya dilakukan dengan cara yang lebih baik. Tidak menyiksa diri sendiri, orang lain, atau juga makhluk hidup lainnya. Semoga tradisi seperti ini tidak ada di Indonesia!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content