Mappalanca, Tradisi Ekstrim Adu Betis Masyarakat Bone yang Sarat Nilai Luhur

oleh Sastranagari
07:00 AM on Feb 8, 2017

Sebagai negara agraris, kehidupan masyarakat Indonesia sudah tentu bergantung pada hasil pertanian. Oleh karena itu banyak penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai petani. Mereka ini tak kenal lelah menanam dan memanen padi agar bisa dikonsumsi diri sendiri dan orang lain. Maka nggak berlebihan dong kalau setelah panen mereka bersuka cita dengan menggelar sebuah perayaan.

Sebut saja salah satunya yaitu perayaan Mappalanca. Baru dengar? Perayaan ini diselenggarakan oleh masyarakat Bone, Sulawesi Selatan. Mappalanca adalah salah satu tradisi unik sekaligus ekstrim yang ada di Indonesia. Nama lain dari tradisi ini adalah adu betis. Nah sudah tahu kan mengapa disebut ekstrim.

Baca Juga
5 Fakta Gahar Pesawat Buatan Anak Bangsa N219 yang Bakal Bikin Negara Tetangga Iri
Deretan 10 Paskibraka Cantik Pembawa Bendera Pusaka Di Upacara Istana Kepresidenan yang juga Pantas Membawa Hatimu

Tradisi ini dilakukan setiap tahun setelah masa panen. Bagaimanakah jelasnya tradisi Mappalanca ini? Simak terus artikel menarik ini.

Adu Betis Setelah Panen

Menendang betis lawan [image source]
Mappalanca atau juga biasa disebut Mallanca sebenarnya adalah permainan tradisional Bone. Permainan ini dilakukan masyarakat Bone setelah musim panen, biasanya digelar sekitar Bulan Agustus. Perayaan adu betis ini biasanya juga dijadikan acara menyambut HUT Republik Indonesia. Sebelum acara adu betis dimulai, para ibu-ibu membawa makanan untuk disantap semua orang, baik  penonton maupun peserta Mappalanca.

Adu Betis yang Nggak Jarang Bikin Kaki Cidera

Mengatur kuda-kuda [image source]
Dalam permainan ini, kekuatan betis sangat diperlukan. Banyak peserta Mappalanca yang mengaku menjampi-jampi betis mereka sebelum ikut andil dalam tradisi ini. Tujuannya agar betis mereka kuat dan nggak mengalami cidera. Permainan Mappalanca diikuti dua tim yang masing-masing terdiri dari dua orang. Dua orang menjadi pihak penendang, sedangkan dua orang lainnya memasang kuda-kuda terkuat agar tak limbung saat betisnya menerima hantaman kaki lawan. Nggak heran kalau banyak yang mengeluh keseleo saat selesai mengikuti tradisi ini. Namun, pesertanya nggak kapok.

Diselenggarakan di Sebuah Makam Keramat

Memasang kuda-kuda [image source]
Selain permainannya yang terbilang unik, Mappalanca juga diselenggarakan di tempat tertentu. Tempat untuk menyelenggarakan Mappalanca adalah di sebuah makam keramat. Makam ini jauh dari pemukiman penduduk dan dikelilingi oleh pepohonan yang rindang. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tempat keramat tersebut dalah makam leluhur desa yang sekaligus paman dari Raja Gowa Sultan Alaudin.

Tradisi Adu Betis yang Sarat Akan Nilai Luhur

Menendang betis lawan [image source]
Meskipun terbilang ekstrim, tradisi ini memiliki nilai-nilai yang luhur. Lewat tradisi ini, masyarakat diajak untuk menghargai kebersamaan. Hal ini tercermin saat acara makan bersama sebelum memulai pertandingan. Lewat Mappalanca kebiasaan gotong royong masyarakat juga akan terjaga. Mereka saling bahu membahu dalam menyediakan segala kebutuhan untuk acara dan bersama-sama membawa gabah hasil panen.

Sesuatu yang terlihat buruk, belum tentu memiliki maksud yang buruk pula. Contohnya tradisi Mappalanca ini. Di balik mengerikannya permainan yang dilakukan, masih ada moral story atau hikmah yang bisa kita petik.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya 5 Bercandaan Presiden Soekarno yang Lebih Kocak Dari Stand Up Comedy Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri
BERITA TERKAIT
BACA JUGA