Toleransi Muslim dan Kristen di Yerusalem Jadi Ini Bukti Kalau Kerukunan Masih ADA

Jika pemandangan seperti ini bisa dilihat setiap hari, adem rasanya

oleh Arief Dian
15:00 PM on Jun 9, 2017

Yerusalem sudah dikenal sebagai kota suci dari tiga agama besar. Hal itu bukan sesuatu yang aneh mengingat adanya banyak situs bersejarah di sana seperti Masjid Al Aqsa, Tembok Ratapan dan Makam Yesus. Namun sejak terjadi konflik di sana, Yerusalem seolah jadi tempat yang sama sekali hilang kedamaiannya. Jangan kerukunan umat beragama, hidup saja cukup susah di sana.

Meskipun yang terjadi seperti itu, namun pada kenyataannya kerukunan antar umat beragama masih cukup terjaga. Salah satu buktinya adalah fakta kalau umat Islam dan Kristen di sana saling bantu sama lain untuk. Tentu hal ini seolah mematahkan cerita tentang hal-hal buruk yang terjadi di kota suci tersebut. Lalu seperti apa potret kerukunan beragama di sana? Simak ulasannya berikut.

Baca Juga
4 Bukti Gregetnya Orang Indonesia Kalau Ada Bahaya, Kayak Sudah Hilang Urat Takutnya
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer

Pemegang kunci makam Yesus adalah keluarga muslim

Bagi para penganut agama Kristen pasti sangat ingin pergi ke Yerusalem. Ya selain banyak berdiri tempat suci tiga agama samawi, di sana juga terdapat  gereja makam Yesus Kristus. Jadi bukanlah hal yang aneh jika Yerusalem menjadi tempat yang disakralkan oleh umat Kristen.

Pemegang kunci [image source]
Namun ternyata ada yang unik dari gereja tersebut. Pasalnya meskipun tempat itu sangat penting bagi umat Kristen, namun penjaga makam itu adalah orang Islam. Kurang lebih sudah 1300 tahun lamanya, kunci gereja The Holy Sepulchre dipegang oleh keluarga Nusseibeh yang merupakan seorang muslim. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi konflik di antara para pemeluk Kristen sendiri, selain itu juga membuktikan meskipun mereka berbeda agama namun juga dapat untuk saling percaya.

Raja Abdullah merenovasi makan Yesus dengan uang pribadi

Tepatnya pada 2016, Raja Abdullah II selaku pemimpin di Yordania merencanakan untuk melakukan renovasi pada makam Yesus di Yerusalem. Rencana tersebut disambut hangat oleh para pengurus serta pendeta yang ada di Holy Sepulchre.

Makam Yesus [image source]
Hal tersebut semata-mata dilakukan oleh Raja Abdullah agar para umat Kristen di dunia yang datang ke Yerusalem dapat merasa puas melihat makam Yesus. Uniknya Raja Abdullah sendiri adalah seorang pemeluk agama Islam yang taat. Semua itu dilakukan hanya karena melihat kondisi tempat sakral umat Kristen tersebut perlu direnovasi.

Gereja beramai-ramai kumandangkan adzan di Yerusalem

Satu hal lagi yang membuat haru, gereja-gereja yang ada di Yerusalem serentak mengumandangkan adzan pada tahun 2016. Itu semua dilakukan karena upaya protes terhadap larangan adzan yang dilakukan oleh tentara Israel pada Palestina.

kerukunan-Yerusalem [image source]
Seluruh umat Kristen yang ada di kota suci itu sepakat untuk membela para saudara muslim mereka yang sedang mengalami penindasan. Saling bersautannya adzan di Yerusalem ini sekaligus bahwa umat Kristen di sana juga mengecam perbuatan para tentara Yahudi pada Palestina. Karena pada dasarnya kota Yerusalem ini adalah milik tiga agama besar dunia.

Masyarakat muslim juga ikut bantu renovasi gereja

Ternyata dalam pembugaran gereja yang ada di Yerusalem, masyarakat muslim Palestina juga ikut andil. Beberapa orang  yang beragama Islam saling bergotong royong dalam kerja bakti di gereja suci tersebut. Toleransi antara Islam dan Kristen di Yerusalem ini memang sudah tidak perlu diragukan lagi.

Renovasi [image source]
Beberapa umat Islam Palestina tersebut menyumbangkan apa saja yang mereka punya baik materil ataupun tenaga. Meskipun berbeda agama, namun bagi mereka tetaplah satu keluarga. Itulah yang seharusnya dicontoh dari kedua umat beragama itu di sana. Ketika melihat saudara Kristen di Yerusalem ini butuh bantuan, muslim Palestina akan siap datang untuk membantu.

Perilaku kedua umat beragama di Yerusalem itu seharusnya sedikit menyentil kita. Meskipun mereka berbeda keyakinan bukan berarti harus bermusuhan. Toleransi dan solidaritas yang ada di Yerusalem itu seharusnya dapat kita contoh. Sehingga Indonesia tetap kuat dan tidak terpecah belah.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA