4 Tokoh Penting Dunia yang Konon Dihabisi Nyawanya Oleh CIA

oleh Rizal
15:00 PM on Nov 2, 2015

Sudah jadi rahasia umum jika Amerika adalah negara yang suka ikut campur dan sok jadi penengah untuk masalah apa pun di dunia ini. Mengklaim diri sebagai polisi dunia padahal yang apa yang dilakukannya justru membuat banyak kerusakan. Afganistan, Irak, dan kini konflik-konflik yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.

Namun Amerika sebenarnya bukanlah apa-apa tanpa organisasi-organisasi yang mendukungnya. Salah satunya adalah CIA yang sering dikatakan sebagai tokoh di balik konspirasi-konspirasi di dunia. Tak hanya itu, konon badan intelijen ini juga membunuhi tokoh-tokoh penting. Tujuannya sendiri tentu saja agar memuluskan jalan Amerika sebagai satu-satunya negara adi kuasa di dunia.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Berikut adalah daftar orang-orang penting yang konon dibunuh oleh CIA dengan tujuan khusus. Termasuk para korban adalah salah seorang tokoh penting Indonesia.

1. Hugo Chavez

Dua tahun berlalu sejak Hugo Chavez meninggal dunia pada tanggal 8 Maret 2013 lalu. Sang presiden Venezuela ini meninggal lantaran diduga mengidap kanker yang selama ini masih belum teridentifikasi jenisnya. Besar dugaan jika kematian Chavez adalah hal yang sudah direncanakan oleh Amerika dan CIA-nya.

Kuat dugaan kanker yang diderita Chavez sebelum meninggal adalah akal-akalan CIA [Image Source]
Kuat dugaan kanker yang diderita Chavez sebelum meninggal adalah akal-akalan CIA [Image Source]
Chavez dikenal sangat anti Amerika dan negeri Paman Sam sendiri juga anti dengannya. Hal ini didasarkan dari banyak hal, terutama momen di mana pemerintahannya dikudeta yang diduga didalangi oleh CIA. Untungnya, hanya selang dua hari kudeta ini pun bisa dibalikkan dan Chavez menduduki posisinya lagi. Tak cukup dengan mengkudetanya di pemerintahan, CIA bahkan pernah menyerang Chavez secara langsung ketika sang presiden menghadiri pelantikan presiden El-Salvador, Carlos Mauricio Funes.

Tak hanya itu, Amerika juga makin menunjukkan ketidaksukaannya kepada Chavez karena persahabatannya dengan Fidel Castro. Castro sendiri sempat mewanti-wanti Chavez jika Amerika akan melakukan segala cara untuk membunuhnya seperti yang dialaminya. Ya, Fidel Castro juga jadi sasaran CIA lewat 638 kali percobaan pembunuhan. Ajaibnya, Fidel bisa menghindari semuanya. Sayangnya, hal ini tak berlaku untuk Chavez.

2. Muammar Gaddafi

Gaddafi sebenarnya adalah sosok pemimpin ideal, meksipun kehidupan pribadinya penuh dengan glamor dan kemewahan. Di bawah kendalinya, Libya menjadi salah satu negara paling makmur di dunia. Pendidikan mudah dan murah, rakyat makmur dengan penghasilan tinggi, bahkan Gaddafi konon memberikan rumah bagi penduduknya. Dihubungan internasional, Gaddafi juga pengaruh besar serta yang harus digarisbawahi adalah ia juga anti barat termasuk Amerika Serikat.

CIA juga punya andil besar dalam upaya penghancuran rezim Gaddafi [Image Source]
CIA juga punya andil besar dalam upaya penghancuran rezim Gaddafi [Image Source]
Pergolakan yang terjadi 2011 lalu di Libya menjadi jalan kematian bagi Gaddafi. Pria yang memimpin selama 42 tahun dibunuh oleh salah satu pasukan revolusi. Ada yang menduga jika kematiannya memang sesuatu yang diinginkan banyak pihak. Pasalnya, Gaddafi menyimpan banyak rahasia penting serta pengaruh yang kuat. CIA dikatakan sangat terlibat dalam operasi penggulingan Gaddafi ini. Bahkan mereka dibantu oleh Mossad (agen intelijen Israel) serta MI5. Minyak juga jadi motif para agen rahasia ini menggulingkan rezim Gaddafi

3. Yasser Arafat

Sampai kapan pun Israel tak akan bisa tenang sampai mereka bisa menguasai penuh wilayah Palestina. Kalau perlu membunuh, akan mereka lakukan bahkan termasuk kepada seorang presiden sekalipun. Kematian Yasser Arafat di tahun 2004 lalu diduga kuat adalah salah satu upaya yang sudah mereka lakukan.

Mossad dan CIA diketahui bertanggung jawab dengan kematian Arafat [Image Source]
Mossad dan CIA diketahui bertanggung jawab dengan kematian Arafat [Image Source]
Yasser Arafat merupakan sosok penting bagi Palestina kala ia masih hidup. Pasalnya, ia begitu getol ingin memperjuangkan pembebasan Palestina. Israel yang notabene adalah lawan langsungnya, menganggap hal ini sebagai ancaman besar. Hingga pemerintah zionis tersebut menyuruh Mossad yang kemudian dibantu CIA untuk membunuh sang presiden.

Yasser sendiri tidak meninggal karena ditembak, dugaan besar ia diracun dengan menggunakan Thallium. Racun ini menyerang sistem aliran darah dan juga organ. Keunggulannya, Thallium tidak berbau, berbentuk, dan juga berasa. Kematian Yasser pun jadi suatu hal yang kontroversial dan jadi buktinya akan konspirasi CIA dan juga Mossad.

4. Soekarno

Seperti yang kita tahu, Soekarno adalah sosok yang anti Amerika. Hal tersebut secara tegas dikatakan oleh sang proklamator berkali-kali. Hal ini pula yang jadi alasan Soekarno menjalin pertemanan dengan Che Guevara atau Fidel Castro yang sama-sama membenci Amerika. Negeri Paman Sam ini sendiri juga tak karuan bencinya dengan presiden pertama kita itu. Hingga dikatakan Ratna Sari Dewi, suaminya tersebut pernah mengalami ancaman pembunuhan sebanyak 5 kali yang didalangi oleh CIA namun semuanya gagal.

Tak usah jauh-jauh, CIA bahkan sudah menyentuh hidung kita dengan berbagai kerusuhan besar yang terjadi di Indonesia [Image Source]
Tak usah jauh-jauh, CIA bahkan sudah menyentuh hidung kita dengan berbagai kerusuhan besar yang terjadi di Indonesia [Image Source]
Tak berhasil membunuh Soekarno, CIA pun menciptakan skenario-skenario pergolakan di dalam negeri. Mulai dari mempersenjatai pemberontakan PRRI dan Permesta. Bahkan kuat dugaan jika CIA pula yang mendalangi peristiwa G30S. CIA pula yang merekayasa hasil pemilu 1955 dan hasilnya gagal total. Hingga pada akhirnya Soekarno berhasil ditumbangkan sebagai presiden dan digantikan oleh Soeharto. Di sini pun tercium pula bahwa ada andil CIA di sana.

Berdasarkan kisah deretan sosok ini, maka sepertinya kita bisa langsung menebak siapa dalang di balik kejadian-kejadian besar saat ini. Entah itu ISIS atau pergolakan di Timur Tengah. Bahkan tentang ISIS kuat dugaan jika organisasi ini adalah buatan badan intelijen Amerika itu beserta Israel dan Inggris. Sepertinya tak perlu ditanyakan lagi kenapa Amerika dan sekutunya sampai berbuat seperti ini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA