Lagi-Lagi Senjata Buatan dalam Negeri Berhasil Mengantarkan TNI AD Menjuarai Lomba Tembak di Australia

Siapa sangka kontingen Indonesia berhasil menyabet juara sejak 2008 mengalahkan negara-negara besar lain

oleh Faradina
17:00 PM on May 29, 2017

Dalam hal kekuatan militer memang Indonesia sudah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Pasalnya kemampuan seluruh matra militer kita memang sudah sering terbukti di kancah internasional. Entah itu perihal keberanian pasukan kita sampai-sampai tentang kedermawanannya yang bahkan diakui oleh PBB. Anggota pasukan militer indonesia juga dikenal berprestasi dalam lingkup dunia. Mulai dari di bidang olahraga maupun perlombaan lainnya.

Dan baru-baru ini lagi-lagi delegasi Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa dalam perlombaan menembak internasional yang diselenggarakan di Australia. Siapa sangka dalam perlombaan bertaraf internasional tersebut TNI AD berhasil bertengger di puncak klasemen dan dinyatakan sebagai pemenang.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Lomba diselenggarakan di Australia mengikutsertakan 20 negara

Kebolehan pasukan Angkatan Darat kita memang bukan merupakan isapan jempol belaka. Apalagi setelah beberapa waktu lalu mereka berhasil memenangkan perlombaan yang diselenggarakan di negeri kanguru, Australia. Lomba dengan tajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting atau AASM itu merupakan turnamen rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Royal Australian Army atau Angkatan Darat Australia dan melibatkan setidaknya 20 negara.

Ilustrasi AASAM [image source]
Adapun negara-negara yang juga merupakan partisipan dalam ajang tersebut antara lain, Indonesia, Australia, Inggris, Kanada, Amerika, Uni Emirat Arab, Timor Leste, Prancis, dan lainnya. Adapun tujuan diselenggarakannya lomba ini adalah demi meningkatkan kemampuan operasional para prajurit Angkatan Darat melalui aneka keterampilan peperangan yang penuh rintangan, ketat, serta combat yang fokus pada kemampuan prajurit. Perlombaan ini juga menguji secara cermat keahlian para penembak baik secara individu ataupun tim.

TNI AD sudah menyabet juara sejak 2008

Dengan keluarnya tim Indonesia sebagai juara tentu hal tersebut membuktikan bahwa pasukan Angkatan Darat memang memiliki personil dengan keahlian luar biasa. Apalagi ternyata tahun 2017 ini bukan kali pertama Indonesia mengungguli negara lain, melainkan kita sudah dinobatkan sebagai juara sejak pertandingan diselenggarakan pada tahun 2008. Letnan Kolonel Inf Josep T Sidabutar, pemimpin kontingen Indonesia mengatakan bahwa selama berpartisipasi dalam lomba AASAM, TNI AD selalu menjadi juara umum sejak ajang di Puckapunyal tahun 2008.

TNI juara [image source]
Dan pada perlombaan di tahun ini, kontingen TNI AD dalam AASAM sendiri di bawah pimpinan Letkol Josep ada sejumlah 14 orang. Diantaranya 10 orang penembak dan 4 sisanya adalah official. Total perolehan medali oleh TNI AD antara lain 28 medali emas, 6 medali perak, serta 5 medali perunggu. Medali-medali tersebut didapatkan dari aneka materi lomba tembak di sana. Tepat di bawah Indonesia ada nama-nama Australia, Jepang, Filipina, dan juga Anzac. Dari sini kita sudah bisa menyebutkan bahwa regenerasi yang dilakukan TNI AD benar-benar membuahkan hasil maksimal dari tahun ke tahun.

Senjata yang dipergunakan adalah buatan dalam negeri

Hal lain yang membanggakan dari lomba tersebut adalah mengenai senjata para peserta lomba dari Indonesia. Kalau selama ini kita sering mendengar bahwa tentara kita mengimpor peralatan militer dari negara lain, ternyata untuk perlombaan tersebut kontingen Indonesia menggunakan senjata produksi dalam negeri yaitu PT Pindad. Menurut Abraham Mose, Direktur utama PT Pindad, TNI AD menggunakan senjata SS2V1 dengan jangkauan efektif 500 meter dan dilengkapi oleh heavy barrel 5,57 mm.

Seri SS2 [image source]
Sang direktur juga menyatakan bahwa jenis SS2 adalah salah satu produk Pindad yang menjadi unggulan. Selain itu kesuksesan TNI AD dalam perlombaan tersebut disokong dengan produk lainnya, yaitu Pistol G2 Elite yang memiliki amunisi berkaliber 9mm dan jarak tembak efektif 25 meter. Ternyata sejak diluncurkannya seri SS2, Pindad sudah mengirim paling tidak 75 ribu senjata setiap tahun pada TNI AD.

Bangga sekali rasanya jika mendengar berita tentang prestasi anak negeri. Apalagi kita bukan cuma sekali pernah meraih posisi juara dalam perlombaan serupa. Dan yang lebih luar biasa lagi adalah mereka menggunakan senjata produksi dalam negeri lho. Hal tersebut seakan menjadi bukti bahwa dalam perlengkapan militer, tak perlulah kita menggantungkan diri pada negara lain. Sebab kita masih mampu berdiri sendiri menggunakan apa yang dimiliki negeri. Berbanggalah kita dengan Indonesia.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA