7 Fakta Ini Membuktikan Tiongkok Merusak Lingkungannya Sendiri

oleh Tetalogi
07:00 AM on Mar 27, 2016

Dalam beberapa tahun terakhir ini, usaha Tiongkok untuk membuat lingkungan yang bersih masih saja sia-sia. Sejauh ini negara tersebut masih saja memiliki masalah besar dalam hal polusi dan kerusakan lingkungan.

Negara lain sudah menyerukan agar Tiongkok mulai memikirkan cara untuk mengurangi emisi yang dihasilkan negaranya. Tapi sejauh ini belum ada hasil yang nampak. Bahkan polusi tidak hanya menyebar di negara itu saja, bahkan sudah meluas dan belahan dunia lain juga mulai merasakan akibatnya.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

1. Kualitas Udara yang Buruk

Polusi udara di Tiongkok sering memaksa orang untuk tetap di dalam rumah atau terkadang terpaksa selalu memakai masker kemanapun mereka pergi. Masalah ini membuat negara tersebut disorot dunia, tapi mereka tetap saja menyembunyikan permasalahan berat ini. Tiongkok tidak pernah membiarkan jurnalis mencari tahu seberapa besar masalah tersebut dan sejak lama pemerintah menyangkal masalah yang timbul akibat polusi udara.

Polusi udara di Tiongkok [Image Source]
Polusi udara di Tiongkok [Image Source]
Tapi, sebuah penelitian oleh Chinese Academy for Environmental Planning dan WHO menemukan bahwa 350 ribu sampai 500 ribu masyarakat Tiongkok meninggal di usia lebih muda akibat kanker paru-paru karena polusi udara. Sayangnya banyak orang yang berusaha mengaburkan angka ini. Pemerintah Tiongkok bahkan mencegah jurnalis untuk membicarakan masalah ini dan berusaha meminimalisir pemberitaan terkait pada dunia internasional.

2. Menggunakan Bahan yang Lebih Kotor dari Batu Bara Untuk Sumber Energi

Tiongkok menggunakan petroleum coke atau petcoke sebagai bahan bakar. Petcoke adalah bahan sisa dari proses pembuatan minyak dan jauh lebih kotor dari membakar batu-bara. Beberapa negara lain seperti Amerika memang tidak menggunakan bahan ini, tapi negara tersebut justru mengekspor petcoke ke Tiongkok hanya agar mendapatkan uang dari limbah berbahaya tersebut dan bukannya membuangnya agar tidak digunakan lagi.

Tumpukan petcoke [Image Source]
Tumpukan petcoke [Image Source]
Setiap tahun, jumlah petcoke yang diekspor ke Tiongkok terus bertambah. Hal ini karena petcoke adalah bahan bakar yang sangat murah dan Tiongkok memiliki kebutuhan industri yang sangat besar untuk dunia modern. Tapi meski murah, bahan ini tidak ramah lingkungan. Di negara dengan emisi karbon yang tidak terkendali, penggunaan petcoke justru akan mempercepat krisis lingkungan. Kita tidak bisa menyalahkan Tiongkok saja, tapi juga negara lain yang menjual limbah ini.

3. Ganggang Tumbuh Tidak Terkendali

Tanaman ganggang memang tidak secara langsung berbahaya bagi manusia, tapi ini adalah sinyal buruk untuk ekosistem lokal. Ganggang yang terus berkembang ini sangat mempengaruhi kehidupan perairan. Tanaman ini sering kali menghalangi sinar matahari dan dapat mengubah keseimbangan kimia di air. Yang lebih buruk lagi, saat membusuk tanaman ini bisa melepaskan uap beracun ke atmosfer.

Tumpukan ganggang di tepi pantai Tiongkok [Image Source]
Tumpukan ganggang di tepi pantai Tiongkok [Image Source]
Akibat tumbuhnya ganggang dengan tidak terkendali ini, petani makanan laut mengalami kerugian mencapai 100 juta dollar. Masalah ini bisa jadi muncul karena petani rumput laut membuang limbah sisanya langsung ke air sehingga ketika kondisinya tempat maka tumbuhlah ganggang. Sementara itu, para ahli mengatakan bahwa seandainya polusi industri tidak terlalu buruk, permasalahan ganggang tersebut tidak akan terjadi.

4. Krisis Air yang Semakin Dekat

Tiongkok banyak memiliki banyak Industri yang berlokasi di dekat sumber air dan membuang limbahnya langsung ke air dengan sedikit sekali usaha daur ulang atau pemurnian. Seringkali saluran pembuangan juga tidak diatur dengan baik sehingga berakhir di sumber air yang sama dengan air untuk industri, minum, dan mandi. Yang lebih mengejutkan, sejak tahun 1960an telah ditemukan 10 ribu mayat di sumber air.

Krisis air di Tiongkok [Image Source]
Krisis air di Tiongkok [Image Source]
Selain polusi, Tiongkok juga menghancurkan sumber air mereka. Akibat penggunaan air untuk industri tanpa usaha pelestarian, banyak sungai di sana mengering. Banyak sungai dan danau lain yang sudah rusak akan mempengaruhi sumber air dan membuat krisis semakin memburuk. Beberapa ahli juga percaya bahwa air di beberapa kota besar tidak aman untuk diminum dan suplai air tanah juga memiliki masalah polusi yang sama.

5. Tempat Pembakaran Sampah yang Mengotori Udara

Tiongkok juga memiliki masalah dalam mengolah sampah yang berjumlah sangat besar. Karena tempat pembuangan sampah sudah semakin penuh, maka tidak ada jalan lain lagi selain menghancurkan sampah tersebut dengan cara membangun tempat pembakaran sampah.

Tumpukan sampah di Tiongkok [Image Source]
Tumpukan sampah di Tiongkok [Image Source]
Masalahnya, tempat pembakaran sampah tersebut tidak didesain dengan baik sehingga mengakibatkan permasalahan lingkungan yang serius. Asap pembakaran yang mengandung merkuri dan berbagai macam racun lainnya langsung dilepaskan ke udara. Asap beracun dari proses ini telah menimbulkan banyak protes dari masyarakat yang tinggal di dekatnya karena mereka tahu bahwa hal itu adalah ancaman serius bagi kesehatan manusia.

6. Desa Kanker di Tiongkok

Sejak akhir tahun 1990an, aktivis dan kelompok internasional di Tiongkok tengah berusaha mengatasi masalah desa kanker. Desa kanker adalah sebuah kota kecil berisi kurang lebih 100 penduduk yang tinggal sangat dekat dengan area industri. Pabrik di are tersebut terus menghasilkan polusi terburuk di bumi dan penduduk di sana menggambarkannya sebagai mimpi buruk. Pasalnya bahan kimia telah merancuni air dan tidak bisa dimurnikan lagi, serta awan debu beracun juga menyebar di udara.

Desa kanker [Image Source]
Desa kanker [Image Source]
Pemerintah Tiongkok tidak mau mengakui masalah ini, tapi masalah kabut asap sudah sangat buruk sehingga mereka tidak mungkin bisa menutupinya lagi. Sayangnya warga desa ini tidak akan mendapatkan solusi dari pemerintah. Pasalnya warga Tiongkok yang lebih kaya tidak ingin terkena pengaruh polusi sehingga mereka menekan pemerintah untuk memindahkan pabrik industri yang ada. Pemerintah menuruti hal ini dan memindahkan pabrik tersebut ke desa miskin yang tidak mungkin memiliki pengaruh politik sehingga tidak bisa berbuat apa-apa akan adanya masalah tersebut.

7. Polusi Mempengaruhi Dunia

Penting bagi Tiongkok untuk segera mengatasi masalah polusi di negaranya sendiri, namun negara lain juga perlu bergerak karena hal ini tidak hanya mempengaruhi negara tersebut. Polusi yang sangat buruk ini sudah mulai mempengaruhi dunia dan hasilnya tidaklah bagus.

Polusi udara yang sangat buruk [Image Source]
Polusi udara yang sangat buruk [Image Source]
Angin topan di daerah Samudra Pasifik semakin menguat dengan adanya level polusi yang sangat tinggi ini. Bahkan hal ini juga mengakibatkan peningkatan badai di lautan. Sebagian polusi ini juga menyebar hingga ke negara lainnya.

Tiongkok memang memiliki masalah besar dalam hal polusi, tapi bukan berarti masyarakat dari negara lain bisa diam saja dengan adanya masalah ini. Pasalnya, negara berkembang lain bergantung pada negara tersebut untuk barang-barang murah yang diproduksi dengan cara murah tapi merusak lingkungan. Adalah hal yang ironis ketika negara maju dengan bangga menyebut bahwa dirinya peduli lingkungan dan memberlakukan peraturan yang ramah lingkungan, tapi mereka tetap mengekspor limbah dan membeli produk murah dari Tiongkok.

Lingkaran inilah yang harus segera dihentikan dan dunia perlu menemukan cara yang lebih ramah lingkungan untuk memproduksi barang yang bisa memajukan perekonomian.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA