Tidak Sanggup Bayar Pengobatan, Seorang Pria Ajukan Suntik Mati

oleh Admin
09:57 AM on Aug 5, 2014

Tekanan hidup dan tidak ada biaya untuk berobat kadang membuat seseorang mampu berbuat nekat. Seorang pria bernama Ignatius Ryan Tumiwa (48 tahun) mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar dirinya disuntik mati, dilansir oleh Merdeka.com, Selasa (5/8). Selain mengajukan gugakan ke MK, Ignatius juga mengajukan keinginan ke Komnas Ham dan Departemen Kesehatan RI untuk mengakhiri hidupnya.Tidak Sanggup Bayar Pengobatan, Seorang Pria Ajukan Suntik Mati

Penyebab dari pengajuan gugatan itu adalah keadaan terpaksa, karena Ignatius tidak sanggup membayar biaya pengobatan dan meminta bantuan. “Saya melakukan gugatan ke MK supaya dilihat oleh media, siapa tahu nanti ada yang bantu saya berobat ke psikiater,” ujar Ignatius.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Depresi akibat tekanan hidup dan berbagai permasalahan yang dihadapi membuat Ignatius yang merupakan lulusan pascasarjana Universitas Indonesia (UI) membutuhkan biaya yang banyak untuk berobat ke psikiater. Namun Ignatius tidak memiliki biaya, karena dia hidup seorang diri dan tidak memiliki pekerjaan. Pada akhirnya, gugatan suntik mati menjadi jalan untuk menyembuhkan depresi sekaligus mengakhiri hidupnya.

Ignatius yakin bahwa dengan berobat ke psikiater, maka depresi yang dialaminya bisa sembuh. Namun biaya untuk konsultasi dan obat yang harus dikonsumsi tidaklah murah. “Jika ke psikiater, sakit depresi saya bisa sembuh,” ujarnya. Sayangnya, uang Ignatius tak cukup untuk membayar semua itu. Dia mengaku bahwa untuk bertahan hidup saja, Ignatius mengandalkan uang tabngan peninggalan orang tuanya.

“Selain itu saya juga kerja paruh waktu,” tambah Ignatius, namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pria ini terakhir kali bekerja di perusahaan swasta pada tahun 1998 sebagai staf keuangan. Namun sejak saat itu, dia tidak memiliki pekerjaan tetap hingga sekarang. Sekarang Ignatius sudah tidak punya materi dan orang tua, sementara dia butuh biaya berobat.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA