Kisah Tentara yang Cium Tangan Ulama Ini Jadi Bukti Kalau Murid Berbakti Itu Bukan Cuma Mitos

Bukan hanya berjiwa ksatria, namun juga hormat pada para ulama dan para guru bangsa

oleh Arief Dian
14:00 PM on May 19, 2017

Di zaman yang sudah berubah ini, jarang orang yang masih hormat pada guru dan ulama. Lantaran sudah lama tidak bertemu, jangankan mencium tangan, yang ada malah menghindar dan pura-pura tidak kenal. Padahal, karena mereka juga kita bisa memiliki ilmu seperti sekarang ini.

Tapi siapa sangka ternyata masih ada orang yang melakukan hal terpuji dengan menunjukkan rasa hormatnya pada guru dan ulama. Bukan dari golongan orang penting ataupun pengusaha, melainkan dari seorang personel tentara. Jadi apa yang dilakukan tentara ini pada ulama hingga bikin haru netizen? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Kedatangan Kiayi Ma’aruf Amin ke Malang

Tepatnya pada tanggal 17 Mei, sebuah akun facebook mengunggah foto kedatangan ketua MUI Kiai Ma’ruf Amin di kota Malang. Entah ada acara atau mungkin sowan, kiai nomor satu NU sekaligus cicit imam Masjidil Haram ini memang sering sekali datang ke kota apel itu.

Datang ke Malang [image source]
Namun di kunjungan beliau yang satu ini ada pemandangan menarik yang terekam oleh kamera netizen. Setelah diunggah, foto hasil rekaman netizen itu dibanjiri oleh banyak komentar positif dari para pengguna media sosial,

Tentara mencium tangan ulama, tanda bukti hormat

Pemandangan unik yang dimaksud adalah suasana kedatangan ketua MUI yang disambut oleh Personel TNI Denpom V/3 Malang. Tidak seperti sambutan yang biasanya, personel TNI ini mencium tangan kiai Ma’ruf Amin saat beliau datang. Sebuah penghormatan pada seorang ulama yang memang saat ini sangat jarang kita lihat lagi. Berbeda dengan saat menghormati seorang komandan bahkan para pejabat, personel TNI ini menyadarkan kita betapa penting untuk bersikap santun pada seorang ulama.

Cium Tangan ulama [image source]
Toh para ulama juga berjasa untuk mengutus para santrinya bahkan terjun sendiri ke medan perang untuk ikut memerdekakan Indonesia ini dari tangan penjajah. Beruntung momen ini sempat terabadikan dan akhirnya diposting oleh akun facebook bernama Abdulrauf Dewang dan langsung menjadi viral di media sosial.

Banyak respon positif dar para netizen

Netizen mengaku sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh personel TNI ini yang menunjukkan kesantunan dan rasa hormatnya terhadap seorang ulama. Bukan hanya melindungi negara dari berbagai ancaman, namun juga menunjukkan bagaimana seharusnya kita bersikap. Banyak netizen yang mendoakan keselamatan bagi para personel TNI dan Ulama yang ada di Indonesia agar tetap menjaga kedamaian yang ada di negeri ini.

Komentar Netizen [imange source]
Netizen berharap, bukan hanya TNI saja yang memiliki sikap hormat seperti itu, semua penegak hukum bahkan warga sipil biasa juga diharap bisa memiliki sikap terpuji itu. Kisah kiai Ma’ruf Amin dan personel TNI itu membuat banyak netizen kangen saat dimana dulu ulama sangat dihormati dijunjung tinggi karena ikut mencerdaskan bangsa.

Ulama juga guru bangsa

Perlakukan personel TNI itu memang seharusnya adalah hal yang wajar. Bagaimanapun para ulama juga ikut mencerdaskan bangsa ini. Belum lagi jasa mereka yang  ikut andil dalam kemerdekaan di Indonesia. Banyak sejarah mengungkapkan bahwa kalangan ulama selalu menjadi incaran para penjajah karena sudah dikenal pantang menyerah merebut kemerdekaan.

Kiai Ma’ruf Arif Ulama [image source]
Kita pasti juga sudah sering dengan cerita sejarah para alim yang juga menjadi musuh utama penjajah seperti pangeran Diponegoro atau jenderal Sudirman. Berstatus ulama, orang-orang tersebut dengan gagah berani mengangkat senjata dan berjuang melawan para penjajah.

Melihat aksi personil TNI yang  mencium ulama itu menunjukkan bukti meskipun memiliki jabatan namun harus tetap hormat pada guru. Itulah krisis yang selama ini kita rasakan, mentang-mentang sudah dapat ilmunya dan sukses, mereka kita lupakan. Sebaiknya kita berkaca pada peristiwa ini dan lebih memperbaiki diri terutama tentang adab kepada guru.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA