Viral, Bule Asal Rusia Ini Menyatakan Bahwa Teknisi HP di Indonesia Lebih Baik Dibanding Singapura

Kayaknya tukang service HP di Indonesia sudah boleh diadu dengan negara lain nih ya kebolehannya

oleh Faradina
14:00 PM on May 18, 2017

Bila berbicara mengenai kemajuan negara-negara di Asia, tentunya Indonesia belum bisa menempati posisi puncak dibanding lainnya. Sebut saja Jepang maupun Singapura yang selama ini namanya memang sudah membahana dari segi kemajuan teknologi maupun industrinya. Namun ternyata tidak semua masyarakat negara tersebut paham teknologi sepenuhnya. Atau bahkan saking pahamnya mereka dengan teknologi canggih sehingga melupakan hal-hal yang kecil.

Seperti cerita yang baru-baru ini menjadi viral di media sosial, di mana ada seorang warga negara asing yang mengunggah status di akun facebooknya untuk membandingkan Singapura dan Indonesia. Bukan mengenai kelemahan kita, melainkan justru dalam unggahan tersebut Indonesia tampak unggul dibanding Singapura. Lha dari segi apanya ya?

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Sang turis bercerita mengenai pengalaman memperbaiki HP di Singapura

Sebenarnya bila dilihat-lihat postingan tersebut adalah biasa saja. Namun karena isinya membandingkan kebolehan dua negara jadilah status itu heboh. Pria berkewarganegaan asing bernama Nik Semenov itu menceritakan pengalamannya memperbaiki HP di Singapura. Dalam statusnya dia menuliskan bahwa saat dirinya mencoba membetulkan ponsel di negara itu ada dua orang yang melayaninya.

Status Nik [image source]
Kedua orang tersebut mencoba membetulkan HP Nik dalam waktu kurang lebih satu jam. Dan setelah menunggu bukannya si ponsel berhasil diperbaiki, dua orang tersebut malah mengatakan bahwa Nik harus mengirim HP tersebut ke Cina. Dan bila dia melakukan saran tersebut maka butuh waktu sekitar tiga minggu baginya untuk mendapatkan HP kembali dan dia juga harus mengeluarkan biaya sebesar SGD 400 atau kurang lebih Rp 3,8 juta. Namun perlakuan lain diperoleh Nik ketika dia di Indonesia.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content