Tanggapan Menteri Terhadap Aksi Demo Kenaikan BBM

oleh didi
07:52 AM on Nov 20, 2014

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno menyebutkan masyarakat yang heboh atas kenaikan harga BBM adalah sikap yang terlalu berlebihan.

“Berapa pun dinaikkan, masyarakat itu masih mampu kok. Buktinya, kita lihat masih macet kan di jalan? Yang antre itu masyarakat latah, hanya untuk satu-dua liter saja pakai antre, lebay kalau kata anak muda sekarang,” katanya di kantor, Rabu (19/11).

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Tanggapan Menteri Terhadap Aksi Demo Kenaikan BBM
Tanggapan Menteri Terhadap Aksi Demo Kenaikan BBM

Menurutnya, kenaikan harga BBM adalah sesuatu yang wajar karena demi penghematan dana anggaran. Dana anggaran penghematan akan dialihkan ke sejumlah program pro rakyat. “Dari dulu juga begitu kan kalau demo? Itu karena memang ada orang yang hobinya demo. Paling sebentar lagi selesai,” ucapnya.

Dia memastikan aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Indonesia belum mengancam keamanan negara. Pihaknya juga tidak melihat ke arah sana. Aksi unjuk rasa di sejumlah daerah itu disebutnya hanya sebagai ekspresi.

Dia juga tidak terkejut jika ada aksi penolakan kenaikan BBM tersebut. ”Dari dulu kan memang selalu begitu. Boleh orang menyampaikan aspirasi dan pendapat, tapi yang penting tidak merusak, tidak anarkhis. Tapi sekarang nyatanya, masih ada kok yang mampu membeli dan masih beraktivitas. Pokoknya jangan merugikan rakyat,” tuturnya.

Dia juga meminta masyarakat umum untuk tidak khawatir terhadap unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM yang meluas. Terlebih lagi, Polri telah menetapkan status keamanan Siaga I di Indonesia. Menurutnya, status keamanan itu hanya bentuk kesiapan Polri dalam menanggapi suatu situasi. “Siaga I itu kan hanya siap digerakkan saja. Kalau Siaga III, bisa di rumah. Kalau Siaga II, di kantor. Kalau Siaga I, siap berangkat itu saja,” tuturnya.

Menurut Tedjo, status siaga satu itu suatu yang lumrah dikeluarkan oleh pihak kepolisian, terutama jika melihat potensi ancaman yang bisa terjadi usai pengumuman kenaikan harga BBM. ”Tidaklah (tidak berlebihan). Siaga satu itu kan pengertiannya, selalu siap bergerak setiap saat dan kapan pun. Itu semua memang ada tahapan-tahapannya,” ujarnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content