Tak Mampu Bayar uang Kebersihan Sekolah, Remaja ini Nekat Tenggak Racun

oleh venny
12:02 PM on Feb 13, 2015

Lagi, kisah pilu kenekatan remaja berusaha mengakhiri hidupnya terulang, kali ini seorang remaja berusia 17 tahun, Ferdian siswa kelas XI madrasah aliyah (MA) -setingkat SMA- di Mataiwoi, Kecamatan Angata, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Remaja ini nekat menenggak racun serangga karena tak mampu membayar iuran lomba kebersihan dan sering dimarahi oleh guru di sekolahnya. Untungnya, nyawa Ferdian berhasil diselamatkan setelah pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Bahteramas Kendariuntuk mendapatkan pertolongan.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Bunuh diri dengan racun serangga ilustrasi
Bunuh diri dengan racun serangga ilustrasi

Ibu Ferdian, Nurnani (41) menceritakan bahwa anak lelakinya itu kerap dimarahi oleh gurunya. Bahkan gurunya seringkali menyuruh anaknya untuk membawa perlengkapan ruangan kelas. Namun meki Ferdian sudah menuruti perintah guruya itu, ia tetap kena marah.

“Ketika disuruh bawa kursi, palu-palu, gergaji, jam dinding, dia bawa semua, tetapi tetap dimarahi gurunya. Katanya, ‘Kau itu Ferdin gak usah mi ko datang di sekolah, itu mi mungkin dia frustrasi,'” cerita Nurnani meniru ucapan guru Ferdian, Kamis (12/2/2015) seperti dilansir di kompas.

Nurnani lantas menceritakan sebelum anaknya nekat mencoba mengakhiri hidupnya, anaknya itu meminta uang Rp. 10.000,00 padanya untuk membayar lomba kebersihan di sekolahnya, namun saat itu ia tak punya uang. Ia tak menyangka jika Ferdian merasa putus asa itu mencari racun serangga ke tetangganya dan mnenggaknya.

“Saat itu, sekolahnya ikut lomba kebersihan. Jadi, siswa disuruh membayar Rp 10.000. Saya bilang belum ada uang, besok saja. Tidak pernah saya marahi. (Tapi), dia memang sering dimarahi gurunya,” kata ibu Ferdian itu.

Kondisi keluarganya memang sulit, Ferdian pernah dimasukkan sebagai penerima beasiswa oleh sekolah, namun uang beasiswa sebesar Rp. 500.000,00 tersebut habis untuk membayar iuran sekolah.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara, Samsuri bahwa madrasah swasta memang membiayai sendiri keperluan di sekolah, namun iuran yang ada harus sesuai dengan kesepakatan. Bantuan dari pemerintah hanya untuk biaya operasional yaitu bantuan operasional sekolah (BOS) yang dibayarkan tiap semester.

Ferdian juga sering terlambat datang ke sekolah, bukan karena malas namun memang karena jarak tempuh rumahnya dan sekolahnya cukup jauh. Karena hal ini pula ia sering dimarahi gurunya.

Terkait dengan sikap guru yang sering memarahi Ferdian, Samsuri menegaskan akan mencari tahu dan menindaklanjuti hal ini apabila memang terbukti ada oknum guru yang bertindak demikian.

“Sebagai pembina madrasah, saya akan segera konfirmasi dengan memanggil kepala sekolahnya dan gurunya,” terang Samsuri.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA