Menengok Kembali 7 Wajah Suriah Sebelum Porak Poranda Oleh Perang

oleh Tetalogi
16:39 PM on Apr 30, 2016

Tahun 2011 adalah awal bencana perang berkepanjangan yang terjadi di Suriah. Lebih dari 250 ribu warga Suriah meninggal dunia dan 11 juta diantaranya telah kehilangan tempat tinggal. Ribuan orang lainnya juga terpaksa lari ke luar negeri demi menyelamatkan diri.

Negara yang dulunya cantik dan tenang tersebut akhirnya porak-poranda. Padahal sebelum terjadinya perang, Suriah adalah tujuan wisata yang sangat terkenal karena banyak memiliki kota-kota tua yang begitu indah.

Baca Juga
Inilah Fakta Di Balik Banyaknya Nama ‘Nguyen’ yang Melekat Pada Pemain Timnas Vietnam
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota

1. Bab Touma, Kota Kuno yang Mulai Tergerus Peperangan

Bab Touma [Image Source]
Bab Touma [Image Source]
Bab Touma atau yang berarti ‘Gerbang Thomas’ adalah sebuah kota Damaskus Kuno yang cukup terkenal. Di kota kecil inilah terdapat jejak peninggalan masa-masa awal Kristiani. Bahkan nama kotanya sendiri, juga berasal dari Thomas, salah satu dari 12 murid Yesus. Bangunan-bangunan beserta dinding dan gerbang yang berusia ratusan tahun pernah berdiri di kota ini. Namun sebagian diantaranya kini telah hancur akibat bom dan peperangan.

2. Kastil Pertahanan yang Sudah Tidak Lagi Berdiri Kokoh

Aleppo Citadel [Image Source]
Aleppo Citadel [Image Source]
Aleppo Citadel adalah sebuah istana abad pertengahan yang dikelilingi benteng. Bangunan kuno ini dianggap sebagai kastil tertua dan terbesar di dunia. Bahkan, kastil ini pernah diduduki oleh bangsa Bizantium, Yunani, Ayyubi, dan Mamluk. Sayangnya, kerusakan besar menimpa Aleppo Citadel akibat perang Suriah yang masih terjadi.

3. Kota Penuh Peninggalan Sejarah yang Telah Dihancurkan dan Dikuasai ISIL

Foto Kuil Bel dan yang tersisa kini [Image Source]
Foto Kuil Bel dan yang tersisa kini [Image Source]
Palmyra atau Tadmur adalah sebuah kota kuno yang sudah ada sejak zaman Neolitikum. Karena telah dilewati berbagai zaman dan pernah mendapatkan pengaruh beragam budaya, wilayah ini punya banyak sekali warisan bersejarah. Tapi sisa-sisa peninggalan tersebut makin hancur sejak peperangan di Suriah dan ISIL yang menguasai wilayah ini sejak 2015.

4. Bahkan Masjid yang Dulu Begitu Indah Ini Juga Tidak Luput dari Sasaran Penghancuran

Masjid Agung Umayyad [Image Source]
Masjid Agung Umayyad [Image Source]
Masjid Umayyad atau disebut juga dengan Masjid Agung Damaskus adalah salah satu masjid terbesar dan tertua di dunia. Bagi sebagian Muslim, masjid ini bahkan dianggap sebagai tempat tersuci keempat dalam Islam. Sebagian orang juga percaya bahwa disinilah tempat Nabi Isa akan kembali saat kiamat kelak. Masjid ini juga menyimpan makam Saladin, jendral perang Muslim yang tersohor dalam perang Salib.

5. Souk Al-Hamidiyah, Pasar Tradisional yang Dulu Selalu Ramai Pengunjung

Souk Al-Hamidiyah [Image Source]
Souk Al-Hamidiyah [Image Source]
Souk adalah sebutan untuk sebuah pasar terbuka di Suriah. Souk pusat dan termasuk yang terbesar terletak di balik dinding kota kuno Damaskus dekat Citadel. Souk ini memanjang mulai dari Al-Thawra hingga plaza Masjid Umayyad. Sebagai souk terbesar, tidak heran jika tempat ini dulunya sangat ramai pedagang dan para pengunjung.

6. Suku Badui di Palmyra Terancam Kehidupannya

Bedouin di Suriah [Image Source]
Badui di Suriah [Image Source]
Suku Badui Suriah adalah kelompok seminomaden Arab keturunan dari para kelompok nomaded yang dulu tinggal di gurun Arab dan Suriah. Suku ini dulunya bertahan hidup dengan memanfaatkan keahliannya sebagai pemandu karavan melintasi gurun, menyuplai unta, serta menjadi pelindung melawan bandit. Tapi kini dengan adanya peperangan dan semakin berkurangnya turis yang datang, mereka hanya bisa bertahan dengan menyewakan unta, menjual scarf, dan perhiasan plastik.

7. Jalanan Kota yang Dulu Tenang Kini Tinggal Reruntuhan yang Mengenaskan

[Image Source]
Pemandangan mengenaskan jalan dan deretan rumah yang sama, sebelum dan setelah perang [Image Source]
Kota-kota yang dulu rapi dan tenang, kini telah banyak yang hancur dan hanya menyisakan reruntuhan. Banyak orang memilih meninggalkan Suriah dan menyelamatkan diri ke negara lain. Tapi nasibnya di negara yang baru juga belum tentu lebih baik karena mereka harus berjuang lagi dari awal. Belum lagi dengan adanya beberapa penolakan yang datang dari orang-orang di negara lain.

Sayang sekali negara yang begitu indah dan kaya kebudayaan serta peninggalan bersejarah pada akhirnya harus hancur oleh peperangan. Belum lagi dengan banyaknya korban jiwa yang terus berjatuhan. Namun sayang, sepertinya perang belum akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA