Surat Terpidana Mati Bali Nine Ini Bisa Jadi Pelajaran Bagi Kita Semua

oleh Ayu
14:06 PM on Mar 11, 2015

Terpidana mati Bali Nine, Andrew Chan, masih sempat mencurahkan isi hatinya sembari menunggu eksekusi mati di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah. Curahan hati yang ditulisnya dalam sebuah surat itu ditujukan untuk dirinya sendiri saat usia 15 tahun. Namun, surat ini bisa jadi pelajaran bagi siapapun.

Andrew Chan adalah warga Australia yang tergabung dalam duo Bali Nine. Ia mulai menuliskan isi hatinya setelah melihat 6 orang terpidana mati dibawa ke ruang eksekusi. Melihat nyawa-nyawa yang akan melayang itu, ada sebuah ketakutan yang membuatnya mengerti bahwa hidup sangatlah berharga. Maka ia menuliskan surat seperti di bawah ini.

Baca Juga
Inilah 6 Bahaya Terselubung yang Jarang Disadari Para Pengguna Kuis Lucu di Facebook, Berhati-Hatilah!
Merasakan Sensasi Jaringan 4G Ngebut Ala Smartfren Lewat Serunya Acara #Amazingfren

Andrew Chan via JPNN

“Dear Me, 

Saat kau lebih dewasa, kau akan ada di penjara Bali dan kau akan dieksekusi. Ini terjadi karena kau pikir menggunakan narkoba itu keren. Hal itu membuatmu berpikir its OK untuk mengimpor narkoba dan menghasilkan uang darinya. Keluarga dan temanmu kecewa dan hidupmu akan berakhir di tangan tim penembak. Kau bukan orang jahat, tapi obat-obatan membuatmu berbeda. Namaku, Andrew Chan.”

Ia juga menuliskan pesan untuk anak-anak muda agar tak mengikuti langkahnya.

“Akhirnya, aku adalah pria 29 tahun dan kenyataannya, aku mungkin tak bisa merayakan ulang tahun ke 30. Siapa di antara kalian yang mau mengikuti jejakku? Dan kuharap kata-kataku ini akan masuk dalam pikiran serta hati kalian dan semua dari kalian, bila tidak semua dari kalian, akan mendapatkan yang lebih dari apa yang pernah kudapatkan.”

“Aku merindukan pernikahan, pemakaman, kehadiran keluarga. Rasa sakit dan penderitaan tidak hanya padaku, tapi keluargaku yang sengsara. Sentuhan sederhana seperti pelukan sudah tidak mungkin lagi seperti orang terkutuk sepertiku.”

“Aku tak memiliki apapun selain meja besi untuk dipeluk, bukannya pelukan dari mereka yang kucintai dan kurindukan. Lebih tepatnya, aku tidak akan memiliki kesempatan untuk melihat hal-hal seperti kelahiran anak pertamaku. Hidupku ini adalah contoh sempurna dari suatu kesia-siaan. Ini tak perlu terjadi padamu. “

Kabarnya, Andrew telah melamar pacarnya, Febyanti Herewila, asal Jogjakarta yang merupakan seorang pastor. Mereka bertemu saat Andrew Chan masih di Penjara Kerobokan. Meski tahu akan dieksekusi mati, pada akhirnya Feby tetap menerima lamarannya.

Surat di atas juga untuk para generasi muda dan semua orang hendak atau sedang terjerumus narkoba. Jangan sampai jatuh ke lubang yang sama, karena pada akhirnya diri sendiri yang akan menyesal.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA