Perjuangan Seorang Ibu Untuk Anaknya, Rela Jadi Sopir Taksi

oleh didi
08:00 AM on Dec 22, 2014

Untuk melangsungkan kehidupan, manusia membutuhkan makan, pakaian dan lain-lain. Dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia memerlukan uang. Uangpun bisa kita dapat dengan bekerja.

Ada banyak pekerjaan didunia ini untuk seroang wanita. Contohnya seperti make-up artis, sekertaris, SPG atau sebagainya. Tapi dari sekian banyak pekerjaan itu, wanita ini lebih memilih profesi yang biasa dilakukan oleh seorang pria. Semua itu dilakukannya karena kebutuhan ekonomi dirinya dan keluarganya. Seperti cerita dari seorang ibu dibawah ini.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

1. Seorang Supir Taksi Wanita

Adalah Siti Bugiah. Seorang wanita paruh baya yang berprofesi sebagai supir taksi. Ya, supir taksi memang biasanya adalah sebuah pekerjaan yang biasanya dlakukan oleh seorang pria. Tapi, ibu Siti ini tak peduli akan hal itu, justru dia merasa bangga menjadi seorang supir taksi.

Ibu Siti, Seorang Supir Taksi Wanita - (c)dapurpacu.com
Ibu Siti, Seorang Supir Taksi Wanita – (c)dapurpacu.com

Sehari-harinya ibu Siti mengendarai sebuah taksi berwarna biru muda ini mulai dari pagi-pagi buta, pukul 05.00 WIB. Dimana saat itu orang-orang masih lelap tertidur namun tidak dengan ibu Siti. Dengan semangatnya ia usdah muali bekerja sepagi itu.

2. Seorang Ibu Dari Dua Anak

Ibu siti adalah seorang ibu yang sudah memiliki dua orang anak dan keduanya masih kecil. Dia merupakan single parent, karna dia sudah berpisah dengan suaminya tahun 2006 lalu. Maka dari tulah Ibu Siti banting tulang demi menghidupi kedua anaknya.

Menjadi Supir Salah Satu Armada Taksi -  (c)dapurpacu.com
Menjadi Supir Salah Satu Armada Taksi – (c)dapurpacu.com

Pasti tidak mudah menjadi ibu Siti, mengurus kedua anaknya yang masih kecil seorag diri. Terlebih lagu, ibu Situ harus rela meninggalkan sejenak anaknya yang masih kecil itu karna ia harus bekerja mulai dari pagi-pagi buta.

3. Sebelumnya Pernah Buka Warung Sembako

Ibu Siti yang tinggal di daerah Tangerang ini, memulai pekerjaannya sebagai supir taksi sejak tahun 2007 silam. Sebelumnya ia memiliki sebuah warung yang menjual barang-barang sembako, namun toko ini bangrut.

Seorang Ibu Dari Dua Anak - (c)dapurpacu.com
Seorang Ibu Dari Dua Anak – (c)dapurpacu.com

Kemudian akhirnya, Ibu Siti mencoba keuntungannya untuk melamar di perusahaan taksi berwarna biru muda ini. Nasib baik berpihak padanya, seteah menjalani sedikit tes Ibu Siti akhirnya diterima sebagai supir taksi di perusahaan ini.

4. Sosok Yang Disenangi

Ibu Siti merupakan sosok yang disenangi oleh siapa saja yang mengenalnya. Mulai dari teman seprofesi lainnya, tamu yang di antar dan juga tetangga di rumahnya. Bahkan tetangganya pun rela di titipi anaknya ibu Siti untuk menjaganya selama dia bekerja.

Menjadi Supir Salah Satu Armada Taksi -  (c)dapurpacu.com
Ibu Siti Bersama Supir Taksi Lainnya – (c)dapurpacu.com

Kesabaran yang dimilikinya, merupakan modal utama untuk bertahan demi menghidupi keluarganya. Selama 12 jam ia bekerja, dilaluinya dengan perasaan senang. Ibu Siti berkata “Mau macet, mau banjir aku jalani dengan Happy”.

5. Sosok Yang Selalu Sabar Dan Selalu Senang

Dari hasil kesabarannya mengendarai taksi ini, Ibu Siti mendapatkan gaji sebesar 3 – 3,5 juta perbulannya. Angka yang tidak terlalu banyak sepertinya untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya ini. Namun ibu SIti tetap ibu yang pintar, dia bisa menyisihkan penghasilannya untuk mengansuransikan kedua anaknya.

Selalu Senang Ala Ibu SIti - (c)dapurpacu.com
Selalu Senang Ala Ibu SIti – (c)dapurpacu.com

Memang lelah dilihatnya, namun Ibu Siti tetap tawakal menjalaninya. Walaupun sepulangnya ia ke rumah, ibu Siti hanya mendapatkan anaknya dalam keadaan tertidur. Tapi ia tetap senang karna bisa berkumpul dengan keluarganya walau hanya sebentar.

Itu tadi kisah seorang ibu, yang juga single parents yang dengan berani mengarungi kerasnya kehidupan di jalan raya. Semua itu ia lakukan demi membahagiakan kedua buah hatinya. Memang, akan selalu ada pengorbanan dalam hidup ibu untuk anak-anaknya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA