Tiga Sumpah ‘Nyeleneh’ di Pilkada DKI Jakarta

oleh Agus Supriyatna
20:00 PM on Feb 14, 2017

Hiruk pikuk di Pilkada Jakarta, beda dengan suasana di pemilihan daerah lainnya, meski tahapannya dilakukan dalam waktu yang sama. Tapi banyak yang menilai, dinamika di Pilkada Ibukota tak asyik lagi. Politik bukan lagi dianggap sebagai panggung kegembiraan. Tapi sudah jadi medan perang. Apalagi sekarang kian mendekati hari ‘H’, hiruk pikuk kian sangar. Orang yang tak ber-KTP Jakarta pun ikut-ikutan masuk gelanggang. Bahkan lebih galak dan garang ketimbang yang ber-KTP ibukota.

Namun yang pasti, pemilihan di Jakarta kali ini memang beda. Lebih membara, dibanding pesta sebelumnya. Dan, lebih banyak sejarah baru yang tercipta menjelang pesta digelar. Salah satu sejarah yang tertoreh dalam hiruk pikuk Pilkada di ibukota adalah munculnya tiga sumpah ‘nyeleneh’ yang diucapkan tiga tokoh di Jakarta.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Ya, kalau kamu nyimak perjalanan Pilkada di DKI ini mulai dari awal, pasti pernah mendengar celotehan orang-orang terkenal yang bersumpah ngawur. Misalnya Haji Lulung yang pernah sesumbar bakal potong telinga kalau Ahok jadi maju dengan jalan independen. Tak hanya Haji Lulung, masih ada beberapa orang terkenal lainnya yang juga bersumpah asal-asalan.

1. Sumpah Loncat dari Monas

Tokoh pertama yang pernah mengucap sumpah ekstrem terkait dengan Pilkada DKI ini adalah Habiburokhman. Ketika itu Kepala Bidang Advokasi Partrai Gerindra itu bersumpah akan loncat dari Monas, kalau Ahok benar-benar bisa mengumpulkan satu juta dukungan KTP. Ketika sumpah itu diucapkan gagah oleh Habiburokhman, Ahok memang sedang merintis dukungan untuk maju lewat jalur perseorangan. Jalur yang mensyaratkan dukungan KTP warga.

Ahok dan Habiburokhman [Image Source]
Habiburokhman sendiri kemudian ditagih netizen untuk loncat betulan dari Monas tatkala diketahui KTP untuk Ahok benar mencapai satu juta. Pria ini kemudian berkelit dengan banyak alasan. Sampai akhirnya, kejar-kejaran janji itu berakhir ketika Ahok kemudian maju lewat dukungan partai semacam PDI Perjuangan, Nasdem, dan beberapa lainnya.

2. Sumpah Iris Telinga

Tokoh kedua yang juga pernah bersumpah asal-asalan adalah Haji Lulung. Pria ini adalah politisi PPP yang bisa dibilang pernah anti dengan salah satu calon gubernur Jakarta, yakni Ahok. Haji Lulung, sama seperti Habiburokhman, saking sebalnya kepada Ahok, sempat mengucapkan janji akan iris kuping, jika Ahok benar-benar maju lewat jalur perseorangan.

Haji Lulung janji potong telinga [Image Source]
Untungnya dewi fortuna berpihak pada Haji Lulung. Ahok ternyata tak konsisten kepada niatnya mau maju lewat jalur perseorangan. Ahok, akhirnya putar haluan, maju pemilihan lewat jalur partai. Maka, selamatlah kuping Haji Lulung. Tentu tidak bisa bayangkan, jika Ahok benar-benar maju lewat jalur perseorangan, mungkin Haji Lulung akan kehilangan gantungan kacamatanya.

3. Sumpah Pindah Dari Jakarta

Nah, orang ketiga yang sukses mengucapkan sumpah janji terkait Pilkada DKI tahun ini adalah Ahmad Dhani. Bos Republik Cinta itu, sempat mengucapkan sumpah janji, akan keluar Jakarta kalau Ahok menang di Pilkada DKI Jakarta. Ya, sumpah janji yang ringan saja sebenarnya. Bukan kelas berat seperti Habiburokhman atau Haji Lulung.

Ahok vs Ahmad Dhani [Image Source]
Tak seperti kedua orang sebelumnya, Ahmad Dhani belum-belum sudah memenuhi janjinya walaupun Ahok belum dideklarasikan sebagai pemenang. Ya, suami Mulan Jameela itu diketahui¬†maju di pemilihan bupati Kabupaten Bekasi. Dia berpasangan dengan Sa’aduddin, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dhani sendiri maju sebagai calon wakil bupati. Realisasi janji ini tak buruk sih, toh seumpama Ahok terpilih, sang pentolan Dewa ini bisa agak unjuk gigi dengan jabatan wakil bupati. Tapi, itu dengan catatan kalau terpilih. Seumpama takdir berkata lain ya Dhani mungkin harus mengakui keunggulan Ahok.

Terlepas dari soal ekstremnya janji-janji di atas, eksistensi sumpah itu jadi bukti tak terbantahkan kalau Pilkada DKI kali ini memang beda. Harapannya mudah-mudahan ini turut membawa kebaikan bagi ibukota. Siapa pun yang terpilih nantinya, bisa membawa kota kebanggaan ini menjadi lebih baik.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA