Kelihatannya Baik, 5 Sumbangan yang Malah Memperburuk Keadaan

oleh Tetalogi
15:45 PM on Feb 24, 2016

Yang namanya bantuan atau sumbangan memang tujuannya untuk meringankan beban orang lain dan membantu mereka yang sedang membutuhkan. Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian sebagai sesama manusia. Jadi, sepertinya tidak mungkin bisa terjadi sesuatu yang salah dengan niat baik ini.

Tapi jangan salah, ada kalanya bantuan juga malah bisa memperburuk keadaan jika tidak didahului dengan observasi dan perencanaan yang matang. Terkadang juga bisa menjadi semakin kacau kalau bantuan dilakukan hanya demi kepentingan beberapa orang tertentu saja.

Baca Juga
4 Kejadian Generasi Micin Pingin Ngeksis Tapi Gak Tahu Tempat Ini Sempat Netizen Geram
5 Jasa Chairul Huda Semasa Hidup yang Membuat Dirinya Jadi Sosok Tak Tergantikan

1. Menculik Untuk Sumbangan

Seorang pekerja di sebuah lembaga bantuan Zoe’s Ark ditahan dan harus membayar denda karena mencoba menculik lebih dari 100 anak-anak atas nama bantuan. Zoe’s Ark meminta ratusan keluarga Perancis untuk membayar sumbangan hingga lebih dari 6.500 dollar untuk mengadopsi anak-anak dari negara yang dilanda perang.

Anggota Zoe's Ark [Image Source]
Anggota Zoe’s Ark [Image Source]
Namun, para pekerja dari lembaga bantuan tersebut ditangkap sebelum pesawat mereka yang penuh berisi anak-anak pergi meninggalkan Perancis. Dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa mayoritas anak-anak tersebut bukanlah anak yatim piatu atau bahakan berasal dari area konflik. Sebaliknya, mereka adalah anak-anak yang diambil dari orang tuanya.

2. Donasi Pakaian yang Malah Menghancurkan Negara

Gara-gara negara-negara Barat mulai memberikan sumbangan dengan mengimpor pakaian bekas pakai ke Kenya, industri negara di Afrika tersebut jatuh dan ribuan orang terpaksa kehilangan pekerjaannya. Sejak tahun 1980, industri tekstil Kenya merosot sampai 96 persen karena lebih dari 100 ribu ton pakaian bekas pakai diimport ke negara tersebut setiap tahunnya.

Industri tekstil Kenya [Image Source]
Industri tekstil Kenya [Image Source]
Pakaian donasi tersebut dijual di pasar-pasar Kenya sehingga lebih dari setengah juta pembuat sepatu dan pakaian tidak lagi terpakai. Perdagangan bernilai milyaran dollar ini menghancurkan pasar tekstil Afrika hingga akhirnya 12 negara di benua tersebut melarang adanya impor donasi pakaian.

3. Pertolongan yang Berakhir dengan Wabah

Gempa bumi besar pernah melanda Haiti sehingga pasukan penjaga perdamaian PBB datang untuk membantu korban. Sayangnya, pasukan PBB ini malah menjadi penyebab menyebarnya wabah kolera di negara tersebut yang menewaskan 8 ribu orang. Pasukan PBB awalnya terjangkit penyakit ini saat berada dalam misi sebelumnya di Nepal. Wabah tersebut kemudian menyebar karena sistem sanitasi di pangkalan mereka bocor dan mengontaminasi sungai Haiti.

Gempa bumi Haiti [Image Source]
Gempa bumi Haiti [Image Source]
Kerusakan parah oleh gempa bumi dan fasilitas saluran air Haiti yang buruk menyebabkan penyakit ini menyebar dengan cepat dan menginfeksi setengah juta orang. Gara-gara wabah ini, usaha membangun kembali Haiti menjadi tertunda dan masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap PBB setelah mereka menolak bertanggung jawab.

4. Pemerkosa Berkedok Penggalang Dana Bantuan

Presenter Inggris Jimmy Savile menggunakan status sebagai seorang penggalang dana bantuan terkenal untuk memperkosa setidaknya 60 pasien di rumah sakit Stoke Mandeville. Savile dengan leluasa melakukan aksi bejatnya ini di rumah sakit selama lebih dari 20 tahun setelah menteri pemerintahan menunjukknya sebagai kepala penggalangan dana untuk unit cidera tulang belakang di rumah sakit tersebut.

Jimmy Savile [Image Source]
Jimmy Savile [Image Source]
Meski dikenal sebagai seorang yang cabul, ia bita tinggal dengan bebas di bagian mana saja di rumah sakit tersebut. Hasil penyelidikan kemudian mengungkapkan bahwa ia akan mencabuli pasien yang lumpuh dari leher ke bawah. Ia bahkan memperkosa seorang gadis 8 tahun dalam 10 waktu yang berbeda ketika gadis tersebut mengunjungi rumah sakit.

5. Bom yang Dikira Bantuan Makanan

Seorang bocah di Afghanistan tewas dengan kepala meledak setelah salah mengira sebuah bom sebagai kotak bantuan makanan. Ketika pesawat Amerika mulai menjatuhkan bom di Afghanistan pada Oktober 2001, mereka juga menjatuhkan ribuan bantuan makanan untuk penduduk sipil.

Kiri Makanan, Kanan Bom
Kiri Makanan, Kanan Bom

Hanya saja, wadah bom dan makan tersebut ternyata berukuran sama dan keduanya dibungkus dengan plastik berwarna kuning sehingga sulit membedakan keduanya. Anak kecil tersebut mengambil bom yang berwarna cerah tersebut karena mengiranya sebagai bantuan makanan. Bom tersebut meledak dan menewaskannya.

Memberikan bantuan memang hal yang bagus, tapi harus jelas bahwa bantuan tersebut semata-mata untuk menolong yang membutuhkan dan bukan untuk kepentingan pribadi. Sebelum memberikan bantuan juga diperlukan observasi terlebih dahulu agar apa yang dilakukan atau diberikan bisa tepat sasaran dan tidak malah merugikan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 15 Meme FTV Ini Bikin Kamu Nyadar, Bahwa Hidup Nggak Semanis Adegan Film di TV Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA