3 Tradisi Tato Paling Sangar Ini Ternyata Berasal dari Suku Asli Indonesia

oleh Diah
13:44 PM on Mar 2, 2016

Di berbagai negara di dunia, terutama yang berada di Amerika Latin dan Afrika, ada beberapa suku dengan ciri khas berupa tato. Selain di negara-negara tersebut, Indonesia juga memiliki suku-suku yang memiliki ciri khas berupa tato di tubuhnya.

Mungkin bagi kebanyakan orang, seseorang yang memiliki tato selalu diidentikkan dengan kejahatan, kriminal dan hal-hal negatif lainnya. Akan tetapi, tidak semua orang yang bertato adalah pelaku kejahatan atau kriminal. Banyak di antara mereka yang memiliki tato itu adalah orang-orang terkenal, bahkan selebritis.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Apabila digeneralisasikan bahwa tato adalah kejahatan atau sebagai penanda kejahatan, maka bagaimana dengan nasib beberapa suku di Indonesia yang memiliki kebudayaan dan ciri khas mentato tubuhnya tersebut? Nah, untuk mengetahui suku-suku apa saja yang memiliki budaya tato di Indonesia, Anda dapat melihat daftarnya di bawah ini.

1. Suku Mentawai

Suku Mentawai adalah suku yang mendiami daerah di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Orang-orang di suku Mentawai memiliki tradisi mentato tubuhnya sendiri dengan motif-motif khusus dan tidak sembarangan yang disebut dengan istilah “Titi”. Sedangkan orang yang pandai mentato disebut dengan nama “Sipatiti” atau “Sipaniti.” Tato yang terlihat di tubuh orang-orang Suku Mentawai menyimbolkan keseimbangan alam dan keindahan serta sebagai balas jasa yang diberikan kepada Sipatiti.

Orang dari Suku Mentawai [image source]
Orang dari Suku Mentawai [image source]

Rata-rata motif tato Suku Mentawai adalah batu, hewan, tumbuhan, busur, panas, mata kail, duri rotan, tempat sagu sampai dengan binatang ternak. Bahkan, konon tato Suku Mentawai ini adalah seni rajah tubuh tertua di dunia dan lebih tua dari tato Mesir. Sekarang ini, seni rajah tubuh Suku Mentawai sudah semakin jarang ditemui karena masuknya ajaran agama dan pendidikan. Akan tetapi, bagi Anda yang ingin melihat seni tato Suku Mentawai, dapat berkunjung ke Desa Madobak, Ugai dan Matotonan yang berada di hulu Sungai Siberut Selatan, Pulau Siberut, kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

2. Suku Dayak

Seperti halnya tato Suku Mentawai, seni rajah tubuh Suku Dayak juga merupakan yang tertua di dunia. Ada beberapa suku di Kalimantan yang memiliki tradisi mentato tubuhnya, yaitu Suku Dayak Iban, Suku Dayak Tunjung, Suku Dayak Daratan, Suku Dayak Kenyah dan Suku Dayak Kayan. Dalam tradisi orang-orang Dayak, seni tato adalah ritual tradisional yang memiliki kaitan dengan peribadatan, kesenian dan pengayauan serta sebagai penanda status sosial juga untuk identitas kelompok.

Tradisi mentato di suku Dayak [image source]
Tradisi mentato di suku Dayak [image source]

Tidak hanya itu saja, kabarnya, tato yang ada di tubuh orang Dayak dipercaya dapat menangkal pengaruh jahat dan juga memberikan keselamatan bagi diri. Rata-rata, orang-orang Dayak pria akan mentato tubuhnya dengan motif yang melambangkan kejantanan, keberhasilan dalam perang dan identitas kesukuan. Bahkan dengan mentato tubuh, maka seorang laki-laki Dayak akan merasa bangga, karena hal tersebut merupakan suatu perlambang bahwa dirinya memiliki sesuatu yang spektakuler. Sedangkan bagi wanita, seni rajah tubuh ini berfungsi sebagai sarana untuk mempercantik diri.

3. Suku Moi

Suku Moi adalah orang-orang yang mendiami daerah di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Bahkan menurut para pakar budaya menyebutkan bahwa seni rajah yang dimiliki Suku Moi ini dimulai sejak zaman Neolitikum.

Orang suku Moi [image source]
Orang suku Moi [image source]

Rata-rata motif tato yang digunakan oleh orang-orang Suku Moi adalah geometris dan garis-garis melingkar disertai dengan titik-titik berbentuk segitiga kerucut atau tridiagonal. Bagian tubuh yang sering dijadikan obyek tato adalah dada, pipi, kelopak mata, betis, pinggul dan punggung.

Sayangnya, sekarang ini sudah banyak generasi muda Suku Moi yang tidak menggunakan seni rajah tubuh ini di badan mereka karena tradisi ini sudah dianggap kuno dan masuknya modernisasi di daerah tersebut. Tentunya akan sangat disayangkan jika budaya asli Indonesia yaitu seni rajah tubuh ini menghilang karena para generasi mudanya atau juga pemerintah daerah setempat tidak melestarikannya lagi.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA