in

Suku Saweng, Pelaut Tangguh dari Tanah Bangka Belitung

Ada banyak suku yang tersebar di berbagai daerah di negeri kita tercinta ini. Suku-suku ini punya tradisi dan kearifan lokal masing-masing yang patut kita lestarikan.

Salah satu yang unik dan jarang dikenal oleh kita adalah suku Sawang. Mungkin bagi kamu yang pernah membaca karya-karya Anrea Hirata seperti Laskar Pelangi dan 3 seri lainnya, pasti sudah tak asing lagi dengan nama ini. Karena memang, keberadaan suku ini tak jauh dari tempat tinggal Andrea.

Nah, kali ini kita akan mengenal sekilas tentang kehidupan, tradisi, dan seperti apa suku Sawang ini di sini.

1. Tak Suka Tinggal Menetap dan Laut jadi Tujuan

Suku Sawang merupakan suku yang telah lama mendiami daerah pedalaman Belitung. Orang-orang yang sebagian besar adalah pendatang dari Riau ini, diperkirakan telah ada di Belitung sejak masa penjajahan Jepang di Indonesia. Dulu sekali, suku ini terkenal hidup secara nomaden (berpindah-pindah tempat) dengan menggunakan perahu sebagai tempat tinggal mereka. Tak salah jika orang Sawang disebut sebgaia “penjaga” laut Belitung.

1. Laut belitung
Laut belitung [ Image Source ]
Saat ini orang-orang Sawang lebih memilih tinggal di laut atau di pesisir pantai, bukan lagi di perahu seperti pendahulu mereka. Orang-orang Sawang seperti tak bisa hidup tanpa laut. Bukan hanya tempat tinggal mereka saja yang di laut, mata pencaharian mereka juga berada di laut. Orang-orang Sawang terkenal sebagai nelayan yang tangguh dan mahir dalam membuat perahu.

2. Tradisi yang Masih Eksis Dilakukan

Keunikan suku Sawang bukan hanya pada hobi mereka yang tak lepas dari laut, tapi juga tradisi. Ya, orang Sawang punya tradisi yang masih terjaga hingga sekarang yaitu Buang Jung. Dalam tradisi ini kita akan melihat perahu-perahu mini yang terbuat dari kayu jeruk antu dan berisi aneka kue, terapung-apung di tengah lautan.

2.Tradisi Buang Jung
Tradisi Buang Jung [ Image Source ]
Buang Jung adalah puncak dari acara-acara yang telah digelar selama sepekan. Setelah upacara ini digelar, maka selama 3 hari masyarakat dilarang untuk ke laut. Buang Jung diadakan sebagai wujud syukur mereka pada Tuhan, sekaligus memohon keselamatan untuk mereka saat melaut dan mencari nafkah.

Saat ini suku Sawang yang mendiami Belitung hanya tersisa 50 kepala keluarga. Mereka bertahan tinggal di Desa Selinsing, kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, atau 10 Km dari pusat kota Manggar. Budaya orang Sawang saat ini juga mulai terkikis oleh modernisasi. Hanya 30% orang Sawang yang menggunakan bahasa Sawang. Generasi penerus mereka juga sudah banyak yang tak melaut. Suku ini di ambang kepunahan.

Sudah semestinya, kita sebagai warga Indonesia, melestarikan suku dan budaya dari negeri sendiri. Seperti suku Sawang yang saat ini jumlahnya sudah mulai berkurang dan tradisinya yang mulai terkikis modernisasi.

 

Written by VeBee

Leave a Reply

5 Fakta Kunoichi, Ninja Wanita Kebanggaan Jepang yang Terkenal Sangat Garang

Tak Mau Dijajah Bule Asing, Chandra Polisikan Perusak Drone Miliknya