Stres Mengajar Anak Nakal, Guru Ini Terima Uang Rp 8,5 Miliar

oleh Admin
09:05 AM on Sep 8, 2014

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang cukup berat dan menantang. Mereka tak hanya bertanggung jawab pada pendidikan anak didiknya, karena beberapa guru sering stres akibat tingkah murid-muridnya. Memiliki murid dengan berbagai karakter memang menjadi tantangan tersendiri, anak murid yang pendiam, ada juga yang sangat nakal. Uniknya, seorang guru yang stres menghadapi murid yang sangat nakal mendapat ganti rugi uang yang sangat banyak.

Peter Doulis mengajukan gugatan hukum kepada Pemerintah Victoria dan mengatakan dirinya mengalami gangguan psikologis berat setelah harus mengajar murid-murid paling nakal di sekolah Werribee College, Melbourne. Pengadilan Tinggi Victoria membenarkan hal tersebut dan mengatakan Doulis sering mendapat ancaman saat mengajar di sekolah. Total masa mengajar yang dilakukan Doulis dari tahun 1998 hingga 2004.Stres Mengajar Anak Nakal, Guru Ini Terima Uang Rp 8,5 Miliar

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

Doulis menceritakan betapa liar murid-murid yang dia ahar, mereka sering memanjat dinding sebelum masuk kelas, bahkan saat mengajar ada murid yang mempersenjatai dirinya dengan penyembur api darurat dan membakar kaus murid lainnya. Tindakan-tindakan itu hanya sebagian kisah Doulis yang membuatnya stres dan depresi. Dia mengatakan sangat menderita harus mengajar anak-anak nakal tersebut.

Dalam persidangan terungkap bahwa pihak sekolah dan pemerintah negara tidak mempedulikan kondisi Doulis selama mengajar. Mereka tidak memindahkan Doulis yang harus mengajar murid-murid yang memiliki kemampuan belajar rendah dan nilai-nilai yang sangat buruk.

“Saya menemukan telah terjadi pelanggaran terhadap tugas yang seharusnya dilakukan sekolah, dan menjadi penyebab terjadinya sejumlah kondisi depresi kronis yang dialami Doulis,” ujar pihak pengadilan.

Akibat tuntutannya, Doulis memenangkan gugatan dan menerima kompensasi atas penderitaan yang dialami dan gangguan psikologis selama mengajar. Total kompensasi yang diterima Doulis mencapai angka Rp 8,7 miliar. Semua jumlah itu diharapkan bisa menghapus penderitaannya akibat sudah kehilangan kebahagiaan hidup selama mengajar. Doulis juga berhak menerima kompensasi kerugian ekonomi di masa depan yang nilainya akan diputuskan dalam sidang terpisah.

Baca Juga :6 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kamu Tambah Pintar
Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA