Ini Dia Beberapa Dosa Steven Gerrard Di Liverpool

oleh wahyu
07:00 AM on Jan 19, 2015

Melihat loyalitas yang dimiliki Steven Gerrad, sudah sepantasnya ia menyandang status sebagai legenda Liverpool. Pemain berusia 34 tahun ini memulai karier di akademi Liverpool serta menandatangani kontrak profesionalnya bersama The Reds sejak 5 November 1997 dan berakhir di 02 Januari 2015. Selepas kepergian Jamie Redknapp, Gerrard menjadi pemain terpenting dan tak tergantikan di lini tengah Liverpool.

Namun, layaknya pepatah, tak ada gading yang tak retak. Selama berkandang di liverpool, ternyata Gerrard sering membuat kesalahan fatal yang berakibat kerugian besar bagi The Reds. Dari beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Gerrad, berikut 5 diantaranya:

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

1. Bunuh Diri di Final Piala Liga Inggris

Pada Liga Inggris di tahun 2005, mungkin Liverpool bisa saja menyabet juara. Akan tetapi, semuanya seolah sirna akibat gol bunuh diri yang dilakukan Steven Gerrard. Saat itu, yaitu ketika pertandingan final melawan Chelsea, Gerrard mencetak gol ke gawang sendiri melalui tandukannya. Dan kejadian ini terjadi di menit-menit terakhir pertandingan. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1.

Bunuh Diri di Final Piala Liga Inggris
Bunuh Diri di Final Piala Liga Inggris

Hal Tersebut memaksa wasit untuk memberikan babak tambahan dalam pertandingan final tersebut. Di babak tambahan ini, Chelsea berhasil mencetak tiga gol tambahan dan keluar sebagai juara Liga. The Blues menutup laga dengan kemenangan 4-2.

2. Back Pass Bodoh Melawan Arsenal

Kesalahan fatal Gerrad yang kedua adalah saat ia melakukan Back Pass bodoh. Back Pass bodoh ini terjadi ketika Liverpool berhadapan melawan Arsenal di Highbury pada tahun 2006. Hingga menit ke-80 awalnya kedudukan imbang 1-1.

Back Pass Bodoh Melawan Arsenal
Back Pass Bodoh Melawan Arsenal

Kesalahan dimulai ketika Gerrard yang memegang bola beberapa meter di depan kotak penalti akan melakukan back pass. Namun sayangnya, diluar dugaan Gerrad, bola justru mengarah kepada Thierry Henry. Dengan santai, Henry pun menggocek kiper Pepe Reina dan berhasil menyarangkan bola ke dalam gawang. Arsenal pun meraih kemenangan 2-1.

3. Back Pass Bodoh Melawan Chelsea

Masih tentang Back Pass bodoh, kali ini kejadian tersebut terjadi di tahun 2010 saat melawan Chelsea. Saat itu, Gerrad yang kurang hati-hati membawa bola back pass diserobot oleh Didier Drogba. Dengan santai dan mudah, Drogba menggocek Reina dan berhasil menjebol gawang liverpool.

Back Pass Bodoh Melawan Chelsea
Back Pass Bodoh Melawan Chelsea

Chelsea pun akhirnya memenangkan pertandingan tersebut dengan kedudukan 2-0 di Anfield. Dan The Blues berhasil tampil sebagai juara Liga Premier Inggris pada akhir musim.

4. Terpeleset di Anfield

Anda mungkin masih sangat ingat dengan insiden terpelesetnya Gerrard di Stadion Anfield saat berhadapan melawan Chelsea di pada musim lalu. Kejadian ini termasuk dalam kesalahan fatal yang pernah dilakukan Gerrad sepanjang kariernya.

Terpeleset di Anfield
Terpeleset di Anfield

Kejadian ini bermula saat Gerrard hendak menerima umpan pendek dari Sakho. Karena posisi tubuh yang kurang sempurna, sontak Gerrad pun terpeleset. Bola pun akhirnya terebut oleh Demba Ba dan kemudian berhasil dikonversi menjadi sebuah gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol balasan dari liverpool, yang artinya Chelsea menang dua gol tanpa balas.

5. Kartu Merah di Merseyside Derby

Kesalahan fatal ini terjadi pada 27 September 1999 di Stadion Anfield. Ini merupakan kesalahan paling fatal yang sangat memukul Gerrad. Karena menekel dengan keras penyerang The Toffees, Kevin Campbell, Gerrard diusir keluar usai dikartumerah. Insiden ini ternyata sempat membuat Campbell marah besar kepada Gerrard yang saat itu masih berusia 19 tahun. Partai Merseyside derby itu pun akhirnya dimenangkan Everton dengan skor tipis 1-0.

Kartu Merah di Merseyside Derby
Kartu Merah di Merseyside Derby

“Rasanya benar-benar tak enak usai kekalahan itu. Butuh waktu lama untuk melupakannya. Kami kalah, saya diusir keluar tapi saya kemudian makan siang di Albert Dock setelahnya dan berpikir kami sebenarnya bisa menang. Saya benar-benar tidak ingin mengalaminya karena saya sudah mengecewakan banyak orang,” ujar Gerrard di Guardian.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA