4 Situs Bersejarah Indonesia dengan Kondisi “Terancam” Karena Tergerus Kemajuan Zaman

Akhirnya mereka tak lain dan tak bukan keadaannya tidak karuan

oleh Arief Dian
16:00 PM on Aug 28, 2017

Beberapa waktu yang lalu sempat viral mengenai situs terbengkalai yang ada di kota Malang. Ya, sebuah situs sejarah yang bernama Watu gong itu rupanya terletak di parkiran restoran cepat saji. Alhasil, banyak orang yang jarang tahu situs itu karena tempatnya yang tertutup restoran, ditambah lagi keadaannya yang jadi tidak terlalu terawat. Kalau sudah jadi begini, jadi bingung siapa yang harus disalahkan atas keadaan situs tersebut.

Ternyata Watu Gong tidak sendiri, banyak pula situs sejarah lain yang mengalami nasib serupa. Ya, seiring kemajuan zaman situs sejarah seperti itu mulai dilupakan. Alhasil mereka tidak terawat bahkan tidak jarang yang malah diekspolitasi ole masyarakat. Lau bagaimana keadaannya? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Vampir Dog, Binatang Misterius yang Diduga Jadi Tersangka Utama Penghisap Darah Puluhan Kambing di Malang
Mulai dari Disalahartikan Hingga Ditakuti, Inilah Arti Sebenarnya dari Lagu “Genjer-Genjer”

Peninggalan Watu Gong di dekat restoran cepat saji

Bagi warga Malang dan sekitarnya pasti sangat akrab dengan yang namanya Watu Gong ini. Ya salah daerah di sana rupanya menggunakan nama tersebut untuk jalannya. Ternyata nama tersebut tidak semata-mata diberikan, melainkan ada sejarahnya yang mendahului. Usut punya usut, ternyata ada sebuah peninggalan sejarah yang juga bernama Watu Gong di sana.

Keadaan watu gong

Ya, sebuah prasasti batu yang menyerupai sebuah gong pada gamelan. Akhirnya berdasarkan penemuan prasasti itu, akhirnya nama daerah yang ada di sekitar pun dinamai serupa. Namun bagaimana keadaannya sekarang? Rupanya Watu gong kini kondisinya miris karena tertutup dengan sebuah restoran cepat saji yang ada di sana. Tidak seperti peninggalan budaya yang lainnya, keadaan watu gong sangat jauh dari kata terurus.

Beberapa situs bersejarah Jawa Barat yang jadi korban demam akik

Beberapa waktu yang lalu sempat heboh mengenai demam batu akik yang ada di masyarakat. Ya, lantaran merebaknya tren tersebut, banyak orang yang saling unjuk gigi dengan memamerkan batu akik paling indah yang mereka miliki. Sedangkan sebagian lain, saling berburu bahan dasar batu akik hingga ke daerah-daerah. Namun sayang, justru pemburuan batu akik ini lah yang jadi sebuah masalah yang pelik.

korban demam akik

Pasalnya banyak orang tidak memperdulikan di mana mereka menemukan bahan dasar akik. Ya, alhasil beberapa situs bersejarah jadi korban mereka dalam mencari kekayaan. Dilaporkan, mulai dari Curug Dago di Bandung hingga Situs Subang larang di Subang menjadi korban penjarahan para pencari batu akik. Lagi-lagi karena keserakahan, situs sejarah jadi korbannya.

Situs Sukabumi jadi tempat pengeruk pasir

Serupa dengan kisah yang lain, lagi-lagi nasib situs sejarah yang ada di Sukabumi ini tidak kalah mirisnya. Lantaran kontur tanah yang bisa dikeruk dan digunakan untuk bahan bangunan, akhirnya banyak situs bersejarah di Sukabumi yang jadi lahan pencaharian para pengeruk pasir yang ada di sana.

Situs jadi tempat cari pasir [image source]
Hal ini pastinya menjadi rambu merah bagi masyarakat, mengingat sudah banyak kasus yang serupa dan berakhir pada rusaknya situs bersejarah. Kalau seperti ini entah siapa yang harus disalahkan namun yang jelas hal ini tidak boleh terus dibiarkan. Bagaimana pun, situs-situs itu telah menjadi saksi sejarah dari Indonesia dan nusantara ini.

Situs sejarah tergerus dengan pasar ikan

Keberadaan sebuah tempat untuk bertransaksi seperti pasar agaknya menjadi sebuah hal yang penting bagi masyarakat. Namun sayang keberadaan tempat tersebut kadang sama sekali tidak mengidahkan beberapa situs sejarah yang seharusnya di jaga. Seperti yang ada di Jakarta, sebuah situs penting dinding pagar pembatas kota Batavia sudah tidak karuan keadaannya.

Dinding Batavia [image source]
Ya hal itu tidak lain dan tidak bukan karena adanya sebuah pasar ikan yang ada di atas. Alhasil, situs di pasar ikan itu jadi tertutup dan sangat tidak terawat. Beruntung pemerintah setempat mencoba membangunnya kembali agar masih bisa dilestarikan.

Seharusnya situs bersejarah seperti itu mestinya kita rawat dengan baik. Mungkin dari bentuknya memang sangat biasa bahkan terkesan primitif. Namun nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tidak akan pernah bisa digantikan.

 

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules Inilah Mongrel Mob, Gangster Selandia Baru yang Namanya Mulai Jadi Pembicaraan di Dunia 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Miris! Bukan Kebahagiaan, Pengantin Ini Malah Dibuat Malu oleh Wedding Organizer Kisah John Kei, Preman Gahar Sang 'Godfather of Jakarta' yang Kini Menempuh Jalan Kebenaran Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA