Menguak Sistem Transaksi Prostitusi Online Berbasis Twitter

oleh Adi Nugroho
10:37 AM on May 30, 2015

Kita tidak bisa memisahkan praktik prostitusi dari suatu masyarakat. Prostitusi ibarat jamur yang akan terus tumbuh meski berkali-kali dipangkas hingga habis. Bahkan ada yang bilang jika prostitusi berkembang seiring dengan zaman yang terus berubah. Boleh dibilang ini merupakan salah satu bisnis tertua yang masih bertahan hingga sekarang.

Sistem prostitusi pun sekarang mulai berkembang. Tidak hanya berkumpul di suatu tempat yang sering disebut lokalisasi, atau rumah bordil. Namun mulai merambah dunia online yang bisa diakses dengan canggihnya. Prostitusi terus memperbarui sistemnya, dan memudahkan para pengguna jasa ini untuk memperoleh apa yang diinginkan.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

Zaman sekarang transaksi prostitusi bisa dilakukan di mana saja. Bahkan sambil tiduran di kamar semua bisa berjalan dengan cepat. Kemajuan teknologi sangat mendukung sistem yang kian berkembang. Hingga tidak bisa dikontrol lagi. Ingin tahu seperti apa sistem transaksi prostitusi online yang sekarang beredar di Twitter? Mari kita simak ulasan selengkapnya.

1. Mengapa Harus Twitter Untuk Transaksi Prostitusi Online?

Sebelum kita membahas lebih dalam seperti apa sistem prostitusi online via Twitter. Alangkah baiknya kita mengetahui alasan kenapa mereka menggunakan Twitter. Mengapa para penyedia jasa prostitusi ini menggunakan Twitter sebagai tempat berjualan dan menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya? Tanpa membuat mereka kesusahan seperti praktik prostitusi zaman dulu. Harus berdiri di pinggir jalan dan menggoda agar laku jasanya.

Prostitusi Konvensional [image source]
Prostitusi Konvensional [image source]
Twitter dipilih karena memiliki kelebihan yang dapat menunjang promosi jasa mereka. Tidak terlalu membatasi jika mereka ingin memberi sampel foto telanjang atau video hubungan badan. Sedangkan Facebook, Path, dan Instagram sudah semakin ketat dalam hal konten berhubungan dengan pornografi. Bahkan Facebook menganggap foto ibu menyusui saja sebagai konten yang harus dihapus.

Media Sosial
Media Sosial

Twitter hanya menyaring konten-konten yang berada di foto profil, background, dan foto sampul. Selebihnya Twitter akan membiarkannya. Meski mereka memposting foto telanjang yang tertaut di postingan, Twitter tidak akan menganggap itu sebagai hal yang melanggar aturan. Selain itu, pergerakan posting Twitter juga sangat deras dibanding akun sosial lain. Hal ini tidak memungkinkan staf untuk mengecek satu per satu postingan dari pengguna.

Akun Pekerja Prostitusi di Twitter
Akun Pekerja Prostitusi di Twitter

Kelebihan inilah yang membuat praktik jual beli jasa prostitusi ini kian merebak. Bahkan sulit dikendalikan. Jika saja ada masalah dengan akun Twitter, maka para penyedia jasa tinggal membuat akun baru. Dan dalam hitungan menit, mereka bisa melanjutkan transaksi. Atau melakukan promosi secara terang-terangan.

2. Sistem Baru Prostitusi Online Via Twitter Yang Mencengangkan

Dahulu sistem yang dijalankan oleh penyedia jasa prostitusi hanya berkisar pada promosi mulut ke mulut. Jika seseorang telah mempergunakan jasa, maka dia akan memberi tahu temannya yang lain. Selain ini para pengguna jasa harus datang ke lokalisasi atau rumah bordil dan melakukan transaksi dengan germo, atau orang yang membawahi para pekerja tunasusila. Namun seiring perkembangan waktu sistem ini dirasa sangat ketinggalan zaman. Bahkan hanya menjaring sedikit pelanggan.

Daftar Cewek-Cewek Pekerja Prostitusi
Daftar Cewek-Cewek Pekerja Prostitusi

Hingga muncul era teknologi seperti sekarang. Perlahan-lahan sistem yang telah bertahan selama puluhan tahun diubah. Penggunaan akun sosial dirasa sangat membantu dalam hal penjaringan konsumen dan promosi. Dan Twitter menjembatani semuanya tanpa ada batasan-batasan yang terlalu mengikat.

a. Membership Sebagai Sarana Promosi Yang Cepat

Tidak hanya pusat perbelanjaan, rumah makan atau sasana kebugaran yang memiliki member. Para pekerja tunasusila yang bekerja di Twitter ini juga melakukan sistem yang hampir serupa. Mereka biasanya akan memberikan member kepada orang-orang yang dianggap serius dan akan melakukan deal transaksi. Tidak kepada orang yang cuma menawar dan akhirnya pergi tanpa adanya realisasi.

Join Member
Join Member

Member bertujuan menjaring pengguna jasa serius. Dengan menjadi member dari para pekerja prostitusi ini, maka seseorang akan mendapatkan beberapa keuntungan. Biasanya keuntungan itu berupa sampel foto telanjang si pekerja sebagai bukti nyata barang yang akan dijual. Lalu video si pekerja yang sedang melakukan jasa ke pelanggan lain. Hal ini dimaksudkan agar calon pelanggan tahu seberapa baik jasanya. Terkadang member juga bisa melakukan video call dan melakukan simulasi hubungan badan dengan penyedia jasa.

Join Member
Join Member

Seorang yang ingin menjadi member biasanya diwajibkan membayar sekitar 200.000-300.000 rupiah. Setelah menunjukkan bukti transfer, para pekerja ini akan melakukan followback pada akun Twitter calon pengguna jasanya. Sampai sini transaksi awal sudah berhasil. Tinggal menunggu waktu saat calon pengguna jasa melakukan deal layanan yang lengkap dan sesungguhnya.

Join Member
Join Member

Sistem ini dilakukan oleh para pekerja tunasusila agar dia cepat mendapatkan untung. Uang-uang dari para member digunakan sebagai alat untuk mempercantik diri, atau biaya hidup sebelum ada deal dari seseorang yang mau membayar mahal. Hanya bermodal Twitter mereka dapat terus bertahan, bahkan praktik ini terus berkembang tanpa ada hambatan yang berarti.

b. Booking Out Yang Lebih Aman

Setelah transaksi member selesai, maka calon pengguna jasa bisa melakukan apa yang dinamakan Booking Out, atau membawa pekerja tunasusila ini ke suatu hotel atau rumah. Biasanya setelah terjadi transaksi akan dilakukan meet up di tempat yang ditentukan pekerja tunasusila ini. Pengguna jasa akan menghampiri dan akhirnya jasa prostitusi akan mulai berjalan sesuai kesepakatan.

Booking Out
Booking Out

Biasanya sebelum malakukan deal dan akhirnya bertemu, para pekerja tunasusila akan meminta DP. Biasanya sekitar 50%. Setelah jasa dilaksanakan maka pengguna harus melunasi sisanya. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengguna jasa yang nakal dan tidak mau membayar usai kegiatan jasa dilakukan.

Booking Out
Booking Out

Dalam sehari seorang pekerja jasa prostitusi bisa melakukan beberapa kegiatan Booking Out dengan lebih dari satu pelanggan. Biasanya tarif dihitung perdua jam. Dua jam Booking Out akan dihargai sekitar 600.000-800.000 rupiah. Selebihnya berlaku kelipatan. Mau empat jam, enam jam atau delapan jam akan dikalikan harganya. Tapi biasanya semakin lama, harga akan lebih murah, bahkan mendapatkan diskon.

c. Sistem Lelang Untuk Mendapatkan Booking Out Harga Tertinggi

Saat mendapatkan banyak Booking Out di hari yang sama, maka pekerja biasanya melakukan sebuah lelang. Dia akan memposting pada Twitter dengan tulisan kurang lebih seperti ini: “Belum ada penawaran yang menarik.” Dengan melakukan itu maka pelanggan yang benar-benar membutuhkan jasa akan melakukan penawaran dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sistem lelang ini akan menguntungkan pekerja tunasusila ini. Dia akan menang dalam hal memilih. Mungkin sesuai dengan preferensinya. Dia dapat memilih harga yang tinggi, atau memilih harga standar tapi pelanggannya nampak menarik.

Sistem Lelang
Sistem Lelang

Dengan begitu dia akan mendapat keuntungan ganda, dapat uang, juga mendapatkan pelanggan yang sesuai keinginan. Karena pada dasarnya pekerja jasa prostitusi sama halnya dengan manusia normal. Mereka juga ingin kebutuhan batiniahnya terpenuhi, di samping terus bekerja untuk mendapatkan uang yang banyak. Namun sistem lelang tidak selalu datang setiap hari, sehingga bila ada pembeludakan Booking Out, pekerja ini akan memanfaatkannya dengan baik.

d. Club Pekerja Tunasusila Di Twitter

Meski lebih banyak penyedia jasa prostitusi via Twitter yang bekerja sendiri. Namun beberapa masih menggunakan semacam host atau club. Club ini akan membawahi beberapa pekerja yang belum begitu pandai dalam hal promosi. Tentu dengan pembagian komisi yang sesuai.

Club Pekerja Asusila
Club Pekerja Asusila

Club semacam ini mirip seperti rumah bordil. Namun pada versi yang lebih modern. Tidak diam pada suatu bangunan namun melakukan promosi menggunakan Twitter. Menjaring pelanggan sebesar-besarnya untuk pekerjanya.

e. Barter Dengan Barang Yang Sangat Diinginkan

Saat para pekerja mulai terkenal. Bahkan Booking Out selalu laris setiap hari, dia akan mulai berani melakukan penawaran yang dirasa sangat menguntungkan. Bahkan dia bisa mendapatkan barang-barang mahal tanpa harus susah bekerja setiap hari.

Barter Dengan Barang
Barter Dengan Barang

Pekerja semacam ini akan melakukan penawaran berupa barter. Biasanya mereka akan memposting sebuah permintaan. Sebagai contoh seperti ini: “Ada yang mau bayar menggunakan Hape Iphone 5, boleh bawa saya gratis selama seminggu.” Maka si pekerja hanya akan menunggu seseorang akan menawarnya dengan ganti dibelikan ponsel mahal itu.

Barter Dengan Barang
Barter Dengan Barang

Sistem barter juga tidak setiap hari dapat dilakukan. Karena tidak semua orang mau membayar mahal, kecuali jika pengguna jasa memang benar-benar kaya. Dan sangat membutuhkan jasa si pekerja hingga mau membayar menggunakan apa saja.

3. Jenis Pekerja Prostitusi Online di Twitter

Sampai sekarang pekerja prostitusi baik online mau pun tidak masih didominasi oleh para wanita. Namun zaman sekarang pekerja prostitusi pria mulai muncul setelah sebelumnya lebih banyak undercover. Di Twitter pun pekerja tunasusila wanita juga jauh lebih banyak dari pria. Mereka juga menggunakan metode yang berbeda saat bekerja. Berikut ulasan selengkapnya.

a. Pekerja Prostitusi Wanita di Twitter

Terstruktur dengan baik. Pekerja prostitusi wanita dikenal dengan strukturnya yang lebih baik dari pada pekerja pria. Biasanya mereka akan melakukan olah akun Twitter lebih baik. Selalu update setiap waktu untuk menjaring pelanggan.

Tarif yang jelas. Pekerja prostitusi wanita memiliki sebuah tarif yang fix. Dia menentukan sejak awal promosi. Dengan begitu pelanggan akan mengetahui harga. Tanpa harus bertanya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penyaringan pelanggan yang sesuai.

Tarif Layanan
Tarif Layanan

Jenis pelanggan yang dilayani. Kebanyakan para pekerja prostitusi wanita hanya melayani pelanggan pria saja. Tidak pelanggan wanita. Mereka hanya melayani jasa prostitusi dengan hubungan standar. Pria dan wanita.

Jenis layanan. Pekerja wanita biasanya secara spesifik menyatakan jenis layanan. Namun lebih banyak secara frontal bilang mereka menyediakan jasa layanan berupa hubungan badan. Atau pendamping ke event tertentu.

Jenis Layanan Hubungan Pria dan Wanita
Jenis Layanan Hubungan Pria dan Wanita

Karir pekerjaan prostitusi. Para pekerja wanita lebih banyak orang yang benar-benar ingin serius di bidang ini. Mereka bahkan rela melakukan perawatan pada tubuh agar performanya dapat berjalan dengan baik.

b. Pekerja Prostitusi Pria di Twitter

Struktur yang buruk. Pekerja pria belum begitu baik dalam mengelola akun Twitternya. Biasanya mereka hanya sesekali mengecek dan menawarkan jasa. Tidak secara gencar menjaring pelanggan seperti pekerja wanita.

Tarif tidak jelas. Pekerja pria masih belum menentukan harga yang jelas. Biasanya harga ditentukan setelah terjadi kesepakatan bertemu. Tidak seperti pekerja wanita yang menentukan harga dari awal. Bahkan menuntut DP sebelum bertemu.

Tarif Yang Bisa Dibicarakan
Tarif Yang Bisa Dibicarakan

Jenis pelanggan yang dilayani. Pelanggan yang dilayani oleh pekerja prostitusi pria lebih beragam. Tidak hanya pelanggan wanita. Tapi juga pelanggan pria. Pekerja prostitusi pria terbagi menjadi dua, yaitu pekerja dengan orientasi sejenis dan normal.

Jenis layanan. Layanan pekerja pria biasanya tidak spesifik. Banyak yang menyatakan di Twitter sebagai seorang tukang pijat. Namun tidak menuntut kemungkinan jasa lain bertambah hingga merambah prostitusi. Hanya sedikit yang secara frontal mengatakan mereka menyediakan jasa prostitusi seperti yang dilakukan pekerja wanita.

Jenis Layanan Terbagi Atas Orientasi Seksual Pelanggan Jasa
Jenis Layanan Terbagi Atas Orientasi Seksual Pelanggan Jasa

Karir pekerjaan prostitusi. Pekerja pria kebanyakan orang yang iseng. Atau kepepet ingin mendapatkan uang. Tidak secara profesional ingin bekerja di bidang ini. Namun beberapa yang profesional biasanya berada di bawah sebuah club malam besar, tidak menawarkan jasanya secara personal.

Prostitusi adalah hal yang mengerikan. Tidak bisa dihentikan. Bahkan salah satu hal yang dapat merusak moral seseorang. Terlebih dengan tren yang kian canggih seperti sekarang. Kita harus dapat memproteksi diri agar tidak terjerumus ke hal-hal seperti ini. Karena sekali kita terjerumus maka akan susah untuk keluar, masa depan kita bisa saja rusak selamanya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA