Sisi Lain Masinis yang Akan Membuatmu Sadar jika Profesi Tersebut Tidaklah Mudah

Kelihatan mudah memang, tapi kamu nggak bakal tahu susahnya jadi masinis sebelum mencobanya

oleh Nikmatus Solikha
10:00 AM on Jul 11, 2017

Saat ini, kereta menjadi salah satu transportasi favorit masyarakat Indonesia. Selain harganya yang bisa disesuaikan, kendaraan tersebut juga minim risiko mabuk perjalanan karena jalur perjalanan yang antimacet. Memiliki jalur sendiri membuat kereta selalu jadi ‘Raja Jalanan’ yang musti diprioritaskan.

Nggak heran kalau begitu banyak orang yang mengira kalau jadi pengemudi kereta itu mudah. Padahal, masinis merupakan salah satu profesi yang begitu berat lho. Nggak percaya? Berikut ini adalah ulasan sisi lain masinis yang mungkin selama ini nggak kamu sadari.

Baca Juga
Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan, Lolyta, Pengidap Kanker Langka Kini Telah Dipanggil Tuhan
Masih Ingat Fidelis yang Dipenjara Gara-gara Menanam Ganja untuk Sang Istri? Begini Kabarnya Sekarang

Trauma melihat kematian

Salah satu pengemudi lokomotif menuturkan jika setiap masinis yang menjalankan tugas pasti pernah menabrak seseorang. Saking seringnya peristiwa nahas tersebut terjadi, bahkan sampai ada pepatah yang mengatakan jika “masinis kalau belum menabrak belum dikatakan masinis”.

insiden kereta tabrak mobil [image source]
Seorang masinis yang pertama kali menabrak hingga membuat korbannya tewas, tentu mengalami trauma yang nggak main-main. Kesulitan tidur dan beban rasa bersalah pasti ada. Terlebih, di antara beberapa kasus menabrak, kerap terjadi mayat korban menghilang secara misterius.

Beban tanggung jawab yang begitu berat

Kira-kira, kamu tahu nggak sih kalau harga satu lokomotif serie CC206 itu sekitar 20 miliar? Iya, mahal banget. Belum lagi rangkaian gerbong yang ada di belakang plus ratusan nyawa yang dibawa di dalam gerbong. Membawa aset negara dengan nilai yang fantastis itu beban tanggung jawab lho, gaes, eh tentu nyawa penumpang itu nggak lebih nggak ternilai.

Masinis ganteng [image source]
Dalam satu kali keberangkatan—terlebih perjalanan jauh, seorang masinis tentu dibebani dengan begitu banyak tanggung jawab. Ia juga dituntut punya ketahanan fisik yang kuat hingga bisa mengemudikan kereta hingga sampai di stasiun tujuan.

Kudu selalu konsentrasi penuh

Profesi masinis sama sekali nggak cocok buat orang yang konsentrasinya mudah pecah. Sebab, selain memiliki kondisi ketahanan fisik yang kuat, seorang masinis juga diwajibkan punya daya konsentrasi yang oke.

Masinis harus punya konsentrasi tinggi [image source]
Konsentrasi tersebut dibutuhkan saat masinis tengah menjalankan lokomotif, membaca sinyal, memberikan semboyan dan juga mengatur kecepatan laju kereta. Coba bayangkan, jika kereta sampai dikemudikan oleh seseorang yang mudah meleng, bisa jadi kereta bakal mengalami kecelakaan. Fatal akibatnya buat kereta dan para penumpang pastinya.

Harus bisa mandiri

Siapa yang bisa diandalkan oleh seorang masinis? Jawabannya adalah diri sendiri. Selain bawa tanggung jawab berat, jadi masinis juga harus bisa berdiri di atas kaki sendiri, tanpa bertumpu pada siapapun. Walhasil, seorang masinis juga kudu tahu tentang mesin.

Ilustrasi masinis harus mandiri [image source]
Kemampuan tersebut memang berkaitan dengan posisinya yang berdekatan dengan mesin lokomotif. Yah, meskipun tiap perjalanan kereta api selalu didampingi oleh teknisi, tapi kemampuan personal seorang masinis juga penting.

Itulah sisi lain dunia masinis. Di balik kesan keren dan petualangan, ternyata begitu banyak beban yang harus ditanggung. Sekarang jadi jelas kan, kalau profesi masinis nggak semudah kelihatannya. Terlebih, jam keberangkatan kereta juga nggak bisa dipastikan, kadang siang, pagi bahkan malam. Dan tentu saja seorang masinis harus siap kapanpun dibutuhkan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA