5 Sipir Perempuan Nazi yang Ternyata Lebih Kejam dari Hitler

Nazi dan Hitler mungkin sangat bangga dengan para wanita ini.

oleh Aisyah Putri
13:00 PM on Feb 28, 2017

Bukan hanya tentara laki-laki saja yang bertanggung jawab atas peristiwa pembantaian kaum Yahudi saat Perang Dunia II. Ternyata banyak perempuan yang juga berperan di dalamnya. Meskipun perempuan dikenal lebih halus daripada pria, namun kenyataannya mereka juga berdarah dingin serta tidak memiliki belas kasihan pada sesama perempuan dan anak-anak.

Terhitung ada 3700 sipir perempuan yang bekerja pada Nazi. Mereka bertugas menjaga kamp konsentrasi, tempat para Yahudi dikumpulkan dan dibunuh. Tangan dingin mereka ikut serta dalam penganiayaan dan pembunuhan para tahanan. Tak jarang, merekalah yang berinisiatif untuk melakukan itu. Berikut ini adalah nama-nama sipir perempuan yang tidak kalah kejam dari bos mereka, Adolf Hitler.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Maria Mandel

Maria Mandel [Image Source]
Total 6 juta orang Yahudi kehilangan nyawa akibat Holocaust. 500.000 di antaranya meninggal di bawah tangan Maria Mandel. Tak heran jika ia dijuluki The Beast. Perempuan yang bertanggung jawab atas kamp konsentrasi Auschwitz ini memang memiliki hobi membunuh. Ia berjaga di gerbang hanya untuk melihat apakah ada tahanan yang berani menatapnya. Jika ada tahanan yang melakukan itu, ia akan menyeretnya dan membunuhnya. Ia juga senang berjalan-jalan di sekitar hanya untuk membunuh anak kecil mana yang akan ia bunuh selanjutnya. Tidak hanya itu, ia juga memilih tahanan untuk dijadikan budak seks dan kemudian membunuhnya.

Ruth Neudeck

Ruth Neudeck [Image Source]
Meskipun korbannya hanya satu persen dari korban Maria, Ruth tidak kalah sadis darinya. Seorang tahanan yang bertahan hidup bersaksi bahwa ia pernah melihat Ruth pernah merobek tenggorokan seseorang dengan sekop. Kesadisannya rupanya mengesankan atasannya sehingga ia berkali-kali dipromosikan dalam waktu kurang dari setahun. Tentunya ini juga yang menjeratnya selepas perang. Meski sempat melarikan diri, pada akhirnya Ruth ditangkap oleh tentara Inggris dan dihukum gantung atas tindakannya.

Hildegard Lachert

Hildegard Lachert [Image Source]
Hildegard masih berumur 22 tahun saat bekerja sebagai sipir kamp konsentrasi. Mungkin jiwa mudanya yang membuat ia bersemangat sekali dalam menunjukkan atasannya bahwa ia pun mampu menjadi perempuan yang berdarah dingin. Kesaksian mengatakan Hildegard suka sekali menganiaya dan tidak akan berhenti sebelum darah tumpah. Dia juga pernah melepaskan anjingnya untuk menggigit tahanan. Ironisnya, sebelum menjadi sipir Hildegard bekerja sebagai perawat yang membantu menyembuhkan orang sakit. Nazi mengubahnya dari malaikat penolong menjadi iblis pembunuh.

Herta Bothe

Herta Bothe saat ini [Image Source]
Ia tidak hanya sadis, namun juga berkulit badak. Herta tidak mau mengakui kesalahannya. Ia hanya berkata jika ia tidak mau menjadi sipir kamp konsentrasi, maka Nazi akan menghukumnya. Berbeda dengan sipir lainnya, perempuan yang mengabdi pada Nazi di usia 21 tahun ini mengaku tidak pernah membunuh seorang pun. Seorang saksi mengatakan Herta pernah menembak dua orang tahanan tanpa alasan yang jelas. Seorang lagi mengatakan Herta pernah memukuli tahanan remaja dengan balok kayu. Akibatnya Herta ditahan selama sepuluh tahun. Hukuman ini sangat ringan jika dibanding sipir lainnya yang dihukum gantung. Hingga saat ini Herta masih hidup di usia 96 tahun.

Ilse Koch

Ilse Koch [Image Source]
Perempuan ini memiliki banyak sekali julukan. Penyihir dari Buchenwald, wanita jalang dari Buchenwald, dan binatang buas dari Buchenwald. Semua cocok sekali untuk menggambarkan istri komandan Nazi, Karl Koch ini. Tidak cukup dengan membunuh para tahanan, ia juga menguliti mereka yang bertato, mengambil organ-organ mereka, dan menyimpannya sebagai koleksi. Ia juga suka melihat tahanan disiksa dan dibunuh. Jika sedang bosan dan butuh tontonan, ia akan menyuruh sipir lain untuk melakukan penganiayaan pada tahanan.

Nama-nama yang disebutkan di atas hanya sekian dari ribuan sipir perempuan yang melakukan kekerasan pada kaum Yahudi baik secara langsung maupun tidak langsung. Sayangnya, sebagian besar dari mereka lolos dari hukuman karena beralasan hanya mengikuti perintah atasan. Sebagian menjalani hukuman penjara, dan beberapa orang saja yang dihukum gantung. Hingga saat ini beberapa korban Nazi yang masih hidup masih mencari keadilan. Sayangnya pengadilan belum bisa mewujudkannya dengan menghukum semua sipir.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA