Sering Ngeluh Kejebak Macet, Tapi Siapa Sih yang Bikin Macet?

oleh Tetalogi
14:25 PM on Nov 17, 2015

Setiap hari scrolling di berbagai sosial media, pasti akan selalu ada yang mengeluh tentang macet. Nggak di Jakarta, di Surabaya, atau di kota lainnya, sepertinya macet itu sudah menjadi kejadian yang sering banget terjadi. Nggak cuma timeline sosial media, sekarang kalau browsing di internet iseng yang dicari adalah tips mengatasi macet, tips mengatasi stres atau rasa bosan di kala terjebak macet, dan sejenisnya.

Kalau ditanya soal siapa yang salah, seperti biasa, saling tunjuk ke sana kemari. Lagi pula kenapa harus merasa bersalah kalau bisa menyalahkan pemerintah. Kan sudah menjadi tugasnya pemerintah untuk membuat jalan raya yang lancar tanpa kemacetan?

Baca Juga
Perawat Ini Main Hape di Tengah Operasi, Keselamatan Pasien Jadi Nomor Dua
Murka Karena Hutang Tak Kunjung Dibayar, Ijazah Dibakar Sebagai Gantinya

1. Semua orang bawa kendaraan sendiri biar ‘cepat’ sampai

[Image Source]
Niatnya sih biar cepat sampai lalu beli motor sendiri, nggak tahunya malah macet [Image Source]

2. PKL berjualan di badan jalan

[Image Source]
Ngomel sama PKL, tapi kalau butuh tetep aja mampir buat beli [Image Source]

3. Sudah ada terminal, masih aja ngetem di mana-mana

[Image Source]
Kalau macet ya jangan emosi, jalan raya aja dipakai ngetem [Image Source]
Jangan harap masalah kemacetan bisa selesai kalau masyarakatnya masih saja berpikir dengan cara seperti itu. Bisa dibilang masalah kemacetan ini menjadi tugas pemerintah, tapi penduduknya juga harus ikut terlibat dalam membereskan masalah ini. Bukan sekedar menyerahkan semua kepada yang bertugas tanpa mau tahu apa sebenarnya penyebab kemacetan parah terjadi.

Sekarang ini semua orang inginnya cepat dan nyaman. Yang penting kebutuhan pribadi terpenuhi. Akhirnya segera beli kendaraan pribadi sendiri. Wajar saja, karena semua orang juga ingin merasakan kenyamanan di jalan raya. Tapi ya jangan ngomel kalau jalan raya jadi semakin padat dan macet karena ternyata ada ribuan orang di Indonesia yang berpikiran sama. Ingin nyaman, jadi beli mobil sendiri-sendiri, dan akhirnya jalan raya penuh sesak dengan kendaraan pribadi.

4. Antar jemput anak bawa mobil sendiri-sendiri

[Image Source]
[Image Source]

5. Demonstrasi kalau nggak rapi dan terorganisir justru bikin macet

[Image Source]
[Image Source]

6. Area di dalam kampus aja sekarang makin padat

[Image Source]
[Image Source]
Mau pergi ke mini market di ujung jalan atau sekedar jalan beberapa meter tapi takut kepanasan dan takut capek. Akhirnya ambil kunci mobil, nyalain AC, berangket ke mini market yang cuma jarak beberapa meter. Ya kalau berangkatnya memang bukan waktu jam sibuk sih kemungkinan nggak akan jadi masalah karena jalan sedang lengang. Tapi kalau pas jam sibuk dan waktu macet-macetnya, jangan ngomel “duh, kok makin macet aja sih jalan di sini!” Karena situ juga yang berkontribusi nambah kemacetan.

Tidak terima dengan kebijakan tertentu, atau kegiatan tertentu, lalu bikin demo. Tujuannya agar suaranya didengar pemerintah. Nah, yang demo apa sudah mendengarkan suara orang-orang yang terburu-buru mau ke kantor, berangkat sekolah, atau bahkan mau ke rumah sakit? Demonstrasi itu sah-sah saja, tapi ya ada peraturan, etika, dan tata tertibnya.

Kendaraan umum sebenarnya sudah tersedia, tapi memang masih banyak yang tidak memenuhi standard kenyamanan. Tapi kalau pemerintah sudah menyiapkan kendaraan umum yang lebih nyaman seperti bus atau KRL, penumpang juga harus ikut menjaga. Jangan dengan seenaknya merusak fasilitas umum. Nanti kalau angkutan umum nggak nyaman, pemerintah lagi yang disalahkan.

Penumpang semua mobil itu ternyata muat dalam 1 bis [Image Source]

Masalah kemacetan itu bukan cuma urusan pemerintah, tapi juga semua masyarakat pengguna jalan. Kalau pemerintah sudah bikin fasilitas dan peraturan tapi masyarakatnya yang nggak patuh ya percuma saja. Jangan lantas seenaknya saja protes bilang pemerintah nggak becus mengatasi kemacetan.

Intinya, semua itu berasal dari niat dan kemauan semua orang untuk berubah. Kalau masih saja mencari alasan untuk menolak berubah ya alasan itu akan selalu ada. Sekarang pertanyaannya, apakah kita mau mengorbankan kenyamanan pribadi untuk kenyamanan bersama?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Masih Ingat 5 Artis Ini? Dulu Terkenal Banget Sekarang Nasibnya Berubah 180 Derajat! Mulai dari Begal Hingga Ojek, Inilah Nasib 5 Pemain Timnas yang Tak Berjaya Lagi Dulu Personil Band Terkenal, Nasib Pria ini Sekarang Bikin Netizen ingin Menangis Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Kabar Pemeran Nyi Pelet, si Cantik yang Dulu Pernah Bikin Kaum Adam Kepincut 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh Cowo Wajib Tau: Ini Nih 7 Tipe Sneakerhead, Kamu Termasuk yang Mana? Jadi Langganan Para Pejabat Hingga Artis, 4 Warteg Ini Nggak Kalah dari Restoran Bintang Lima Sempat Tersandung Kontroversi, Begini Kabar Si ‘Seksi’ Revi Mariska di Angling Dharma 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Berhasil Ubah Ban Bekas Jadi Sofa Super Unik, Pria Asal Semarang Ini Kewalahan Terima Pesanan 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia 10 Meme Plesetan Kata Bijak “Berpikir Positif” Malah Buat Hidup Berantakan, Awas Ngakak Inilah 5 Negara yang Cinta Mati dengan Teh Indonesia Inilah Fakta Tersembunyi dari Pasangan Dokter Viral yang Rela Tinggalkan Pelaminan Demi Tolong Pasien Sering Diejek, Perubahan Drastis 13 Wanita Ini Jadi Bukti Kalau Tak Ada yang Mustahil, No. 5 Jadi Artis Loh Beginilah Perbedaan Kekuatan Militer Indonesia dan Malaysia, Bagai Bumi dan Langit!
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA