Bek Arsenal Ungkap Beratnya Ujian Sebagai Pemain Muslim, Tapi Usahanya ‘Meraih Surga’ Bikin Merinding

oleh Ayu
13:02 PM on Oct 6, 2016

“Jadi seorang muslim sangat penting bagi saya dan karier saya. Lebih penting dari yang lainnya,” ujar Shkodran Mustafi, pesepakbola muslim asal Jerman yang bermain sebagai bek untuk Arsenal.

Pernyataan ini menjadi kutipan judul dari media The Sun (5/10) yang bikin muslim dan netizen sedunia merinding. Pasalnya, tak mudah menjadi muslim di tengah gaya hidup dan kesibukan sebagai pemain bola. Jadwal latihan dan pertandingan yang tak kenal waktu, sempat menyulitkan Shkodran Mustafi untuk menjalankan sholat. Tak terkecuali puasa di bulan Ramadan.

Baca Juga
Inilah 4 Darah Indonesia di Luar Negeri yang “Menolak” Ajakan Timnas Membela Bumi Pertiwi
5 Tunas Muda Indonesia yang Sudah “Merumput” di Luar Negeri Namun Namanya Jarang Dikenali

Jadi seorang muslim sangat penting bagi Mustafi dan kariernya.
Jadi seorang muslim sangat penting bagi Mustafi dan kariernya.

Shkodran merasakan bagaimana ia harus menata asupan makanan, berlatih dalam keadaan lapar, mengejar waktu sholat saat harus tanding ke sana kemari dan sebagainya. Semua ia lakukan karena mendambakan surga. “Piala Eropa menjadi masalah bagi saya, sebab itu digelar di tengah-tengah Ramadan. Dan saya tidak mungkin membatasi asupan makanan dan cairan,” kata bek Arsenal itu seperti dilansir dari Viva.

“Tapi, pada akhirnya, saya seperti orang lain di dunia ini yang ingin berjuang untuk meraih surga. Dan itu adalah tugas utama saya. Jika saya bermain buruk, itu bukan akhir dunia. Walau kadang menempuh perjalanan jauh (melaksanakan pertandingan) membuat saya kesulitan untuk melakukan sholat tepat waktu. Tapi saya bangga terhadap keyakinan dan identitas saya,” ujarnya.

Mustafi menolak bir yang menjadi sponsor saat press conference [image source]
Mustafi menolak bir yang menjadi sponsor saat press conference [image source]
Cobaan tak hanya datang dari teknis bermain bola, tapi juga gaya hidup orang-orang di klub dan sekitarnya. Begitu inginnya Mustafi membaikkan diri dalam keyakinannya, saat masih menjadi pemain Everton dan menggelar konferensi pers, pria 24 tahun itu menghindari botol minuman keras yang disediakan untuknya. Merk minuman beralkohol ternama memang kerap menjadi sponsor untuk klub atau pertandingan. Kejadian ini pernah menjadi sorotan yang menggugah netizen.

“Aku memenangkan pertandingan ini, tapi aku tak mau orang berpikir kalau aku melakukannya untuk iklan minuman beralkohol. Pada akhirnya segenap anggota klub dan tim sempat minta maaf karena mengerti bahwa minuman beralkohol tidak diperbolehkan bagi muslim. Kesimpulannya, keyakinan ini sekarang dihormati di Valencia,” kata Mustafi yang rajin membaca Al Quran ini.

Mustafi merasa keyakinannya sebagai penganut Islam memberikan dampak besar dan penting bagi karir sepak bola yang kini digelutinya. Tanpa disadari, kehadirannya di Arsenal kini juga membawa dampak besar yang baik bagi klub tersebut, bersanding dengan rekan sesama muslim, Mesut Ozil.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA