Setelah Lebaran, Jakarta Kebanjiran 68.500 Orang Pendatang Baru

oleh Admin
10:41 AM on Aug 4, 2014

Hari Raya Idul Fitri telah meninggalkan banyak cerita. Mudik menjadi salah satu budaya yang mewarnai perayaan Idul Fitri di seluruh Indonesia. Warga Jakarta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, pulang kampung selama beberapa hari. Setelah mudik, mereka kembali ke Jakarta dengan membawa beberapa keluarga dan kerabat. Jumlah pertambahan penududuk Jakarta setelah Lebaran tidak bisa dihindari, karena tahun ini pun diperkirakan jumlah pendatang baru melebihi tahun lalu.Setelah Lebaran Jakarta Kebanjiran 68.500 Orang Pendatang Baru

Berdasarkan data yang dikeluarkan Purba Hutapea, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta, pendatang baru di Jakarta setelah mudik mencapai angka 51.000 orang pada tahun lalu, dilansir oleh Kompas.com, Minggu (3/8). Sedangkan tahun ini, jumlah warga Jakarta yang mudik 3.616.774 orang, dan diprediksi warga yang kembali mencapai 3.685.274 orang.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Dari perbedaan jumlah warga yang mudik dan yang kembali, diperkirakan warga Jakarta akan membengkak di angka 68.500 orang. Sebagian besar warga yang datang ke Jakarta mayoritas berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka dibagi menjadi tiga golongan, pendatang yang menetap dalam waktu lama, menetap sementara dan hanya sekedar liburan saja.

Jumlah warga yang bertambah ini seolah mempertahankan tradisi untuk membawa keluarga dan kerabat untuk mengadu nasib Jakarta. Seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, warga yang datang seringkali hanya bermodal nekat dengan harapan akan memiliki kehidupan lebih baik. Namun sayangnya, bertambahnya jumlah warga Jakarta sering diwarnai dengan bertambahnya jumlah pengangguran.

Kurangnya kemampuan dan pendidikan membuat warga yang mengadu nasib kecewa. Sebagian warga biasanya kembali ke kampung halaman, namun tidak sedikit yang tetap bertahan di Jakarta demi kehidupan yang lebih baik.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA