Serangan Bertubi-tubi Menyasar KPK

oleh venny
12:21 PM on Jan 27, 2015

Akhir-akhir ini pemberitaan terkait KPK tak henti-hentinya menghiasi media massa. Drama serangan tanpa henti ke KPK mulai terasa makin hebat setelah penetapan status tersangka kepada Komjen Budi Gunawan dengan kasus rekening gendut oleh KPK.

Bahkan para pimpinan KPK juga dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan berbagai tuduhan. Bahkan Johan Budi Sapto Pribowo, Deputi Pencegahan KPK mengaku beragam serangan yang diterima KPK saat ini, yang seakan tak ada jeda ini telah menimbulkan adanya pertanyaan besar, apakah ini kebetulan atau kesengajaan? Mari kita ingat kembali, apa saja serangan yang menyerang para pemimpin KPK itu?

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1.       Foto Mesra Palsu Ketua KPK Abraham Samad

foto mesra palsu Abraham Samad
foto mesra palsu Abraham Samad

Mulanya Ketua KPK diserang dengan beredarnya foto mesra Ketua KPK, Abraham Samad dengan Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira di berbagai media sosial. Sejak awal Abraham sudah menyanggah foto tersebut fotonya, itu hanya foto hasil editan. Sementara Elvira pun menampik, ia bahkan seakan tak ambil pusing karena saat foto itu beredar ia sedang mengikuti karantina untuk ajang Miss Universe ke-63 di Miami, AS.

2.       Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Dilaporkan ke Bareskrim

Pengunduran diri Bambang Widjojanto ditolak pimpinan KPK
Bambang Widjojanto

Jumat (23/01/2015), Bareskrim Polri menangkap dan sempat meanhan Bambang Widjojanto yang merupakan Wakil Ketua KPK usai mengantar anak lelakinya berangkat sekolah. Bambang juga ditetapkan sebagai tersangka kasus perintah pemberian keterangan palsu di sidang di MK terkait sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tahun 2010 silam. Saat itu ia menjadi pengacara salah satu pasangan calon yang bersengketa. Penahanan Bambang akhirnya ditanguhkan setelah menempuh berbagai upaya, termasuk adanya pimpinan KPK Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja yang mengajukan diri menjadi penjamin untuk Bambang.

3.       Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja Dilaporkan ke Bareskrim

Adnan Pandu Praja
Adnan Pandu Praja

Esoknya, Sabtu (24/01/2015), Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh kuasa saham PT Desy Timber atas tuduhan merampok saham milik perusahaan penebangan kayu yang beroperasi di Berau, Kalimantan Timur, pada tahun 2006. Saat itu Adnan Pandu menjadi penasihat hukum perusahaan tersebut. ia dituding memanfaatkan kisruh yang terjadi diantara keluarga pemilik saham mayoritas. Sehingga, Adnan Pandu berhasil menguasai 85 persen saham di perusahaan itu.

4.       Ketua KPK Abraham Samad Dilaporkan ke Bareskrim

Abraham Samad
Abraham Samad

Pada Hari Senin kemarin (26/01/2015), giliran Ketua KPK Abraham Samad yang dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan melanggar pasal 36 dan pasal 65 UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pertemuan dengan petinggi partai politik PDIP untuk melakukan lobi politik serta menjanjikan bantuan hukum dalam perkara Emir Moeis, membantu meringankan hukuman Emir Moeis. Seperti serangan dari Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pekan lalu yang muncul di media menggelar jumpa pers mengenai pertemuan Abraham dengan beberapa petinggi PDIP.

5.       Wakil Ketua KPK Zulkarnain Akan dilaporkan ke Bareskrim

Zulkarnain
Zulkarnain

Dan Rabu besok (28/01/2015), rencananya Wakil Ketua KPK Zulkarnain juga akan dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Jawa Timur tahun 2008. Mantan Ketua DPRD Jawa Timur Fathorrasjid yang mengaku simpatisan Partai NasDem menuding Zulkarnain menerima suap dalam kasus korupsi dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM).

Keempat pimpinan KPK dilaporkan ke Bareskrim Polri, saat ini baru Bambang yang ditetapkan berstatus tersangka, yang lainnya sebagai terlapor. Bila sampai seluruh pimpinan KPK ini dijadikan tersangka, bukankah ini sama seperti halnya penghambatan penanganan kasus korupsi oleh KPK di Indonesia.

Bahkan Johan Budi Sapto Pribowo menyebut serangan ini adalah serangan sempurna. “Setelah Pak Bambang ditetapkan jadi tersangka, kemudian Pak Adnan Pandu dilaporkan ke Mabes Polri, setelah itu Pak Abraham juga dilaporkan, menyusul Pak Zulkarnain dilaporkan. Maka sempurnalah pelaporan ini. Sangat sempurna,” tutur Johan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA