5 Alasan Kenapa Kita Mungkin Tidak Sendirian di Alam Semesta ini

oleh Rizal
07:00 AM on Dec 1, 2015

Salah satu pertanyaan besar yang hingga hari ini belum terjawab adalah, apakah kita satu-satunya makhluk berotak kompleks yang ada di semesta ini? Sementara ini, jawaban untuk pertanyaan itu adalah iya, memang kita lah satu-satunya makhluk kompleks di dunia. Buktinya, kita hampir tak pernah menemukan jenis ‘manusia lain’ di dunia ini.

Namun ketika memandang langit yang tanpa ujung itu, ditambah penemuan-penemuan para ahli tentang beragam planet layak huni, pertanyaan tersebut pun kembali menyeruak. Kali ini jawabannya adalah mungkin memang ada makhluk lain selevel manusia di alam semesta ini. Bahkan mulai banyak yang beranggapan jika kita mungkin hanya tinggal menunggu momentum saja untuk akhirnya bisa bertemu dengan mereka.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Keberadaan makhluk ektraterestial sendiri saat ini masih dianggap lelucon dan dongeng pengantar tidur. Namun, coba pikirkan secara logis, maka kita akan mulai menyadari jika kemungkinan keberadaan mereka memang besar. Ditunjang dengan banyaknya bukti yang ada, maka keyakinan akan hal ini makin besar pula. Berikut adalah alasan-alasan kenapa kita harus mempertimbangkan untuk mempercayai keberadaan makhluk cerdas selain manusia.

1. Alam Semesta Terlalu Luas untuk Ditinggali Sendiri

Bumi adalah bagian dari tata surya yang di dalamnya terdapat sistem yang mengatur perputaran planet-planet lain serta matahari sebagai pusatnya. Kemudian tata surya ini adalah bagian dari yang namanya galaksi yang di dalamnya juga ada miliaran sistem tata surya seperti punya kita. Galaksi, masih tergabung dalam kelompok yang lebih besar lagi. Kemudian tergabung lagi menjadi cluster-cluster yang masih masuk dalam sebuah kelompok super cluster.

Alam semesta ini terlalu luas untuk kita tinggali sendiri [Image Source]
Alam semesta ini terlalu luas untuk kita tinggali sendiri [Image Source]
Apakah kita benar-benar sendiri di alam semesta yang bahkan tak bisa diukur menggunakan imajinasi ini? Jika benar demikian, maka kesannya seperti Tuhan memberi seekor semut kecil tempat tinggal sebesar rumah 50 lantai. Tuhan, pasti tidak hanya menciptakan alam semesta hanya untuk kita. Jika tidak demikian, harusnya kita dimampukan untuk menjelajah ke mana pun agar planet-planet tersebut tidak menjadi suatu hal yang sia-sia. Alam semesta begitu luas, pastilah ada kehidupan lain di suatu planet di galaksi yang takkan pernah kita tahu.

2. Bumi Bukan Hanya Satu

Syarat terciptanya kehidupan adalah adanya air serta udara atau secara garis besarnya tempat yang mirip Bumi. Pertanyaannya, apakah hanya planet yang kita pijak ini satu-satunya yang menyokong kehidupan? Tentu saja tidak. Seperti ulasan sebelumnya, jumlah galaksi saja tak terhingga apalagi planet yang mirip Bumi?

Ada banyak planet yang mirip Bumi di alam semesta ini [Image Source]
Ada banyak planet yang mirip Bumi di alam semesta ini [Image Source]
Pasti ada tempat di luar angkasa sana yang benar-benar identik dengan Bumi bahkan lebih besar, lebih subur, dan lebih indah lagi. Hanya saja ketidakmampuan kita untuk bereksplorasi membuat batasan dalam pemikiran. Sebenarnya tanpa diteliti pun sudah jelas jika memang banyak planet yang mirip Bumi biru kita, dan di sanalah mungkin ada kehidupan.

3. ‘Mereka’ Memberi Kode kepada Kita

Ada begitu banyak fenomena unik dan aneh yang tak bisa dijelaskan dengan akan sehat. UFO, cahaya-cahaya misterius, penampakan makhluk tinggi berkepala hijau, hingga deretan crop circle yang jumlahnya ada puluhan itu. Kita selalu menyangkal jika hal-hal tak biasa ini hanyalah ilusi, buatan manusia, atau sengaja dimunculkan sebagai isu pengalihan dan semacamnya.

Kode yang mereka kirimkan hanya kita anggap angin dan lelucon saja [Image Source]
Kode yang mereka kirimkan hanya kita anggap angin dan lelucon saja [Image Source]
Kita ogah menerima kenyataan jika ini adalah tanda. Tanda jika mereka eksis dan ingin mencolek kita seakan memberi tahu jika manusia bukanlah satu-satunya. Mereka sudah memberikan kode-kodenya hanya saja kita yang terlalu acuh atau tidak peduli. Atau bahkan menganggap ini hanyalah fenomena biasa yang tak berarti apa-apa.

4. Teknologi ‘Mereka’ Terlalu Tinggi

Boleh jadi kita tak menyadari keberadaan mereka, namun tidak dengan mereka. Para makhluk ekstraterestrial itu mungkin saja sudah mengetahui eksistensi kita, namun lantaran rentang teknologinya yang terpaut sangat jauh kita tak pernah menyadarinya. Alien atau sejenisnya seringkali digambarkan sebagai makhluk cerdas luar biasa yang peradabannya sangat maju.

Gap teknologi yang membuat mereka seperti tidak ada padahal bisa saja sebaliknya [Image Source]
Gap teknologi yang membuat mereka seperti tidak ada padahal bisa saja sebaliknya [Image Source]
Lantaran sangat memiliki teknologi yang sangat canggih, mungkin saja alien ini bisa membuat diri mereka hilang untuk kemudian mengamati kita dalam waktu yang lama. Memang hal-hal seperti ini tak masuk akal. Tapi, jika kita saja percaya dengan alam semesta yang tak berbatas ini, lalu apalah arti perabadan maju yang dimiliki oleh para makhluk ekstraterestrial ini.

5. Bukti Alien di Masa Lalu

Ada begitu banyak bukti keberadaan makhluk lain selain deretan fenomena UFO dan crop circle. Salah satunya adalah artefak kuno yang ada di berbagai tempat di dunia. Mesir, suku Maya, Inca kuno, dan masih ada beberapa lainnya, mereka sama-sama memiliki relief-relief unik yang menggambarkan simbol akan keberadaan makhluk lain.

Salah satu bukti artefak alien kuno. Apakah ini hanya hasil imajinasi orang-orang dulu? [Image Source]
Salah satu bukti artefak alien kuno. Apakah ini hanya hasil imajinasi orang-orang dulu? [Image Source]
Sayangnya, kita kebanyakan menyangkal jika deretan relief tersebut mengacu kepada makhluk lain selain manusia. Kita beranggapan jika orang-orang dulu mungkin terlalu percaya kepada hal-hal magis dan sejenisnya, sehingga apa yang digambarkannya hanyalah khayalan yang tidak memiliki maksud khusus.

Apakah makhluk lain itu benar-benar ada? Ya, hal tersebut mungkin memang benar. Apalagi dengan deretan bukti serta analisis yang disinggung dalam ulasan di atas. Namun percaya atau tidak pada akhirnya kembali kepada diri sendiri. Tidak mempercayai keberadaan makhluk lain tersebut adalah hak setiap orang. Namun cobalah merenung sejenak dan sadari tanda-tanda yang ada, mungkin saja hal tersebut akan bisa membawa kepada pandangan baru tentang fakta jika kita memang tak sendirian di alam semesta ini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA