Demi Selamatkan Nyawa Seorang Anak Kecil, Pria Ini Langgar Aturan Agamanya

oleh Guntur Aria
11:15 AM on May 20, 2015

Setiap agama di dunia ini punya peraturan berbeda-beda yang harus ditaati oleh penganutnya. Sedikit saja ada yang melanggar, maka ia akan dicap buruk dan kadang diberi hukuman yang cukup keras, tergantung agama-nya. Namun hal itu rupanya tak berlaku pada seorang pemuda pemeluk kepercayaan Sikhisme di New Zealand. Ia malah dielu-elukan sebagai seorang pahlawan oleh dunia berkat sebuah aksinya yang memang patut diacungi jempol. Simak kisah sang pahlawan ini baik-baik…

Baca Juga : 7 Fakta Tentang India yang Harus Anda Tahu

1. Langgar Aturan Agama Demi Mendahulukan Kemanusiaan

Namanya Harman Singh, seorang pelajar berusia 22 tahun asal India yang tengah mengenyang bangku pendidikan di New Zealand. Beberapa waktu lalu ia melanggar peraturan agama sikhisme, yakni melepas turban yang ia kenakan demi menolong seorang anak kecil yang tengah sekarat karena tertabrak mobil.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Ceritanya, Harman mendengar sebuah bunyi tabrakan keras di depan rumahnya. Ia lalu berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi. Hati Harman lantas terketuk kala melihat pemandangan yang ada di depan matanya; seorang anak kecil tergeletak tak sadarkan diri di pelukan seorang wanita sementara kepalanya mengalami pendarahan yang cukup parah.

Harman Langgar aturan agamannya demi seorang nyawa
Harman Langgar aturan agamannya demi seorang nyawa [imagesource]
Harman tanpa pikir panjang melepas turban di kepalanya dan menggunakannya untuk menghentikan pendarahan di kepala anak yang tengah berangkat ke sekolah itu. “Aku melihat seorang anak kecil di pelukan seorang wanita di tengah jalan. Kepalanya berdarah, jadi aku langsung lepas turbanku dan menaruhnya di bawah kepala anak itu. Aku tak berpikir tentang turbanku, aku berpikir mengenai kecelakaannya, jadi aku bergumam, ‘Dia butuh sesuatu di kepalanya karena ia berdarah’. Itu adalah tugasku untuk menolong. Dan aku kira semua orang pasti akan melakukan hal serupa,” ujar Harman.

Harman dan beberapa penghuni sekitar lainnya akhirnya berada di sisi anak itu menunggu ambulans datang. Tak lama kemudian ibu dari korban itu datang, disusul oleh seorang pria bernama Gagan Dhillon, yang tengah dalam perjalanannya menuju kerja, namun berhenti untuk ikut memberikan pertolongan.

Uniknya, Gagan sendiri adalah pemeluk agama Sikhisme juga. Ia bercerita pada wartawan betapa salutnya dirinya pada aksi yang dilakukan Harman tersebut. “Ketika aku datang sudah ada banyak yang menolong. Tapi sebagai sesama pemeluk agama Sihkisme, aku tahu betul seperti apa makna turban di kepala bagi seorang Sikh (pemeluk agama Sikhisme). Kita orang Sikh tak melepas turban begitu saja. Merupakan sebuah harga mati untuk terus mengenakannya ketika berada di luar,” ujar Gagan.

Selanjutnya :2. Anak Yang Diselamatkan Terhindar Dari Kematian

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA