5 Cara Keren Agar Sekuel Fantastic Four Lebih Menggigit Lagi

oleh Rizal
14:00 PM on Aug 25, 2015

Cukup banyak tanggapan yang beredar tentang film terakhir Fantastic Four. Ada yang menganggapnya biasa, lumayan dan juga bagus. Tapi, mayoritas moviegoers mengatakan film ini sama sekali tidak bagus dan kurang direkomendasikan. Beberapa bahkan mengatakan film pendahulunya jauh lebih bagus.

Bukti kalau film ini memang tidak bagus juga dilihat dari berapa banyak pendapatannya. Fantastic Four reboot ini hanya mendapatkan sekitar $26 juta. Jumlah ini bahkan tidak separuh dari seri sebelumnya yang rilis tahun 2007 lalu. Pendapatan ini pun makin turun di minggu keduanya. Kenapa bisa begitu? Hal tersebut tak lain karena Fox kurang jago meramu superhero ini. Seperti yang diketahui, meskipun karakter ini aslinya bikinan Marvel, tapi hak untuk komersilnya ada di tangan Fox.

Baca Juga
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting

Jika saja Marvel kembali mengambil kepemilikan Fantastic Four, serial ini pasti akan jauh lebih epic. Ada berbagai macam alternatif yang bisa dilakukan dan pasti akan lebih menggigit dari pada yang sekarang. Berikut ulasannya.

1. Gabungkan dengan Guardian of The Galaxy

Marvel membuktikan kalau mereka tidak butuh superhero kelas A untuk bisa sukses. Buktinya adalah Guardian of The Galaxy. Sebelumnya mungkin tidak banyak yang tahu tentang sepak terjang Peter Quill, Gamora, dkk. Namun Marvel berhasil menyulapnya menjadi salah satu film superhero paling laris sepanjang sejarah. Nah, dengan memanfaatkan ketenaran ini, memasukkan Fantastic Four ke dalamnya akan jadi satu kemasan film yang super keren.

Bergabung dengan Gamora dkk, Fantastic Four akan lebih greget [Image Source]
Bergabung dengan Gamora dkk, Fantastic Four akan lebih greget [Image Source]
Kedua film ini pun juga bisa saling dihubungkan bahkan tidak perlu pemaksaan sedikit pun. Seperti yang kamu ketahui, keduanya sama-sama beroperasi di luar angkasa dan menghadapi alien-alien. Dibekali dengan sedikit skenario, pasti sangat mungkin untuk mempertemukan kedua grup super hero ini.

Pasti akan jadi hal keren tersendiri ketika melihat Groot si manusia pohon bekerja sama dengan The Thing. Faktanya, makhluk berbadan batu itu ternyata adalah salah satu member Guardian of The Galaxy di buku komiknya.

2. Temukan Empat Orang ini Dengan Galactus

Galactus, mungkin di antara para villain atau tokoh jahat, ia adalah salah satu yang terkuat. Alasannya, karena ia memiliki kekuatan untuk menghancurkan sebuah planet dengan sangat mudah. Seperti sebuah game RPG yang menghadapi final boss, mempertemukan Fantastic Four  dengan Galactus akan jadi skenario yang panjang namun keren. Sayangnya, musuh di film Fantastic Four reboot tersebut dirasa kurang greget.

Film keren musuhnya juga harus keren [Image Source]
Film keren musuhnya juga harus keren [Image Source]
Padahal jika Fox mau, mereka bisa mendatangkan Galactus dan buat seisi bioskop tak jadi ngantuk karena cerita dan action yang biasa-biasa saja. Mungkin saja hal ini akan dilakukan Marvel jika hak Fantastic Four ada di tangan mereka. Bahkan bukan tidak mungkin mereka akan memunculkan tokoh-tokoh lain untuk membantu Fantastic Four.

3. Bergabung Dengan Tim Inhuman dan Sebaliknya

Inhuman masuk list film yang akan dirilis Marvel pada tahun 2020 nanti. Sama seperti Avenger, Inhuman berisi orang-orang dengan kekuatan keren dan unik. Bahkan di komik sudah ada dua generasi Inhuman. Diceritakan dalam komik pula kalau Fantastic Four adalah member dari Inhuman. Seperti yang ada di rilisan nomer 45 yang terbit tahun 1965.

Gabung dengan tim Inhuman? Avenger pun bakal kalah pamor [Image Source]
Gabung dengan tim Inhuman? Avenger pun bakal kalah pamor [Image Source]
Kalau bukan karena masalah lisensi, mungkin saja Marvel akan merilis Inhuman bersama dengan Fantastic Four. Ceritanya pun akan lebih berkembang dan tidak menyalahi plot yang ada di komik. Ya, berdoa saja Fox sudah menyerah mengangkat popularitas Fantastic Four dan kemudian diambil alih Marvel. Bisa juga sharing seperti yang dilakukan Sony dan Marvel untuk kasus Spider Man.

4. Tidak Ada Salahnya Mencoba Langkah Daredevil

Fox memang dikenal sebagai tukang kacau film superhero. Mungkin kamu masih ingat Daredevil yang rilis pada tahun 2003 lalu atau Elektra di tahun 2005, keduanya mendapatkan hasil buruk. Meskipun aktor yang dipasang sekelas Ben Affleck dan Jennifer Garner. Namun ketika dipegang Marvel, Daredevil bagai hidup lagi dari kematian. Meskipun formatnya sekarang untuk televisi.

Tidak ada salahnya mengemas Fantastic Four dalam acara TV seperti Daredevil [Image Source]
Tidak ada salahnya mengemas Fantastic Four dalam acara TV seperti Daredevil [Image Source]
Anggap Fantastic Four juga mengalami nasib yang sama dengan Daredevil. Lalu bagaimana cara untuk menguatkannya lagi? Tentu saja dengan membuat mereka tayang di televisi, cara yang persis sama untuk kasus serupa. Lagipula dengan tampilnya Fantastic Four di televisi, mereka akan lebih diterima. Apalagi kalau grafis yang disuguhkan bisa sekelas di bioskop, keuntungan pun akan makin mengalir.

5. Dibikin Dalam Versi Animasi? Tidak Buruk Juga

Setahun yang lalu sempat ada desas desus kalau Fantasic Four akan dibuat dalam versi animasi dan pembuatnya adalah Pixar. Dengan buruknya performa Mr Fantastic dkk, mungkin ini jadi saat yang pas untuk merealisasikan ide itu. Lagi pula, Disney adalah pemiliki Marvel Studio dan Pixar. Tentu ini akan jadi sebuah film animasi keren. Namun ide ini lagi-lagi tersandung masalah lisensi.

Fantastic Four dikemas dalam bentuk animasi? Hmm, sepertinya bakal pecah [Image Source]
Fantastic Four dikemas dalam bentuk animasi? Hmm, sepertinya bakal pecah [Image Source]
The Incredible, film ini dianggap terinspirasi dari Fantastic Four dan sukses meraup keuntungan yang lumayan besar. Bayangkan jika Fantastic Four yang benar-benar dikemas dalam animasi. Pasti akan meraih hasil yang tidak kalah pula.

Ya, kita hanya sebagai penikmat film mungkin hanya bisa membayangkan ini dan itu. Namun begitu, mungkin saja apa yang kita inginkan benar-benar terjadi. Misalnya salah satu poin di atas. Kadang inspirasi film itu juga datangnya dari ulasan-ulasan seperti ini atau juga review para penonton. Sudah kewajiban para sineas untuk memberikan film yang bagus. Tapi, juga jadi kewajiban kita untuk tetap mengapresiasi, apa pun hasilnya. Jadi, apakah kira-kira deretan plot di atas terealisasi? Kita tunggu saja.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA