Mengintip Kehidupan Sekolah Budha Terbesar di China

oleh Maya Galuh
10:15 AM on Apr 24, 2015

China atau yang lebih dikenal dengan Negeri Tirai Bambu, juga menaungi sekolah biksu terbesar. Sudah pernah tahu? Namanya ‘Larung Gar Buddhist Academy’. Biasanya orang awam menyebutnya sekolah para biksu, ternyata bukan hanya sekolah para biksu lho, di sana juga terdapat sekolah bahasa mandarin yang dihadiri mahasiswa dari berbagai Negara, tidak hanya China.

Berada di lokasi terpencil, Larung Gar Buddhist merupakan pemukiman Budha terbesar di Dunia. Larung Gar Buddhist Academy, yang juga dikenal sebagai Serthar Buddhist Institute, terletak di Lembah Larung dengan ketinggian 4.000 meter, sekitar 15 km dari kota Sêrtar, Prefektur Garze di wilayah Tibet Kham. Akademi ini didirikan pada tahun 1980 oleh Jigme Phuntsok.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Meskipun lokasinya terpencil, Larung Gar tumbuh sebagai salah satu tempat paling berpengaruh sebagai pusat studi Buddhisme Tibet di dunia. Dihuni oleh 40 ribu biarawan dan biarawati, desa ini terlihat sangat memukau, sebab semua rumah diaplikasikan dengan cat terang berwarna merah. Selain itu desa tersebut berada pada ketinggian 12.500 kaki. Seperti apa suasana di Larung Gar? Check this out:

1. Kampus Terbesar Dengan Hunian Termegah di China

Kampus Larung Gar sangat besar. Rumah biarawan dan biarawati terletak di lembah dan gunung-gunung di sekitarnya. Sebuah dinding besar membelah tepat di tengah Larung Gar, memisahkan sisi biarawan dari sisi biarawati.

Kampus Larung Gar (c) pinterest
Kampus Larung Gar (c) pinterest

Biarawan dan biarawati tidak diperbolehkan keluar dari daerah mereka, kecuali di depan biara utama dan aula pertemuan yang sama untuk kedua biarawati dan biarawan. Rumah-rumah dibangun bermaterial kayu yang sangat tradisional serta dibangun begitu dekat dan hampir di atas satu sama lain.

2. Perjalanan Biarawan dan Biarawati

Bagi Biarawan atau Biarawati, rute dari satu tempat ke tempat lain ditempuh dengan jalan kaki. Tidak seperti kota besar, jika hendak singgah dari satu tempat ke tempat lain menggunakan kendaraan sehingga dapat mencapai tujuan dengan singkat.

Perjalanan Biarawan dan Biarawati (c) boredpanda
Perjalanan Biarawan dan Biarawati (c) boredpanda

Lain halnya dengan Larung Gar, tidak mempunyai akses kendaraan seperti di kota besar, kendaraan sehari-hari mereka adalah kaki. Pemukiman di Larung Gar layaknya gunung, jadi jika biarawan atau biarawati hendak singgah harus menuruni dan menaiki gunung, jarak yang ditempuh pun tidak main-main, yaitu 4000 meter. Waw, nggak kebayang bukan?

3. Pengunjungpun Merasakan Perjalanan Para Biksu

Untuk mencapai Larung Gar bukanlah pekerjaan yang mudah, Larung Gar cukup jauh dan kota besar terdekat adalah Chengdu, yang berjarak 650 kilometer serta memakan waktu 13 sampai 15 jam. Bagi mereka yang merupakan pengunjung, hal ini bisa jadi tantangan tersendiri.

Pengunjung (c) hackapell
Pengunjung (c) hackapell

Untuk mencapai Larung Gar dapat ditempuh dengan kendaraan, namun tidak semua wisatawan yang berkunjung boleh masuk dengan gampang, akademi ini terbatas untuk orang asing yang hendak berkunjung.

4. Tidak Ada TV, Sistem Pemanas Bahkan Toilet

Layaknya manusia, Biarawan dan biarawati pasti membutuhkan tempat untuk buang hajat, Larung Gar tidak mempunyai satu pun Toilet. Tak dijelaskan apa yang digunakan untuk menggantikan toilet. Yang lebih ‘keren’ lagi, jangan harap ada kesenangan ala duniawi di sini.

Cuaca Dingin (c) boredpanda
Cuaca Dingin (c) boredpanda

Berada di Lembah dengan ketinggian 4000 meter tidak dipungkiri jika cuaca di Larung Gar sangatlah dingin, biarawan biarawati tidak dikehendaki menggunakan sistem pemanas untuk menghangatkan diri. Bahkan televisi untuk memperoleh informasi yang penting pun juga tidak diperbolehkan.

5. Berdoa Dengan Cara Berputar dan Berdoa Didalam Biara

Hal utama yang dijalani oleh biarawan dan biarawati di larung Gar adalah berdoa, mereka berdoa dengan cara berputar sesuai tradisi. Doa dan ilmu spiritual menjadi inti yang paling dicari di sekolah ini. Baik Anda yang ingin berkunjung atau menjadi biksu.

Biara (c) boredpanda
Biara (c) boredpanda

Ketika di dalam wihara, para lama mendengarkan master/dosen sewaktu mereka mempelajari sutra. Kalau ditanya lebih banyak mana, murid wanita atau pria? Ternyata lebih dari setengah murid di Larung Gar adalah wanita.

Dan hebatnya lagi, meskipun sedikit sekali orang yang dari luar Tibet datang belajar ke sini, Larung Gar rupanya terbuka untuk umum. Banyak murid yang berasal dari Taiwan, Hong Kong, Singapore, hingga Malaysia yang belajar mengambil kelas bahasa Mandarin di Larung Gar.

Kehidupan di tempat ini memang sangat unik, tapi satu yang pasti pemandangan yang bisa kita lihat dari Larung Gar, indah banget! Boleh dibilang ini adalah salah satu sekolah paling megah dengan kehidupan sederhana yang mampu melahirkan manusia-manusia berbudi luhur. Apakah kamu juga pengen belajar di Akademi Larung Gar?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA