Menelusuri Sejarah Wajib Militer yang Berperan Penting dalam Peperangan di Dunia

oleh Tetalogi
15:00 PM on Nov 6, 2015

Wajib Militer adalah sebuah program yang mewajibkan masyarakat suatu negara untuk turut berlatih militer. Sebenarnya saat ini ada beberapa negara yang memberlakukan program wajib militer seperti Korea Utara, Korea Selatan, Israel, Iran, Ukraina, Turki, Mesir, Chili, Moldova, Libya, Republik China, dan lain-lain. Wajib Militer sendiri bukan baru dilaksanakan di era modern ini, tapi sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu.

Sejak awal peradaban di Mesir Kuno, Cina Kuno, Babilonia, Romawi, dan beberapa daerah lain, pemerintah mewajibkan rakyat untuk ikut angkat senjata. Wamil pada masa itu dilakukan karena masyarakat wajib berperang untuk penguasa, bukan negara atau bangsa. Tapi, wamil secara modern lebih bersifat sukarela, dimulai pada akhir abad ke-18 dan berperan penting dalam peperangan yang terjadi pada masa-masa itu.

Baca Juga
7 Hal Ini Jadi Alasan Kenapa Wanita Jepang Ogah Menikah
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia

1. Revolusi Perancis

Masa revolusi Perancis terjadi pada akhir abad ke-18 ketika rakyat mengambil langkah untuk menggulingkan pemerintahan kerajaan. Masyarakat berbondong-bondong membawa cangkul, golok, atau apapun di sekitar mereka sebagai senjata dan berhasil meruntuhkan kerajaan. Negara Eropa lain yang masih menganut sistem kerajaan merasa takut dengan kekuatan baru masyarakat ini sehingga beramai-ramai menyerbu Perancis yang baru jatuh dan terjadilah Perang Revolusi Perancis.

Lukisan tentang Revolusi Perancis [Image Source]
Lukisan tentang Revolusi Perancis [Image Source]
Perancis yang masih lemah dan tidak tidak memiliki tentara yang cukup akhirnya bergantung pada masyarakatnya. Semua pria dewasa wajib mengikuti wajib militer untuk membela negaranya dan 300 ribu orang tercatat mengikuti program ini. Rakyat membela negaranya untuk kepentingan yang jelas yaitu melindungi bangsa dan negara yang baru saja berdiri berkat jerih payah revolusi menggulingkan pemerintahan kerajaan yang sewenang-wenang.

Musuh-musuh Perancis saat itu hanya terdiri dari tentara bayaran yang berperang lebih karena uang, atau nafsu liar untuk merampok dan membunuh. Dengan demikian, hasil perang sudah terlihat jelas, Perancis di bawah pimpinan Napoleon menang melawan musuh-musuhnya dan hal ini mengejutkan pasukan lainnya.

Napoleon Bonaparte [Image Source]
Napoleon Bonaparte [Image Source]
Psikolog perang berpendapat bahwa kemenangan Perancis ini karena kondisi psikologis tentaranya yang memang bertempur demi negara dan bangsanya. Para Jendral juga punya kepercayaan pada para bawahan dengan sepenuhnya sehingga mereka lebih leluasa dalam membuat rencana penting seperti mengintai lawan, saat terpisah dari pasukan, dan sejenisnya.

Sementara itu, kejayaan Perancis yang semakin luas membuat kerajaan di sekitarnya mengadopsi tata cara berperang Perancis dan ikut mengobarkan semangat nasionalisme. Mereka menggunakan slogan, “mari angkat senjata demi melawan penjajah Perancis yang ingin menguasai Eropa!” Peperangan antar bangsa-bangsa yang memanfaatkan wamil ini akhirnya dimenangkan oleh lawan Napoleon.

2. Perang Saudara di Amerika

Amerika Serikat pernah mengalami perang saudara pada tahun 1861-1865. Perang Saudara ini muncul lantaran presiden Abraham Lincoln yang ada di Kubu Utara berusaha menghapuskan perbudakan. Sementara itu, Kubu Selatan yang dipimpin Jefferson Davis menolak kebijakan tersebut karena ia adalah seseorang yang pro-perbudakan dan memiliki ratusan budak di bisnis perkebunan kapas miliknya.

Tentara Serikat pada Perang Saudara Amerika [Image Source]
Tentara Serikat pada Perang Saudara Amerika [Image Source]
Karena pihak pemerintah khawatir akan terjadinya pemberontakan, maka diberlakukanlah program wajib militer pertama dalam sejarah Amerika Serikat. Rakyat yang pro-pembebasan budak beserta para mantan budak dari berbagai suku dan ras bersatu untuk membela pemerintah Amerika demi kebebasan dan Amerika yang bebas dari sistem perbudakan.

Perang berkobar, namun Kubu Utara memenangkan pertempuran sehingga perbudakan secara resmi dihapuskan dan konfederasi serikat dibubarkan. Sekali lagi wajib militer ternyata berperan penting dalam membentuk sejarah peradaban sehingga di Amerika kini tidak ada lagi perbudakan.

3. Perang Franco-Prussia

Setelah perang Napoleon selesai, maka Perancis mengubah sistem wamil mereka dari universal menjadi selektif. Maksudnya, kalau dulu setiap warga negara pria wajib membela negaranya, kali ini mereka tidak mewajibkan seluruh lapisan masyarakat, tapi hanya sebagian saja. Sementara itu, jumlah tentara yang sedikit selanjutnya ditambah dengan tentara bayaran.

Foto Perang Franco-Prussia [Image Source]
Foto Perang Franco-Prussia [Image Source]
Ternyata, cara ini justru tidak efektif karena rasa nasionalisme dan kebersatuan justru terpecah. Para bangsawan yang cerdas dan terdidik akhirnya justru mencoba berbagai cara agar anak-anak mereka tidak perlu ikut wajib militer. Akhirnya sistem pertahanan mereka lemah karena tidak diisi oleh orang-orang yang intelek, sementara Prussia masih menggunakan sistem wajib militer yang sama, yaitu universal. Dalam perang Franco-Prussia pada tahun 1870-1871, Perancis akhirnya mengalami kekalahan besar dan Jerman memproklamirkan berdirinya Jerman modern di Versailles.

4. Pasca Perang Dunia

Setelah Perang Dunia II berakhir, masih ada beberapa negara yang mempraktikan Wajib Militer . Seperti AS yang menggunakan wamil selektif dalam perang Vietnam, namun kalah oleh pasukan Vietnam Utara yang memberlakukan wamil universal. Setelah Perang Dingin berakhir, beberapa negara di Eropa mulai menonaktifkan kebijakan wajib militer.

Perang Dunia II [Image Source]
Perang Dunia II [Image Source]
Beberapa negara sudah menghapus wajib militer seperti Amerika Serikat pada tahun 1973, Perancis dan Belanda pada 1996, Spanyol pada 2001, Portugal pada 2004, Belgia pada 2008, dan Jerman pada 2011. Meski begitu, sampai saat ini masih ada beberapa negara masih memberlakukan wajib militer.

Dalam sejarah, wajib militer ternyata memiliki peranan penting dalam usaha untuk mewujudkan cita-cita bersama. Dengan semangat kebersatuan dan nasionalisme rakyatnya, sebuah bangsa bisa bangkit dan berjaya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya 5 Bercandaan Presiden Soekarno yang Lebih Kocak Dari Stand Up Comedy Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri
BERITA TERKAIT
BACA JUGA