Sejarah Asal Usul Halal Bi Halal dan Sungkeman

oleh Admin
05:48 AM on Jul 28, 2014

Seorang budayawan yang cukup mashur melakukan penelitian mengani budaya yang ada di Indonesia tentang Halal Bi Halal dan budaya sungkeman yang notabene melekat dengan budaya Jawa.

Dr Umar Khayam (alm), menyatakan bahwa tradisi Lebaran merupakan terobosan akulturasi budaya Jawa dan Islam. Kearifan para ulama di Jawa mampu memadukan kedua budaya tersebut demi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

halal-bihalal
image source:filepsd. com

Penyebaran agama Islam yang melibatkan sebagian besar masyarakat jawa dan awalnya sangat pesat di Jawa Akhirnya tradisi Lebaran itu meluas ke seluruh wilayah Indonesia. Untuk mengetahui akulturasi kedua budaya tersebut, kita cermati dulu profil budaya Islam secara global. (Baca Juga:6 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Kamu Tambah Pintar)

Di negara-negara Islam di Timur Tengah dan Asia (selain Indonesia), sehabis umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri tidak ada tradisi berjabatan tangan secara massal untuk saling memaafkan. Budaya timur tengah lebih menekankan pada keakraban yaitu dengan berpelukan namun tidak secara masal seperti jabat tangan yang ada di Indonesia.

Berdasarkan tuntunan ajaran Islam, saling memaafkan itu tidak ditetapkan waktunya setelah umat Islam menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, melainkan kapan saja setelah seseorang merasa berbuat salah kepada orang lain, maka dia harus segera minta maaf kepada orang tersebut. Bahkan Allah SWT lebih menghargai seseorang yang memberi maaf kepada orang lain (Alquran Surat Ali Imran ayat 134).

Selanjutnya: Budaya Sungkem

Next

BERITA TERKAIT
BACA JUGA