Miris, SD di Madiun Ini Hanya Memiliki 3 Orang Siswa Baru, Kok Bisa Ya?

Meski sudah mencari murid dari rumah ke rumah, sekolah ini hanya mendapat 3 siswa

oleh Aini Boom
16:00 PM on Jul 18, 2017

Di saat sekolah dasar lainnya heboh memasuki tahun ajaran baru, sebuah sekolah di Madiun malah senyap. Kontan tak ada kehebohan rebutan kursi paling depan oleh wali murid atau siswa di hari pertama memasuki sekolah tersebut. Sebab kursi-kursi masih lengang tak berpenghuni.

Jika mendengar berita ini, mungkin beberapa orang mengira situasi ini terjadi di pedalaman Indonesia. Tapi nyatanya, kondisi ini terjadi di Pulau Jawa tepatnya di Sekolah Dasar Negeri Sukosari Kota Madiun, Jawa Timur. Harusnya bisa menampung hingga 28 siswa, sekolah ini hanya memiliki total tiga siswa meski letaknya berada di tengah-tengah kota. Lantas mengapa bisa begini, yuk kita simak pembahasan berikut ini.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Wilayah Sukosari Menjadi Kendala Sejak Lama

Pendaftar hanya sedikit [image: source]
Di hari pertama sekolah, SD Negeri Sukosari yang berada di Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun hanya mendapat tiga siswa baru. Bukan sebatas isu, hal ini juga dibenarkan oleh Nurseha selaku Kepala SDN Sukosari yang menyatakan jika jumlah siswa baru di sekolah tersebut memang hanya 3 orang. Hal ini disebabkan karena wilayah Sukosari memang sempit, ditambah lagi area sebelah barat terpotong rel sehingga untuk menyebrang juga sulit. Imbasnya, hanya sedikit murid usia sekolah dasar yang berminat mendaftar di sekolah tersebut.

Usaha Sekolah untuk Mendapatkan Murid

Murid SD [image: source]
Untuk mengatasi jumlah siswa yang mungkin jauh dari ideal, pihak sekolah telah melakukan beberapa hal. Di antaranya melakukan sosialissi ke sekolah Taman Kanak-Kanak di sekitar wilayah kelurahan setempat. Selain itu, pihak sekolah juga mendatangi rumah warga satu per satu yang memiliki anak seusia kelas 1 SD. Sayangnya, berbagai upaya itu tak memberikan hasil maksimal. Hanya tiga quota yang terisi dari keseluruhan 28 kursi yang harusnya terisi.

Jumlah Seluruh Siswa Di SDN Sukosari Hanya 54 Siswa

Tiga siswa baru SDN di Madiun [image: source]
Jumlah siswa yang sangat sedikit merupakan masalah lama di SDN Sukosari. Terhitung, jumlah keseluruhan siswa di sekolah ini hanya 54 siswa. Rinciannya, kelas 1 ada sebanyak 3 siswa, kelas 2 ada 4 siswa, kelas 3 ada 13 siswa, kelas 4 ada 6 siswa, kelas 5 ada 12 siswa, dan kelas 6 ada 16 siswa.

Kegiatan Sekolah Tetap Berjalan Sesuai Rencana Meski Minim Siswa

Murid SD [image: source]
Kendati hanya tiga siswa baru yang ada di sekolah ini, yaitu Said Ramadhan (6), Vellysa Putri Ramadhani (7), dan Sheyla Novita Ardiany Jatmiko (7), kegiatan sekolah tetap berjalan. Hari pertama hingga ketiga dilakukan kegiatan pengenalan lingkungan. Sedangkan kegiatan pembelajaran baru dimulai hari Kamis 20 Juli 2017 mendatang.

Puluhan SDN di Kota Madiun Kekurangan Siswa

Suasana SDN Kejuron [image: source]
Tak hanya di SDN Sukosari, ternyata masalah kekurangan siswa terjadi di banyak sekolah dasar di kawasan Kota Madiun. Dari 56 sekolah dasar negeri di kota itu, hanya 14 sekolah yang memenuhi kuota siswa. Sedangkan sisanya sebanyak 42 SDN belum bisa memenuhi banyaknya kuota yang disediakan sekolah. Selain SDN Sukosari yang hanya mendapat 3 siswa, SDN Kejuron pun hanya mendapat 9 siswa baru, SDN 02 Winongo 6 siswa, SDN 02 Taman 7 siswa, SDN 02 Kartoharjo, dan puluhan SDN lainnya yang bernasib sama. Padahal tercatat di website pemerintah, ada 806 kuota yang masih kosong dan harusnya bisa terisi melihat jumlah anak-anak yang seharusnya masuk sekolah tahun ini. Kemungkinan, beberapa siswa usia SD sengaja tidak ingin menempuh pendidikan di sekolah

Fakta ini memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ketimpangan pendidikan tak hanya di daerah pulau. Bahkan di daerah perkotaan, ada juga warga yang kurang peduli pendidikan dan tak menyekolahkan anaknya. Alih-alih memajukan pendidikan di daerah tertinggal, sebagian daerah di perkotaan malah kurang dihiraukan. Ya, semoga dengan melek pada hal semacam ini pemerintah bisa lebih bijak dalam mengawal pendidikan anak bangsa.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA