Sayang Anak, Pria Ini Rela Kehilangan Gaji Rp 99,2 Miliar Per Bulan

oleh Admin
09:08 AM on Sep 29, 2014

Di masa kini, materi dan uang bisa menjadi segalanya. Semua orang berlomba-lomba memiliki banyak uang agar bisa bahagia. Namun sesungguhnya, uang bukanlah sumber kebahagiaan sejati. Ketika banyak orang bekerja keras untuk mendapat gaji besar demi bisa membahagiakan anak dan keluarganya, pria ini sebaliknya. Dia rela meninggalkan perusahaan yang menggajinya puluhan miliar rupiah setiap bulan demi bisa memiliki waktu lebih banyak bersama anak-anaknya.

Nama Mohamed El-Erian dikenal oleh para pelaku bisnis keuangan. Sebagai CEO perusahaan investasi Pacific Investment Management Company (PIMCO), Mohamed El-Erian melakukan keputusan besar dalam hidupnya. Beberapa hari yang lalu, Mohamed El-Erian mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan PIMCO. Banyak orang tak percaya dengan hal itu, karena perusahaan tersebut memberi penghasilan fantastis. Dengan keputusannya mundur, Mohamed El-Erian kehilangan penghasilan sebesar US $ 8,4 juta atau sekitar Rp 99,2 miliar.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Sayang Anak Rela Kehilangan Gaji Rp 99 2 Miliar
Sayang Anak Rela Kehilangan Gaji Rp 99 2 Miliar

Anda pasti tidak membayangkan uang sebanyak itu setiap bulan disia-siakan oleh Mohamed El-Erian. Namun pria ini memiliki alasan mengapa rela kehilangan penghasilan yang sangat besar. Semua dilakukan demi putrinya yang berusia 10 tahun. Mohamed El-Erian mendapat surat dari putrinya, dalam surat tersebut, putrinya bersedih karena ayahnya tidak bisa datang dalam acara Halloween, acara pertemuan orang tua dan pertandingan sepak bola pertamanya.

Sebagai CEO perusahaan investasi, sudah pasti pekerjaan Mohamed El-Erian sangat padat, tak heran jika waktu sang pria habis di kantor. “Hidup saya tidak seimbang, antara pekerjaan dan kehidupan nyata. Ketidakseimbangan itu telah menyakiti hubungan saya dan putri saya. Saya tidak punya cukup waktu untuk menemaninya,” demikian penuturan Mohamed El-Erian.

Para pelaku usaha investasi merasa terkejut dengan hal ini, namun Mohamed El-Erian tampaknya berbahagia. Dia mulai membayar hutang pada anak dan istrinya. Sekarang dia bisa bergantian dengan sang istri mengantar putri mereka ke sekolah dan merencanakan liburan bersama.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA