Lantaran Terlalu Sayang, Pria Asal Cina Ini Gali Kubur Untuk Anaknya yang Tengah Sekarat

Kisah memprihatinkan ini dijamin membuatmu bercucuran air mata setelah membacanya.

oleh Faisal Bosnia Ahmad
08:00 AM on Jul 14, 2017

Kasih sayang kedua orang tua tak akan pernah pudar. Kecintaan keduanya terhadap buah hati mereka akan senantiasa tercurah sepanjang masa. Tak peduli apapun yang terjadi. Hanya saja, apa jadinya jika buah hati mereka memiliki suatu penyakit langka yang memaksa dokter harus memvonis bahwa usianya tak lama lagi serta semua kemungkinan untuk menyelamatkannya telah mereka upayakan dan hasilnya tetap nihil?

Peristiwa yang menyayat hati ini ternyata nyata adanya dan dialami oleh sepasang suami istri di negara Cina. Mereka harus menerima fakta bahwa putri kesayangan mereka mengidap sebuah penyakit yang membuatnya tak akan berusia panjang jika tak mendapat perawatan medis secara kontinyu. Menyadari semua harta mereka telah habis untuk pengobatannya, mereka pun menggali kuburan untuk putri mereka. Loh, kok? Bukannya putrinya masih hidup? Simak kisah selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Menggali kuburan sebagai persiapan agar nantinya ia terbiasa di dalamnya

Zhang Liyong, seorang ayah asal Cina, membawa putri kecilnya yang tengah sekarat akibat mengidap penyakit langka untuk “bermain” di dalam makam setiap harinya. Sehingga apabila hari itu datang, hari di mana ayah beserta ibunya harus terpaksa mengantar kepergiannya, ia akan terbiasa dan tak lagi takut dengan “tempat peristirahatannya.”

Liyong tengah menemani anaknya bermain di dalam kuburan. [Image Source].
Zhang Liyong bukan siapa-siapa. Ia hanyalah seorang petani biasa yang berkediaman di provinsi Sichuan, Cina. Pun tak ada yang istimewa dengan kehidupan mereka. Sama halnya dengan di negeri kita, kehidupan petani di sana juga tak menentu dan cenderung berpenghasilan kecil. Pendapatan yang mereka peroleh setiap bulannya hanya berkisar Rp5 jutaan. Itupun sudah diakumulasikan dengan pendapatan istrinya sebagai buruh pabrik. Jumlah yang pas-pasan untuk ukuran sebuah keluarga kecil.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA