5 Rider MotoGP ini jadi Saingan Paling Berat Valentino Rossi Sepanjang Karirnya

oleh Rizal
16:17 PM on Oct 26, 2015

Jika di ranah sepak bola ada nama Messi dan Ronaldo, di Formula1 ada nama Alonso dan si legenda Michael Schumaker, maka di MotoGP sudah tentu nama Valentino Rossi alias The Doctor yang paling dikenal. Yup, harus diakui MotoGP memang identik dengan sosok satu ini. Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat prestasi Rossi yang memang gila dan fenomenal.

Rossi tercatat pertama kali mengaspal di MotoGP pada tahun 1996 di kelas 125 CC dan masih bertahan hingga sekarang. Jadi, sudah lebih dari 15 tahun The Doctor bergelut di ajang balap motor paling bergengsi ini. Berbicara rival, tentu Vale punya banyak saingan berat yang pernah dihadapinya. Misalnya Max Biaggi dan Sete Gibernau, hingga yang paling segar tentu saja si Baby Alien alias Marc Marquez.

Baca Juga
Mengenang Nicky Hayden, Mantan Pembalap MotoGP yang Pernah Mematahkan Rekor Valentino Rossi
4 Alasan Kenapa Marc Marquez Layak Jadi Pengganti Valentino Rossi di Masa Depan

Beberapa dari saingan ini takluk oleh The Doctor, namun ada pula yang justru membuat Vale terpuruk. Inilah kisah Rossi dan para rival terberatnya.

1. Max Biaggi

Rossi hanyalah bocah ingusan yang bermimpi jadi rider besar, begitu ungkap Biaggi di tahun-tahun awal Vale berkiprah di MotoGP. Rossi sendiri bukan hanya diam saja ketika si saingan berat menyinggungnya semacam itu. The Doctor pun membalas dengan pernyataan jika Biaggi adalah rider tua yang selalu banyak alasan ketika kalah. Sejak itu, aroma persaingan pun mulai makin menyengat di antara mereka.

Puncaknya adalah di tahun 2001 ketika mereka berjibaku di Gran Pix Suzuka. Biaggi yang mulai cari gara-gara dengan menyikut Vale di sebuah tikungan. Mendapat serangan seperti ini, The Doctor pun kelimpungan. Bahkan ia keluar jalur dan untungnya tidak sampai terjatuh. Marah, Rossi pun kembali ke lintasan dan mati-matian mengejar Biaggi.

Hingga akhirnya di lap berikutnya, Vale berhasil menyalip Biaggi. Tak sekedar menyalip, The Doctor pun mengacungkan jari tengahnya sambil terus fokus dengan lomba. Persaingan makin sengit di race-race berikutnya, namun Rossi lebih unggul dari sang Roman Emperor.  Uniknya, setelah 7 tahun berlalu, Biaggi pun mengakui jika Rossi memang seorang jawara. “Aku menghargai dan menghormati Rossi. Aku tidak bisa ingkari bahwa dia memang seorang legenda.”

2. Sete Gibernau

Kembali ke musim 2000an, ketika Lorenzo, Pedrosa dkk masih muda, ada seorang rider legendaris yang juga jadi musuh bebuyutan Rossi. Yup, siapa lagi kalau bukan Sete Gibernau. Sudah tak diragukan lagi rivalitas kedua orang ini di sirkuit. Bahkan tercatat ada beberapa kali gesekan antara mereka yang membuat level rivalitasnya jadi lebih emosional.

Misalnya ketika di Jerez tahun 2005 lalu. Ketika itu Gibernau jumawa dengan menyingkirkan rider lain. Berada di posisi pertama, pebalap Spanyol ini pun yakin akan jadi pemenang. Namun harapan itu pupus ketika Rossi terlihat mulai menyalipnya dari belakang. Hingga akhirnya ditikungan terakhir keduanya berduel seru. Sete nampak tidak memberikan ruang kepada Rossi, namun The Doctor memaksa untuk masuk lebih dalam.

Akhirnya terjadi clash dan Sete pun terjerembab keluar lintasan. Sedangkan Rossi dengan entengnya melaju sampai finish. Keduanya sempat kembali ricuh ketika Rossi melakukan aksi menyapu lintasan yang membuatnya kena penalty. Hal ini sendiri dilakukannya untuk menyindir Gibernau. Rossi bahkan menyumpahi rider hebat itu tidak bisa menang sampai akhir karirnya. Hal ini pun secara kebetulan benar-benar terbukti. Hingga pensiun, Sete hampir tidak pernah mengantongi juara.

3. Casey Stoner

Nama Stoner sempat digadang sebagai Vale’s killer alias pembunuh Rossi. Tentu saja ini bukan arti sebenarnya, melainkan hanya dalam ranah pertandingan saja. Harus diakui keberadaan Stoner pernah bikin The Doctor kalang kabut. Tak hanya ketika si pebalap Australia tersebut di Ducati, tapi juga Repsol Honda.

Perseteruan paling seru mereka terjadi pada tahun 2008 lalu di sirkuit Laguna Seca, Amerika. Ketika itu Stoner memulai start di pole position, namun berakhir menjadi juara ketiga. Ya, gara-gara Rossi yang melakukan aksi overtaking gila. Ketika itu Rossi sampai masuk gravel alias pinggir lintasan untuk menyalip Stoner.

Tak hanya sekali si pebalap Italia itu bikin Stoner meradang. Di tikungan yang lain, Rossi bahkan sampai hampir membut Stoner oleng dan terjatuh. Untungnya hal tersebut tidak terjadi dan akhirnya Rossi yang memenangi duel gila tersebut. Yang bikin nyesek si pria Australia, di musim itu Rossi menobatkan dirinya menjadi juara.

4. Jorge Lorenzo

Sama seperti Biaggi yang pernah menganggap Rossi bocah ingusan, The Doctor pun juga melakukan hal yang sama kepada Lorenzo yang kala itu masih baru saja naik kelas. Namun, buah dari meremehkan memang tidak enak. Rossi pun akhirnya dibuat takluk oleh si pebalap muda ini.

Musim 2010 kemarin adalah tahun persaingan terbaik antara dua rider Yamaha ini. Terutama di seri Motegi. Rossi yang baru saja sembuh dari cidera langsung on fire menghadapi si junior. Puncak dari persaingan ini adalah ketika keduanya berbenturan lumayan keras menjelang balapan. Untungnya keduanya masih terus bertahan walaupun akhirnya Lorenzo harus finish urutan ketiga. Rossi sendiri berhasil memenangkan persaingan tersebut dan keluar menjadi juara.

Ya, meskipun menang di seri Motegi, namun Rossi kalah jumlah poin dengan si junior. Alhasil, di akhir kompetisi Lorenzo pun merengkuh juara musim 2010.

5. Marc Marquez

Untuk kesekian kalinya, Rossi harus berhadapan dengan rider muda berbakat. Kali ini lawan The Doctor adalah Marc Marquez yang pernah jadi yang terbaik di Moto2. Sayangnya, Rossi seringkali dihajar oleh pemuda 22 tahun ini. Bahkan Marc sudah mencuri dua gelar juara MotoGP darinya.

Di musim ini Rossi mulai bangkit dan kembali menunjukkan siapa dirinya. Tercatat The Doctor sudah beberapa kali mempecundangi si pemuda. Pertama ketika GP Argentina beberapa waktu lalu. Ketika itu Marc sudah anteng di depan dan Rossi perlahan makin mengejarnya. Puncaknya ketika Marc berhasil di-overtaking Rossi menjelang akhir balapan. Marc pun ngotot meraih tempatnya lagi dengan memaksa masuk di sisi kanan The Doctor. Sayangnya, aksi ini membuat bagian depan motornya menyenggol buritan motor Vale dan akhirnya ia terjatuh. Rossi pun jadi juara di Argentina.

Yang tengah booming adalah kejadian di Sepang kemarin yang lagi-lagi membuat Marc kehilangan poin. Rossi menjadi terbaik ketiga, sayangnya terjatuhnya Marc diduga kuat lantaran tendangan yang dilakukan Rossi ketika keduanya berhimpitan. Alhasil, The Doctor dikenai sanksi penalty 3 poin serta memulai seri berikutnya di tempat paling belakang.

Jujur saja, tanpa adanya Rossi di MotoGP, ajang ini bagai angin lalu saja alias tidak akan begitu mendapatkan perhatian banyak orang. Ya, berkat si pria Italia MotoGP jadi sesuatu yang sangat dinantikan. Silahkan sebanyak apa pun rider baru yang bermunculan, namun nama Rossi akan selalu identik dengan ajang balapan ini.

Tentang musim 2015, Vale sebetulnya sudah bisa jadi juara. Sayangnya, aksinya di seri Sepang kemarin berbuntut panjang. Sanksi sudah dijatuhkan padanya, namun hal segalanya bisa terjadi di seri terakhir nanti.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA