Rusmina, Wanita Pejuang Kemerdekaan yang Semangatnya Berkobar Pasca Minum Darah Rekan Seperjuangan

oleh Faradina
14:00 PM on Feb 24, 2017

Saat para sekutu masih menguasai Indonesia, tentu ada banyak sekali masyarakat Indonesia yang memutuskan untuk turun tangan memerangi penjajah. Tak peduli laki-laki ataupun perempuan, mereka bersatu agar Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Jumlah pejuang yang telah gugur pun juga mungkin sudah tak terhitung karena saking banyaknya. Namun diantara itu juga ada mantan pejuang yang telah banyak berkorban untuk negara ini.

Salah satunya adalah sosok Rusmina. Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa dia adalah seorang wanita. Tapi jangan remehkan Rusmina karena memang dia termasuk salah satu orang yang gigih saat mempertahankan kedaulatan negara.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

Meninggalkan keluarga demi negara

Rusmina memutuskan untuk ikut melawan Belanda dan Jepang di tahun 1940-an agar Indonesia dapat merdeka. Wanita asal Cirebon ini juga meyatakan bahwa sebenarnya keluarganya melarang untuk pergi, namun karena tekadnya sudah bulat dia terus maju sampai kemudian berhasil lolos menjadi salah satu prajurit.

ilustrasi prajurit wanita [image source]
Saat Rusmina memilih jalan itu, dia harus rela meninggalkan sebelas saudara beserta orang tuanya di Jawa Barat. Sejak memutuskan untuk beruang itulah dia seakan menjadi saksi bagaimana menderitanya para pejuang Indonesia yang hanya ingin negaranya bebas dari penjajahan.

Salah satu perintah yang harus dituruti adalah untuk meminum darah rekan seperjuangan

Menjadi pejuang bukanlah hal yang mudah pastinya, termasuk bagi Rusmina. Karena pernah suatu hari dia harus meminum darah. Wanita yang menghabiskan masa tua di sebuah panti jompo Palembang itu menceritakan bahwa saat dia dan kawan-kawannya beristirahat seusai perang, tiba-tiba seorang komandang datang membawa darah yang diletakkan dalam sebuah wadah.

Ilustrasi prajurit wanita [image source]
Sang komandan kemudian menjelaskan bahwa itu merupakan darah dari teman seperjuangan mereka yang tertembak. Setelah itu barulah mereka diminta untuk meminum darah itu. Perintah tersebut dituruti karena sang komandan beralasan bahwa jiwa patriot seorang tentara dapat semakin berkobar dan terhindar dari rasa takut setelah meminum darah rekan seperjuangan.

Semangat juangnya seketika menyala-nyala

Sugesti dari sang komandan sepertinya bekerja dengan baik pada para prajurit yang saat itu meminum darah. Rusmina mengaku bahwa secara kebetulan rasa kebencian terhadap penjajah semakin besar setelah melakukan perintah itu. Tangan para pejuang serasa ingin selalu mengepal dan emosinya semakin meledak-ledak. Meskipun saat itu Rusmina hanya meminum satu sendok saja.

Ilustrasi pejuang [image source]
Semangat juang itulah kemudian membuat sosoknya dikenal sebagai salah satu prajurit yang terlibat banyak peperangan yang berlokasi di Jawa. Perjuangan terakhirnya saat itu ditumpahkan dalam perang lima hari lima malam di Palembang pada tahun 1947. Semenjak itu sang pejuang wanita tinggal di Palembang dan dipersunting pemuda sana.

Rusmina dikenal sebagai wanita tangguh

Sebagai seorang pejuang perempuan, nama Rusmina memang cukup dikenal. Kegigihan dan semangat Rusmina bisa dibilang tidak kalah dengan mereka para pria. Sampai-sampai rekan pejuang pria menganggap sosok perempuan ini sebagai wanita yang sangat tangguh. Bahkan orang-orang juga mempertanyakan bagaimana seorang perempuan seperti dia bisa sangat kuat dan berani.

Rusmina [image source]
Menurut Rusmina yang sudah sering berperang melawan Jepang dan Belanda, ketika berhasil membunuh musuh semangat bertempurnya akan semakin berkobar. Apalagi kalau bisa membunuh penjajah yang bersenjata lengkap hanya dengan bambu runcing. Memang kehebatan bambu runcing para pahlawan sudah tidak bisa dipungkiri lagi ya.

Berbicara tentang perjuangan para pahlawan memang sering kali membuat kita merasa geram dan bangga. Geram karena begitu kejamnya penjajah memperlakukan nenek moyang kita dan bangga karena justru leluhur kita berhasil menumpas mereka dengan kekuatan tangguh meski hanya dilengkapi dengan senjata sederhana. Dan sebagai warga Indonesia kita harus selalu ingat pesan Presiden Soekarno untuk tidak melupakan sejarah.

 

 

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA