Arsitek China Ini Bangun Rumah Menggunakan 8.500 Botol Bir

oleh Rizal
14:53 PM on Jul 4, 2015

Ada sekitar jutaan ton tiap harinya sampah yang dihasilkan penduduk dunia. Nggak usah ngomongin level dunia deh, Indonesia sendiri adalah salah satu penghasil sampah terbanyak di dunia. Untungnya, kini masyarakat udah lebih aware soal pengelolaan sampah ini. Mulai dari menggunakan yang masih bisa dipakai dan mendaur ulang yang udah nggak berguna. Bahkan sampah sekarang juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Nah, ada nih hal unik yang mungkin bisa menginspirasimu dalam mengelola sampah. Seorang arsitek asal China ini memanfaatkan botol-botol bekas menjadi bagian dari konstruksi bangunan. Hasilnya sangat keren dengan nilai artistik yang luar biasa. Simak nih ulasan kenapa si arsitek muda ini bisa melakukan hal unik tersebut.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Memanfaatkan 8.500 Buah Botol Bir

China merupakan salah satu negara paling padat penduduknya di dunia. Sehingga nggak usah ditanya lagi berapa produksi sampah mereka tiap harinya. Termasuk juga botol bekas bir yang mungkin jumlahnya bisa mencapai ribuan. Hal ini pun kemudian di manfaatkan Li Rongjun dengan menjadikannya salah satu bahan baku membuat rumahnya.

Sampah botol yang dikumpulkan Li untuk membangun rumah [Image Source]
Sampah botol yang dikumpulkan Li untuk membangun rumah [Image Source]
Kalau diasumsikan desain rumahnya adalah dengan menyusun botol-botol tersebut, bisa dibayangkan berapa banyak yang dibutuhkan Li? Sehingga nggak heran kalau ia membutuhkan setidaknya 8.500 buah botol. Jumlah tersebut sendiri digunakan Li untuk membuat sebuah rumah berlantai dua.

2. Mix and Match dengan Bahan Lain

Konstruksi rumah dua tingkat menggunakan botol aja bisa sangat ringkih. Mengingat botol adalah benda yang dalamnya berongga dan bakal hancur kalau terkena tekanan berlebihan. Li kemudian menyiasatinya dengan menggabungkannya dengan material lain. Mulai dari semen hingga batuan kecil.

Biar konstruksinya kuat, Li menggunakan material lain selain botol [Image Source]
Biar konstruksinya kuat, Li menggunakan material lain selain botol [Image Source]
Konsepnya sendiri unik banget lho. Bagian mulut botol menghadap keluar dan bagian bawahnya ada di dalam. Sehingga dari luar tembok rumah Li punya lubang-lubang simetris yang keren. Sedangkan bagian dalamnya nggak ubahnya seperti botol yang disusun rapi. Keren banget! Dibandingkan hanya menggunakan botol aja, konstruksi yang dibikin Li ini jauh lebih kuat lho.

3. Bernilai Artistik Tinggi

Kalau dilihat dari luar mungkin biasa sekali dengan pemandangan lubang-lubang yang dikombinasikan dengan batuan kecil. Tapi begitu melihat bagian dalamnya maka terpapar view yang keren banget. Botol bir berwarna hijau ini tersusun sangat rapi. Kesan futuristik dan seninya dapet banget. Kesannya seperti masuk ke dalam scene film-film sains fiksi.

Bagian dalam rumah Li nampak sangat artistik [Image Source]
Bagian dalam rumah Li nampak sangat artistik [Image Source]
Masing-masing lapisan membujur ada sekitar 40 buah botol yang disusun memutar. Bagian dalamnya sendiri hanya diisi sebuah meja dan kursi tempat Li kerja. Kalau semua fakta ini membuatmu kagum tunggu sampai kamu lihat tempat ini di malam hari. Botol-botol ini berpendar terkena cahaya lampu. Bahkan kalau dilihat dari luar menampakkan pemandangan visual yang keren abis.

4. Waktu dan Biaya

Meskipun kesannya hanya memakai benda-benda tak terpakai. Namun Li juga tetap mengeluarkan biaya. Khususnya untuk material tambahan seperti semen dan batu. Total biaya yang dikeluarkannya mencapai sekitar 70 ribu yuan atau sekitar Rp 146 jutaan. Biaya yang sepadan dengan semua keunikan yang dihasilkan.

Butuh 4 bulan untuk Li membangun rumah botolnya ini [Image Source]
Butuh 4 bulan untuk Li membangun rumah botolnya ini [Image Source]
Kalau dilihat dari durasinya, ia menghabiskan hanya 4 bulan aja mulai dari konsep sampai pengerjaan. Cukup cepat nih mengingat biasanya butuh waktu hingga setahun untuk membangun sebuah rumah.

5. Li Ternyata Punya Tujuan Lain

Nggak hanya ingin mengurangi jumlah sampah, Li ternyata juga punya tujuan lain nih. Ia mengaku kalau ingin menjadikan karya ciptanya sebagai penunjang bisnisnya di masa depan. Sebagai seorang arsitek, Li nggak mau nih hanya membuat konsep dan planning ketika customer membutuhkan jasanya. Ia ingin langsung memperlihatkan hasil jadi sehingga bisa langsung mendapatkan tanggapan dari para customer-nya nanti. Masuk akal sih.

Rumah unik ini bakal jadi bisnis Li di masa depan [Image Source]
Rumah unik ini bakal jadi bisnis Li di masa depan [Image Source]
Setelah ini pasti bakal cukup banyak orang yang tertarik untuk membuat rumah dengan bahan botol-botol bir ini. Li pun siap kalau ada pelanggan yang ingin memiliki rumah seperti miliknya itu. Pria ini juga mengatakan ada banyak pengembangan unik dari rumah botol ini. Jadi, kemungkinan di masa depan ia bakal membuat model-model lain yang lebih keren dan unik lagi.

Asik banget nih punya rumah keren seperti ini. Selain super unik, juga bisa mengurangi dampak buruk akibat sampah yang bertumpuk. Bisa jadi inspirasi bikin rumah low budget tuh. Nggak ada salahnya nih mulai menyimpan atau membeli botol-botol bekas sekarang juga. Gimana, tertarik nggak punya rumah super unik seperti ini?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA